Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Cipox

Ketika Rambat Selingkuh dengan Kawan Istrinya

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
7 Januari 2018
A A
Kisah Cinta Ala Korea Selatan di Perayaan Tanggal 14 dalam Setahun MOJOK.Co

Kisah Cinta Ala Korea Selatan di Perayaan Tanggal 14 dalam Setahun MOJOK.Co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Boleh dibilang, Rambat adalah lelaki yang sangat beruntung. Betapa tidak, dengan tampangnya yang ala kadarnya dan pekerjaannya yang hanya sebagai penjaga toko elektronik, ia berhasil mempersunting Rahma sebagai istrinya. Rahma bukan perempuan biasa, ia adalah perempuan istimewa. Tak hanya cantik, ia juga mandiri, pengertian, dan telaten mengurus rumah tangga.

Di kampungnya, Rahma dikenal sebagai bunga desa. Maka tak heran jika banyak lelaki yang iri dengan Rambat.

Pernikahan Rahma dan Rambat sudah berjalan lebih dari lima tahun, mereka juga sudah dikaruniai tiga orang anak. Sebuah gambaran yang hakiki tentang kebahagiaan sebuah keluarga.

Tapi dasar Rambat memang lelaki tak tahu diuntung, dengan segala anugerah istri “sempurna” yang ia dapatkan, ia ternyata masih tetap tergoda untuk selingkuh. Dan bajingannya, ia selingkuh dengan Wulan, kawan Rahma di tempat kerja.

Perselingkuhan itu bermula saat Rambat mengantar Rahma berangkat kerja ke sekolah. Kebetulan, Rahma bekerja sebagai karyawan TU di salah satu sekolah swasta di dekat kantor kecamatan. Saat mengantarkan Rahma itu, tak sengaja Rambat bertemu dengan Wulan yang bekerja sebagai guru kesenian di sekolah tempat Rahma bekerja.

“Oh, ini suaminya Mbak Rahma, ya?” tanya Wulan pada Rahma.

“Iya, Mbak.” Jawab Rahma yang kemudian langsung mengenalkan suaminya kepada Wulan.

Entah kenapa, ada yang aneh di hati Rambat saat ia bertatap wajah dengan Wulan. Hatinya serasa berdebar. Ia merasa ada sesuatu yang lain dari Wulan, sesuatu yang tidak bisa ia temukan pada sosok Rahma. Bukan soal kecantikan, sebab jika dibandingkan dengan Rahma, Wulan jelas masih kalah dengan Rahma. Entah, tapi yang jelas, semenjak perjumpaan saat itu, Rambat merasa yakin bahwa ia jatuh cinta pada Wulan.

Rambat kemudian mulai bergerilnya pada sosok Wulan. Akun Facebook, Twitter, dan Instagram Wulan langsung ia ikuti.

Singkat cerita, perasaan cinta terlarang itu rupanya bersambut. Wulan ternyata juga memendam perasaan pada Rambat. Karenanya, tak butuh waktu lama bagi keduanya untuk saling ngelike foto, berbalas komen, hingga kemudian berbalas DM.

Keduanya semakin intens berkomunikasi, dan pada satu titik, mereka dengan berani saling mengungkapkan rasa ketertarikan mereka masing-masing. Hingga akhirnya, perselingkuhan itu pun tak bisa dicegah lagi.

Berkali-kali Rambat menyambagi Wulan di rumahnya. Hal itu ia lakukan saat suami Wulan sedang ada kerjaan lembur. Jika suaminya lembur, Wulan memang sendirian di rumah, sebab ia memang belum punya anak.

Hubungan gelap itu bertahan lumayan lama. Rambat dan Wulan sama-sama lihai menyimpan rahasia, sehingga sampai beberapa bulan Rambat rutin menyambangi Wulan di rumahnya, baik Rahma maupun suami Wulan sama sekali tidak mengetahui bahwa pasangannya selingkuh.

Lanskap hubungan terlarang itu kemudian berubah karena sebuah peristiwa.

Iklan

Kala itu, saat Rambat sedang asyik bercumbu dengan Wulan, tiba-tiba, terdengar bunyi mesin motor masuk ke halaman rumah Wulan.

Wulan hafal betul dengan bunyi mesin motor tersebut. Itu bunyi mesin motor suaminya. Ia tentu tak menyangka jika suaminya akan pulang secepat itu, padahal seharusnya, suaminya baru pulang dua jam kemudian.

Benar saja, rupanya motor yang masuk ke halaman itu memang motor Cahyono, suami Wulan.

Rambat pun panik, terlebih saat suara langkah kaki Cahyono semakin terdengar dekat.

Kepanikan Rambat semakin menjadi-jadi tatkala ia sadar bahwa rumah Wulan tidak punya pintu belakang, itu artinya tak ada pintu keselamatan bagi Rambat di hadapan suami Wulan.

Beruntung sungguh beruntung, Wulan rupanya cukup jenius.

Saat Cahyono mengetuk pintu, Wulan dengan santai berkata kepada Rambat, “Mas, cepat pakai bajumu, Mas Cahyono biar aku yang urus.”

Rambat segera memakai bajunya, sementara Wulan berjalan santai menuju pintu rumah sambil membawa kantong plastik yang penuh dengan sampah.

Wulan langsung membuka pintu, dan di hadapannya berdiri sang suami tercinta.

Dengan tenang, Wulan mencium tangan suaminya, “Kok cepet pulangnya?” tanya Wulan pada Cahyono suaminya.

“Iya, kerjaan lemburnya cuma sedikit, jadi bisa pulang lebih awal,” jawab Cahyono.

“Ooooh.”

Cahyono kemudian bersiap melepas sepatunya. Namun kemudian, Wulan mencegahnya dan malah mengulungkan kantong plastik berisi sampah yang sudah ia bawa kepada Cahyono.

“Eh, Mas, mumpung sepatunya belum dilepas, tolong buangin sampah kita ke tempat pembuangan sampah yang ada di depan itu, ya” pinta Wulan.

Cahyono nurut, ia raih bungkusan sampah itu dan kemudian berjalan ke tempat pembuangan sampah warga yang jaraknya sekitar 50 meter dari rumahnya.

Waktu saat Cahyono membuang sampah itu rupanya cukup bagi Rambat untuk memakai pakaian dan menyelinap keluar.

“Duuuh, ayeeeeem, untung Wulan perempuan cerdas, kalau enggak, sudah dibacok Cahyono pasti aku,” batin Rambat sembari berlari ke arah jalan raya untuk mencegat ojek untuk pulang.

Sepanjang perjalanan, jantung Rambat tak henti-hentinya berdetak kencang. Perasaannya campur aduk. Ayem tapi juga mangkel. Ayem karena dirinya baru saja selamat dari amukan Cahyono, dan mangkel karena pergumulannya dengan Wulan belum sempat mencapai puncak.

Karenanya, begitu turun dari ojek dan sampai di ujung gang dekat rumahnya, ia langsung berencana untuk menggumuli Rahma sebagai obat mangkel karena pergumulannya masih tanggung dengan Wulan.

Sampai di depan rumah, ia langsung mengetok pintu.

Dari dalam rumah, Rahma langsung membukakan pintu untuk Rambat.

“Dari mana, Mas?” tanya Rahma.

“Dari rumah Sukirno, dia mau nitip beli dispenser sama kipas angin,” jawab Rambat berdusta.

Rambat sudah tak sabar ingin segera masuk rumah dan bercumbu dengan Rahma. Namun belum juga ia masuk rumah, Rahma sudah mencegahnya.

“Eh, Mas, mumpung Mas masih di luar, tolong buangin sampah kita ke tempat pembuangan sampah yang ada di depan itu, ya,” pinta Rahma sembari menyerahkan bungkusan sampah kepada Rambat.

Terakhir diperbarui pada 6 November 2018 oleh

Tags: cerita selingkuhistrirambatsuami
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Istri Super Jadi Budak Suami Pengangguran Kelas Premium MOJOK.CO
Esai

Derita Istri Jadi “Budak” Kasta Tertinggi Suami Pengangguran yang Lebih Mementingkan Burung Peliharaan ketimbang Anak dan Istri

28 Oktober 2025
Tupperware.MOJOK.CO
Ragam

Krisis Tupperware Membuat Emak-emak Khawatir, Stok Botol Baru Masih Banyak di Gudang

10 Januari 2024
Rindunya Laki-laki yang Ditinggal Pulang Sang Istri Terkasih MOJOK.CO
Kilas

Rindunya Laki-laki yang Ditinggal Pulang Sang Istri Terkasih

7 Januari 2024
Uneg-uneg dari Istri: Suamiku Tergila-gila dengan Game Online MOJOK.CO
Kilas

Uneg-uneg dari Istri: Suamiku Tergila-gila dengan Game Online

3 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sesi mengerikan kehidupan di desa: orang tua nelangsa karena masih hidup tapi anak-anak (ahli waris) sudah berebut pembagian warisan MOJOK.CO

Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal

3 Februari 2026
Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO

Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal

6 Februari 2026
DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF MOJOK.CO

DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF

31 Januari 2026
Hanya Orang “Tidak Waras” yang Mau Beli Suzuki APV MOJOK.CO

Misteri Adik Saya yang Berakal Sehat dan Mengerti Dunia Otomotif, tapi Rela Menebus Suzuki APV yang Isinya Begitu Mengenaskan

5 Februari 2026
4 jenis orang/pengendara yang harus dilarang nyetir motor di jalan raya dan dipersulit bikin SIM. Biang kecelakaan lalu lintas MOJOK.CO

4 Jenis Orang yang Harus Dilarang Nyetir Motor di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan, Biang Nyawa Melayang

2 Februari 2026
Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis MOJOK.CO

Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis

31 Januari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.