Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan oleh Produsen Koyo Cabe

Beni Satryo oleh Beni Satryo
27 Agustus 2014
A A
ilustrasi koyo cabe mojok

Ilustrasi Koyo Cabe (Ega Fansuri/MOJOK.CO)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Koyo cabe bagi orang Indonesia kini dianggap kurang efektif meredakan nyeri dan pegal karena orang semakin terbiasa dengan sensasi panasnya. Artikel ini berpendapat bahwa perlu ada inovasi pengganti koyo cabe.

Kehadiran koyo cabe sebagai produk kesehatan memang sebuah terobosan yang mutakhir. Di Indonesia yang banyak rakyatnya menanggung beban hidup, tentu saja produk ini menjadi sangat populer. Sudah berapa punggung atau persendian yang pernah ditempeli koyo cabe? Bila kalian ada waktu luang yang berlebihan, silakan hitung sendiri.

Koyo cabe sebagai penyembuh rasa pegal, linu dan nyeri memiliki efek panas dan menggigit. Efek tersebut berasal dari senyawa cabe di dalamnya. Namun, efek panas dan menggigit dari senyawa cabe ini mulai kurang berasa. Mulai banyak orang yang terlalu perkasa untuk beberapa koyo yang menempel. Bahkan di tempat-tempat yang tak lazim, misalnya di ketiak, di telinga, di leher bagian depan dan anywhere else whatever you name it.

Sepertinya, panas yang dihasilkan melalui senyawa rempah dan tanaman semacam cabe, jahe, lada, merica, pala, cengkeh, dan kayu putih itu tidak lagi istimewa dan efektif bagi kulit orang Indonesia. Efeknya cuma suam-suam kuku. Lama-kelamaan, kulit orang Indonesia jadi kebal dan bebal. Untuk itu perlu dilakukan sebuah terobosan guna menggantikan senyawa cabe di dalam koyo cabe ini. Hal ini penting, agar konsumen tetap setia dan merasa tertantang dengan panas yang ditawarkan.

Nah, beberapa senyawa ini bisa digunakan untuk memanjakan konsumen koyo cabe di Indonesia.

Jambakan Geng Nero

Siapa yang meragukan efek panas dari jambakan geng perempuan yang gemar melakukan penyiksaan kepada sesama perempuan ini. Panas yang ditawarkan lewat senyawa ini akan memanjakan para koyo lovers. Ada sensasi amarah yang meluap-luap, penindasan dan kesewenang-wenangan hadir dalam setiap milimeter lembaran koyo.

Umpatan Rentenir

Pernah mendengar seorang tetangga yang sedang ditagih hutang dengan bunga yang berlipat-lipat? Kalian akan tahu seperti apa panas yang ditawarkan lewat senyawa ini. Ada sensasi caci maki yang deras meluncur dari sang rentenir, himpitan ekonomi yang membuat hawa menjadi semakin sumuk dan sesak serta tatapan penuh bara si centeng yang selalu setia mengawasi gerak-gerik kita. Bayangkan situasi tersebut berada di atas otot kita yang mrengkel.

Cumbu Rayu Kekasih Pada Orang Lain

Tak perlu digambarkan panas yang hadir lewat senyawa ini. Penuh dendam dan cemburu garis keras. Ada sensasi gelap mata yang hadir dalam setiap sentimeter lembaran koyo. Emosi meluap-luap, mengalir deras melalui sel dan darah, menuju jantung, berdenyut-denyut kencang dan meledak di kepala. Kira-kira apa yang terjadi jika sensasi tersebut menempel di punggung kita yang pegal?

Balasan Tuhan Kepada Orang Kafir

Sepanas-panasnya hal-hal yang ada di dunia fana ini, lebih panas apa yang ada di neraka. Banyak komik yang menggambarkan betapa pedihnya siksa neraka. Itulah balasan Tuhan kepada orang-orang kafir. Orang munafik. Muslihat. Ingkar. Pendusta. Pemakan harta anak yatim. Orang kotor dan nista. Pelaku zina. Pendosa. Penyembah setan. Ada sensasi setrika yang maha besar di atas punggung kita. Dan tempat kaki kita berpijak adalah kerikil-kerikil panas. Naudzubillah. Niscaya hilang semua pegal linu di dunia ini.

Itulah beberapa senyawa yang mungkin bisa menggantikan posisi cabe yang sudah tidak panas lagi. Niscaya, tidak akan ada lagi penggunaan koyo di tempat-tempat yang tidak lazim.

Semoga lekas sembuh.

Terakhir diperbarui pada 21 Oktober 2025 oleh

Tags: Koyo Cabenyeripersendianproduk kesehatansenyawa
Beni Satryo

Beni Satryo

Artikel Terkait

Kasta Merek Koyo, Salonpas Kemasan Putih Tetap Paling Juara Mojok.co
Pojokan

Kasta Merek Koyo, Salonpas Kemasan Putih Tetap Paling Juara

25 Juni 2025
review koyo paling hot
Video

Review Koyo Paling Hot

20 Desember 2017
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sate entok di Kaliurang, Jogja

Sate Entok, Olahan Unggas Terbaik yang Jarang Diketahui padahal Rasanya Lebih “Jujur” daripada Bebek Goreng

18 Februari 2026
Kuliner Jawa terbaik yang penemunya patut diberi ucapan terima kasih. Dari pecel hingga penyetan MOJOK.CO

3 Kuliner Jawa yang Penemunya Harus Diucapin “Terima Kasih”: Simpel tapi Solutif, Jadi Alasan Orang Tak Mati Dulu

16 Februari 2026
kuliah di austria, rasisme.MOJOK.CO

Kuliah di Austria Bikin Kena Mental: Sistem Pendidikannya Maju, tapi Warganya “Ketus” dan Rasis

20 Februari 2026
Lulusan S1 UGM bikin skripsi soal perumahan rakyat di Belanda. MOJOK.CO

Skripsi tentang Perumahan Rakyat di Belanda vs Indonesia bikin Saya Lulus dari UGM dengan Predikat Cumlaude

18 Februari 2026
Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
pertamina bikin mudik lewat jalan tol semakin mudah.MOJOK.CO

Mobil Pribadi Pilihan Terbaik Buat Mudik Membelah Jawa: Pesawat Terlalu Mahal, Sementara Tiket Kereta Api Ludes Dibeli “Pejuang War” KAI Access

20 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.