Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Sleman Fans Diserang Buzzer: Usaha Menjauhkan PSS Sleman dari Rumahnya

Segala kesalahan yang kini terjadi di sekitar PSS Sleman tidak akan bisa ditutupi.

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
20 Oktober 2021
A A
Sleman Fans Diserang Buzzer: Usaha Menjauhkan PSS Sleman dari Rumahnya MOJOK.CO

Sleman Fans Diserang Buzzer: Usaha Menjauhkan PSS Sleman dari Rumahnya MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sleman fans sedang dijauhkan dari PSS Sleman. Narasi brengsek dari buzzer menegaskan bahwa situasi makin genting.

Lima hari yang lalu (15 Oktober 2021), saya menuliskan sebuah kegelisahan. Waktu itu, saya merasa PSS Sleman sudah jatuh sampai ke titik nadir. Sudah mentok suramnya. Namun, perkiraan saya salah. Ternyata, Super Elang Jawa masih bisa jatuh lebih dalam.

Pagi ini, Rabu (20 Oktober 2021), saya menemukan sebuah fakta yang menyebalkan, maklum kalau Sleman fans marah. Fakta yang saya maksud adalah serangan-serangan buzzer kepada Sleman fans. Kenapa ya, apakah PSS Sleman memang mau dideligitimasi sekian rupa?

Silakan cek kolom reply twit ini untuk melihat pameran kebodohan yang seragam dari para buzzer brengsek:

https://t.co/SWjlCFzXPw

Nih belajar dari supporter Persija. Kritik dengan cara cerdas. Semua perlu proses, supporter maunya menangan terossss.

— Adelia98 (@adeliazaneti) October 19, 2021

Entah siapa yang “membangunkan” akun-akun ternak brengsek ini. Satu hal yang pasti, ini bukti bahwa PSS Sleman memang sedang dijauhkan dari “rumahnya”. Rumah besar itu bukan sekadar Kabupaten Sleman dengan batas-batas wilayahnya. Rumah besar yang saya maksud adalah insan-insan luhur yang memberi makna kepada sebuah nama “Kabupaten Sleman”.

Premis besar yang digunakan para buzzer kontol adalah “kritik dengan cara cerdas”. Untung nggak pakai istilah “kritik membangun”. Sudah kontol, dungu lagi. Mana ada kritik membangun.

Premis itu mendengungkan sebuah artikel yang tayang di sebuah media. Narasi utama dari berita tersebut adalah “ancaman” bahwa kompetisi akan dihentikan jika Sleman fans terus menciptakan kerumunan ketika melempar kritik kepada manajemen PSS Sleman.

Narsi yang dipakai oleh buzzer ini adalah omongan Bambang Pamungkas, manajer Persija Jakarta. Bambang mengkritik fans Persib Bandung dan PSS Sleman yang selalu bikin kerumunan ketika melakukan protes. Bambang pengin kedua suporter ini meniru “kritik dengan cara sopan” yang dilakukan fans Persija Jakarta.

Apakah Bambang tidak tahu kalau Jak Mania sudah pernah mengirim dukungan moral kepada perjuangan Sleman fans untuk melawan rezim manajemen PSS Sleman?

Lagipula, bentuk perjuangan itu beragam. Mengirim karangan bunga bisa dilakukan ketika manajemen mau mendengar suara suporter. Bagaimana jika manajemen malah sengaja menghindari suara suporter? Bahkan, pada titik tertentu, manajemen menjauhkan Sleman fans dari PSS Sleman. Ini brengsek betul.

Melawan rezim yang punya power besar dan kekuatan uang tidak bisa dilakukan hanya dengan mengirim karangan bunga. Melawan rezim yang seperti mesin rakus memang harus dengan people power. Kerumunan? Bambang dan buzzer-buzzer brengsek mempertanyakan soal kerumunan?

Saya tantang Bambang Pamungkas dan buzzer kontol itu mengkritik Presiden Jokowi yang sering bikin kerumunan di setiap kunjungan. Jika tidak berani, ayo, coba kritik gelaran Pilkada yang juga bikin kerumunan itu. Berani tidak? KASIH KERAS KALAU BERANI!

Saya bukan Sleman fans, bukan pendukung PSS Sleman. Saya lahir di Kota Jogja, saya fans PSIM Jogja, rival PSS. Namun, saya akan terus mendengungkan perlawanan Sleman fans. Saya khawatir, tak hanya kepada PSIM Jogja, tapi prihatin untuk semua suporter sepak bola Indonesia. Ingat, yang kini menimpa PSS Sleman, bukan tidak mungkin menimpa kesayangan kalian.

Iklan

Dan, pagi ini, ketika mendapati Sleman fans diserang boleh buzzer-buzzer brengsek, keprihatinan saya berubah jadi waspada. Akun ternak ini tidak mungkin aktif tanpa kekuatan kapital di belakangnya. Tidak mungkin aktif tanpa kekuatan “kakak pembina” di belakangnya. Entah siapa yang mengaktifkan, yang jelas, tujuannya sangat jahat.

Buzzer dipakai untuk mengubur esensi dari sebuah aksi. Menumpuk narasi utama dengan narasi sampingan. Tujuannya untuk membengkokkan sebuah kenyataan. Dalam hal ini, mendeligitimasi perjuangan Sleman fans yang sudah dilakukan selama beberapa bulan.

Orang jahat di balik buzzer ini sedang menggiring opini masyarakat. Ini sangat berbahaya karena suporter dan orang awam akan dibentukan secara perlahan. Sleman fans dianggap dengan sengaja melanggar prokes dan mengancam kesehatan orang banyak. Narasi soal perjuangan, soal people power, soal tujuan menyelamatkan PSS Sleman dikubur dengan narasi.

Kita, semua suporter sepak bola Indonesia harus waspada. Akun Twitter Brigata Curva Sud (BCS) sudah pernah hampir dibobol. Akun-akun kuat yang menjadi jembatan suara Sleman fans sedang berusaha dibungkam. Suara-suara jernih yang selama ini menghidupi PSS Sleman berusaha diberangus.

Ketika kekuatan narasi media didengungkan oleh buzzer, ditambah ancaman kepada eksistensi sebuah akun media sosial, artinya PSS Sleman memang sedang dalam bahaya. Ketika PSS jauh dari Sleman fans, klub bersejarah ini akan mulai kehilangan akarnya. Pada akhirnya, eksistensinya selama ini akan diganti oleh orang-orang jahat dengan agenda yang sama jahatnya.

Sampah yang dibakar dengan narasi brengsek para buzzer tidak akan menghilangkan fakta bahwa itu tetap sampah. Asapnya akan menguar, tercium sebagai bau busuk. Segala kesalahan yang kini terjadi di sekitar PSS Sleman tidak akan bisa ditutupi. People power tidak akan bisa dibungkam dan dibelokkan.

Sleman fans, satukan kesadaran, satukan suara. Eratkan koordinasi dan komunikasi. Setelah ini, hati-hatilah oleh penyusup. Orang-orang yang sengaja masuk ke dalam lingkaran untuk melempar narasi yang salah dan melakukan adu domba. Naikkan banyak bendera sebagai pengingat bahwa suara suporter jauh lebih kuat dan murni ketimbang suara sumbang para buzzer kontol.

BACA JUGA PSS Sleman di Titik Nadir dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 20 Oktober 2021 oleh

Tags: Bambang PamungkasBRI Liga 1buzzerkabupaten slemanPersib BandungPersijapsspss slemanslemansleman fans
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Bisnis coffe shop, rumah dekat kafe, jogja.MOJOK.CO
Urban

Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur

26 Februari 2026
Pemilik kos di Depok, Sleman, Jogja muak dengan tingkah mahasiswa asal Jakarta yang kuliah di PTN/PTS Jogja MOJOK.CO
Urban

Pemilik Kos di Jogja Muak dengan Tingkah Mahasiswa Jakarta: Tak Tahu Diri dan Ganggu Banget, Ditegur Malah Serba Salah

20 Februari 2026
Rawa Belong Jakarta Barat Bikin Orang Kabupaten seperti Saya Nggak Takut Merantau ke Ibu Kota Mojok.co
Pojokan

Rawa Belong Jakarta Barat Bikin Orang Kabupaten seperti Saya Nggak Takut Merantau di Ibu Kota

14 Februari 2026
Pembeli di Pasar Jangkang, Sleman. MOJOK.CO
Bidikan

Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak

9 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Penerima beasiswa LPDP serba salah, penerima beasiswa LPDP dalam negeri dan LPDP luar negeri diburu

Penerima LPDP Dalam Negeri Terkena Getah Awardee Luar Negeri yang “Diburu” Seantero Negeri, padahal Tak Ikut Bikin Dosa

25 Februari 2026
Toxic sibling relationship antar saudara kandung karena rebutan sertifikat tanah. Saudara kandung bisa jadi mafia tanah soal warisan MOJOK.CO

Saudara Kandung di Desa Itu Bak Mafia, Justru Jadi Orang Paling Busuk dan Licik demi Sikat Sertifikat Tanah Saudara Sendiri

20 Februari 2026
Peserta beasiswa LPDP bukan afirmasi tidak diafirmasi

Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang

21 Februari 2026
Upaya 1 tahun Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kerja untuk warga, apa hasilnya? MOJOK.CO

Upaya 1 Tahun Pemkot Semarang Bekerja untuk Warga di Tengah Ragam Tantangan dan Keterbatasan, Apa Hasilnya?

23 Februari 2026
merantau di Jogja.MOJOK.CO

Cerita Perantau Jatim: Diremehkan karena Tinggal di Kos Kumuh Jogja, Bungkam Mulut Tetangga dengan Membangun Rumah Besar di Desa

25 Februari 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Ikut Dihujat Imbas “Oknum” yang Foya-Foya Pakai Duit Beasiswa, Padahal Beneran Hidup Susah hingga Rela Makan Sampah di Kos

25 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.