Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Menimbang Nasib Adrien Rabiot di Juventus

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
5 Januari 2020
A A
adrien rabiot juventus psg steven gerrrad pemain cadangan mojok.co

adrien rabiot juventus psg steven gerrrad pemain cadangan mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Adrien Rabiot mungkin tak menyangka bahwa dia akan menjadi penghangat bangku cadangan di Juventus. Dia mungkin tidak akan menyangka pula, dirinya akan diminta pergi untuk memberi ruang kepada pemain lainnya.

Mata dunia terbelalak ketika Juventus mendapatkan Adrien Rabiot secara gratis. Juventus memang terkenal suka mencari pemain gratis, tapi kita berbicara tentang Adrien Rabiot. Dia adalah pemain muda yang disebut-sebut sebagai salah satu gelandang terbaik di Eropa. Banyak yang memprediksi Juventus untung besar dengan kedatangan Rabiot.

Kini yang terjadi justru sebaliknya. Bukan gemerlap lapangan yang dia dapat, namun rasa bosan melihat temannya dari pinggir lapangan. Rabiot baru bermain di 9 pertandingan, berbeda dengan apa yang dia dapat di PSG. Di PSG, dia mendapat menit bermain yang banyak dan hampir tak tersentuh.

Parahnya lagi, Juventus mendatangkan Dejan Kulusevski di transfer musim dingin ini, yang berarti musim depan harus ada pemain yang didepak agar ada ruang tersisa dan juga menghemat pengeluaran. Rabiot pasti ketar-ketir, dengan menit bermain yang sedikit, bisa jadi dia yang angkat kaki.

Tapi masih terlalu dini untuk berkata kalau Rabiot akan pergi. Badai cedera yang menerpa Juventus harusnya bisa menjadi berkah untuk dirinya. Dia masih muda, dan tentu saja haus pengakuan. Dia harus memanfaatkan momen yang ada agar dirinya tetap bisa bertarung di langit tertinggi.

Sebenarnya ada dua masalah yang mungkin akan menahan Rabiot dari menunjukkan penampilan terbaiknya. Pertama, masalah teknis. Dalam pertandingan di mana dia bermain, dia justru tidak menunjukkan performa terbaiknya. Sarriball memang bukan taktik untuk semua pemain, bahkan Ronaldo pun tenggelam (piye, enak Madrid tho?), tapi bukan berarti dia bisa menyalahkan taktik semata. Dia tetap harus berusaha sekeras mungkin untuk bisa nyetel ke dalam tim.

Masalah kedua adalah ego. Adrien Rabiot punya masalah dengan egonya yang mengubahnya dari pemain akademi yang baik menjadi pemain professional yang bermasalah. Dimulai dari menolak menjadi pemain reserve untuk Prancis di Piala Dunia 2018, lalu berulah di PSG dengan memaksakan diri untuk pindah ke Barcelona. Rabiot merasa talentanya cukup untuk membuat dirinya bertahan di starting 11, dan itu adalah masalah besar.

Nama-nama macam Ramsey, Bentancur, Can, Matuidi, dan Pjanic bukanlah nama yang bisa disingkirkan dengan meyakini bahwa dirimu bertalenta.  Rabiot harus membuktikan diri bahwa dia pantas di tim utama karena talenta tanpa usaha cuma kesia-siaan.

Rabiot harus mengatasi dua masalah tersebut ketimbang memilih pergi dari Juventus. Dengan menit bermain yang sedikit, tim-tim lain pasti ragu untuk merekrut dirinya. Pergi ke tim lain pun belum tentu menjamin keberuntungan dirinya akan membaik. Usianya masih cukup muda untuk memperbaiki kekurangan dirinya dan berubah menjadi pemain yang bisa diandalkan.

Dengan rumor Khedira dan Emre Can yang akan dijual oleh Juventus, harusnya Rabiot sadar bahwa persaingan lini tengah akan berkurang. Dirinya harus bersiap dan juga berusaha lebih keras agar paruh musim ini dan juga musim depan dirinya bisa mendapat menit bermain yang lebih banyak dan juga membuktikan kata-katanya dulu, bahwa dia adalah Steven Gerrard-nya PSG.

BACA JUGA Pusing sama Cara Wasit Liga Inggris Memanfaatkan VAR dan artikel menarik lainnya di rubrik BALBALAN.

Terakhir diperbarui pada 5 Januari 2020 oleh

Tags: adrien rabiotJuventuspsg
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

juventus mojok.co
Kilas

Dugaan Financial Fraud di Balik Mundurnya Para Petinggi Juventus

30 November 2022
Ibrahimovic, Protagonista Berbahaya yang Menggendong AC Milan MOJOK.CO
Balbalan

Ibrahimovic, Protagonista Berbahaya yang Menggendong AC Milan

1 November 2021
Manchester United, Rumah yang Memeluk Cristiano Ronaldo MOJOK.CO
Balbalan

Manchester United, Rumah yang Memeluk Cristiano Ronaldo

28 Agustus 2021
Takdir Berliku Cristiano Ronaldo dan Pep Guardiola yang Bikin Fans Messi Menangis MOJOK.CO
Balbalan

Takdir Berliku Cristiano Ronaldo dan Pep Guardiola yang Bikin Fans Messi Menangis

26 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

pendatang di jogja.MOJOK.CO

Nasib Menjadi “Pendatang” di Jogja: Selalu Disalahkan Atas Masalah yang Terjadi, padahal Menjadi Sumber Penghasilan Para Akamsi

18 Februari 2026
Geliat open bo di MiChat saat malam Valentine: pelampiasan lewat layanan "rasa pacar" MOJOK.CO

Geliat Layanan Open BO “Rasa Pacar” di MiChat, Pelampiasan dan Upaya “Laki-laki Gagal” Mencari Validasi

14 Februari 2026
Ramai, 'Cukup Aku Saja yang WNI': Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia MOJOK.CO

Ramai, ‘Cukup Aku Saja yang WNI’: Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia

20 Februari 2026
Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
Tanpa Cina dan Pecel Lele, Mental Orang Jawa Pasti Ambruk (Wikimedia Commons)

Persahabatan Aneh dengan Anak Cina Membawa Saya ke Pecel Lele di Bawah Jembatan Janti yang Menjadi “Pelarian” bagi Orang Jawa

16 Februari 2026
3 Dosa Indomaret yang Bikin Kecewa karena Terpaksa (Unsplash)

3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa Serta Tak Berdaya, tapi Tak Bisa Berbuat Apa-apa karena Terpaksa

21 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.