Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Habib Rizieq Pulang di Hari Pahlawan Seperti Epic Comeback Miracle of Istanbul Liverpool vs AC Milan

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
10 November 2020
A A
Habib Rizieq Pulang di Hari Pahlawan Seperti Epic Comeback Miracle of Istanbul Liverpool vs AC Milan MOJOK.CO

Habib Rizieq Pulang di Hari Pahlawan Seperti Epic Comeback Miracle of Istanbul Liverpool vs AC Milan MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ketika Habib Rizieq kembali ke Indonesia di Hari Pahlawan, semua orang akan mengingatnya sebagai aksi kepulangan dia yang diasingkan negara. Epic comeback seperti LIverpool vs AC Milan.

La remontada, istilah dalam Bahasa Spanyol yang cocok digunakan untuk menggambarkan sebuah perjuangan membalikkan keadaan. Jika digunakan sebagai kata benda, la remontada bermakna ‘the comeback’. Untuk sebuah peristiwa yang luar biasa, kita boleh menambahkan kata epic di depan comeback.

Kembalinya Imam Besar Habib Rizieq ke Indonesia, setelah beberapa kali batal, bisa dikatakan sebagai salah satu epic comeback. Salah satu buktinya adalah Pak Habib menginjakkan kakinya kembali ke kampung halaman tepat 10 November, pas dengan perayaan Hari Pahlawan!

Kembali di Hari Pahlawan, Imam Besar Habib Rizieq seperti dipotret sebagai pahlawan yang kembali dari “pengasingan”, dimusuhi negara, tetapi tetap dicintai umatnya. Sejak dini hari di Hari Pahlawan, para umat Pak Habib sudah memadati kawasan di sekitar Bandara Soekarno-Hatta. Ah, siapa, sih yang nggak mencintai Pak Habib satu ini? Bisa dipastikan, Indonesia akan kembali “berwarna”.

Di sepak bola, tidak banyak epic comeback yang pernah saya saksikan. Salah satu yang menjadi ikon la remontada adalah final Liga Champions 2005 di Istanbul, Turki. Liverpool melawan AC Milan dalam sebuah laga yang lebih cocok dibilang drama ketimbang sepak bola.

Sebagai fans Arsenal, saya lahir di tengah keluarga Milanisti, fans AC Milan. Bahkan jersi pertama yang saya kenakan adalah jersi nomor enam, milik legenda AC Milan, Franco Baresi. Kakak saya, dengan sedikit memaksa, memberikan jersi itu sebagai usaha “membaptis” saya menjadi fans Milan, sesuai identitas keluarga.

Otomatis, masa kanak saya diwarnai dengan mengumpulan poster dan guntingan koran olahraga. Wajah-wajah Baresi, Paolo Maldini, Marco van Basten, hingga Manuel Rui Costa mewarnai dinding kamar saya. Namun, bulan madu saya bersama Milan tidak berlangsung lama. Ketika Arsene Wenger mulai saya kenal, perlahan, nama Arsenal yang ada di dalam hati.

Malam itu, 25 Mei 2005, selama beberapa jam, saya kembali mendukung Milan. Apalagi, lawan mereka adalah Liverpool, salah satu rival Arsenal di Liga Inggris. Kakak dan saudara-saudara saya sudah mulai berpesta di jeda babak. Saat itu, Milan sudah unggul 0-3. Final Liga Champions malam itu bakal ditulis sebagai salah satu final yang menjadi antiklimaks.

Namun, Liverpool masuk ke lapangan di babak kedua dengan suasana hati yang berbeda. Malam itu, fans AC Milan dua kali patah hati. Pertama, dalam waktu singkat, skor menjadi sama kuat 3-3. Kedua, fans Milan sangat optimis ketika juara harus ditentukan dengan adu tendangan penalti.

Milan sudah punya pengalaman menjadi juara lewat drama adu penalti. Final Liga Champions 2003, Milan mengalahkan Juventus. Namun, di Istanbul, keyakinan itu dipatahkan oleh aksi epic comeback Jerzy Dudek, kiper Liverpool, yang di babak pertama dua kali salah mengambil keputusan.

Miracle of Istanbul tercipta. Salah satu laga la remontada terbaik di dunia. Keajaiban tercipta untuk mereka yang mau bekerja keras dan ikhlas. Kembalinya Imam Besar Habib Rizieq ke Indonesia, tepat di Hari Pahlawan, juga sebuah keajaiban.

Sebuah titi mangsa yang menjadi penanda sekaligus menjadikan Habib Rizieq bak pahlawan. Yah, terlepas dari sengaja atau tidak, pemilihan Hari Pahlawan sebagai tanggal kepulangan memang ciamik.

Kabar baik juga terdengar di Hari Pahlawan ini. Berbagai kasus yang menjerat Imam Besar Habib Rizieq konon sudah SP3.

Pak Habib hengkang dari Indonesia ketika tersandung kasus chat dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya. Pada November 2015, Habib Rizieq dilaporkan Angkatan Muda Siliwangi ke Polda Jawa Barat setelah memplesetkan sapaan khas Sunda, sampurasun. Habib Rizieq juga tersangkut kasus penodaan Pancasila. Hmm… banyak ya, diborong semua.

Iklan

Konon, semua kasus Habib Rizieq itu sudah berstatus SP3. Namun, kelak ketika ditemukan bukti baru, kasus tersebut bisa dibuka lagi. Sementara itu, Habib Rizieq bisa mengajukan permohonan praperadilan jika tidak terima kasusnya dibuka lagi, apalagi ketika tidak ada transparansi.

Salah satu makna kata “pahlawan” adalah dia yang menonjol karena keberaniannya. Kembalinya Habib Rizieq tepat di Hari Pahlawan ini, sekali lagi, menjadi strategi yang tepat karena simbol selalu mudah diingat orang. Oleh sebab itu, istilah la remontada, epic comeback, dan miracle of Istanbul dibuat.

Sebagai pengingat akan sebuah simbol. Sebuah penanda yang membantu manusia mengingat. Ketika Habib Rizieq kembali ke Indonesia di Hari Pahlawan, semua orang akan mengingatnya sebagai aksi kepulangan dia yang diasingkan negara.

BACA JUGA Mempertimbangkan Kondisi Politik Saat ini, Bukan Tak Mungkin Habib Rizieq Ditunjuk Menjadi Menteri atau tulisan-tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 24 September 2025 oleh

Tags: AC MilanArsenalFPIHabib Rizieqhari pahlawanLiverpoolmilan
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Harry Maguire Bek Dungu Manchester United Anti Bullying MOJOK.CO
Esai

Harry Maguire, Bek Dungu Milik Manchester United yang Mengajari Kita Makna Ketahanan Mental dan Cara Melawan Bullying

20 Oktober 2025
Untung Mohamed Salah Nggak Jadi Buruh di Indonesia MOJOK.CO
Esai

Beda Nasib Mohamed Salah dan Pekerja di Indonesia saat Menyuarakan Hak: Menghasilkan Ketimpangan yang Dinormalisasi

6 Januari 2025
Fakta-Fakta Unik Bung Tomo di Pertempuran Surabaya yang Jarang Diketahui Orang
Video

Fakta-Fakta Unik Bung Tomo di Pertempuran Surabaya yang Jarang Diketahui Orang

20 November 2023
Silvio Berlusconi Abadi Bersama Angka 3 di Universe AC Milan MOJOK.CO
Esai

Silvio Berlusconi Abadi Bersama Angka 3 di Universe AC Milan

13 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Work from home (WFH) untuk ASN tidak peka kondisi pekerja informal MOJOK.CO

WFH 1 Hari ASN Perlu Lebih Peka terhadap Kondisi Pekerja Informal

30 Maret 2026
5 Kuliner Dekat Stasiun Tugu Jogja yang Sudah Teruji Lidah Warlok, Layak Dicoba Sebelum atau Sesudah Naik Kereta, Mojok.co

5 Kuliner Sekitar Stasiun Tugu Jogja yang Sudah Teruji Lidah Warlok, Layak Dicoba Sebelum atau Sesudah Naik Kereta

27 Maret 2026
Stasiun Tugu Jogja nggak cocok untuk orang kaya tak bermoral. MOJOK.CO

Pintu Timur Stasiun Tugu Jogja Nggak Cocok untuk User Eksekutif Nirempati dan Ojol yang Kesabarannya Setipis Tisu

26 Maret 2026
Pekerja Surabaya pindah kerja di Jogja kaget dengan kebiasaan "menghibur-hamburkan uang" pekerja Jogja MOJOK.CO

Pekerja Surabaya Pindah Kerja di Jogja: Bingung sama Kebiasaan “Buang-buang Uang”, Repot karena Budaya Traktir Teman

26 Maret 2026
Kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) diajar dosen absurd. Mata kuliah (matkul) apa yang diajar apa. Fokus mengharamkan dan mengkafirkan pihak lain MOJOK.CO

Diajar Dosen “Absurd” saat Kuliah UIN: Isi Matkul Paksa Sesatkan dan Mengafirkan, Ujian Akhirnya Praktik Wudu yang Berakhir Nilai C

29 Maret 2026
Resign after lebaran karena muak dengan kantor toxic demi work life balance di Jogja MOJOK.CO

Nekat Resign After Lebaran karena Muak Kerja di Kantor Toxic, Pilihan “Ngawur” untuk Cari Happy tapi Stres Tetap Tak Terhindarkan

30 Maret 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.