Arsip Artikel: Aisyah Amira Wakang
771 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.
Niat “Ngadem” di Taman Kota Semarang, Malah Bertemu Bapak-bapak “Yapping” yang bikin Hati Nelangsa
Obrolan daging di taman-taman Kota Semarang, tentang upaya warganya bertahan hidup di segala kondisi.
Saat KAI Masih Sibuk Mengkaji Pembukaan Stasiun Kalasan, Warga Sudah Muak dengan Anak Muda yang Menjadikannya Tempat Maksiat
Nasib Stasiun Kalasan kini masih terbengkalai. Warga berharap rencana pembukaannya dapat terealisasi segera sehingga tidak jadi tempat maksiat.
Tak Pernah Malu Kuliah di “Kampus Elite” dengan Beasiswa, Mahasiswa Ini Justru Dapat Pelajaran Berharga
Kabupaten Slamen punya ratusan beasiswa untuk keluarga miskin dan rentan miskin yang anaknya ingin kuliah S1 di kampus swasta favorit seperti Amikom.
Nyaris Hilang Harapan Kuliah di PTN, Beruntung Bisa “Move on” hingga Kuliah Gratis di PTS Terbaik dengan Beasiswa dari Sleman
Kuliah di kampus swasta (PTS) tak selalu buruk. Setidaknya, ia menjadi harapan bagi mahasiswa ini yang berhasil mendapat beasiswa dari Kabupaten Sleman.
Gen Z Rela Magang Tidak Dibayar (Unpaid) tapi Serba Salah: Menawarkan Bantuan Malah Dikucilkan, Diberi Tugas Justru Berlebihan
Sebagian gen Z rela mengikuti magang unpaid atau tidak dibayar, tapi sebagian lagi tidak. Bagaimana aturan seharusnya?
Alasan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Lebih Tertarik Kuliah di Universitas Terbuka (UT) daripada di PTN Top
Universitas Terbuka (UT) bukan untuk mahasiswa yang bodoh, pemalas, ingin lulus cepat, atau ingin mendapat gelar semata. Tantangannya jauh lebih berat.
Merajut, Kegiatan “Terapi” bagi Emak-Emak di Semarang agar Sehat Jasmani dan Ekonomi
Emak-emak di Kota Semarang kini punya hobi merajut. Selain sehat untuk jiwa dan raga, merajut juga hasilkan cuan. Hitung-hitung buat jajan.
Selamat Tinggal Sepatu Bata, Terima Kasih Sudah bikin “Milenial Jelata” Seperti Kami Bisa Merasakan Punya Barang Mewah di Sekolah
Saat Sepatu Bata tidak diproduksi lagi, yang tersisa hanyalah air mata, kenangan bersama bapak di malam sebelum Hari Raya, dan perasaan bahagia terlihat seperti orang kaya.