Arsip Artikel: Aisyah Amira Wakang
771 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.
Rahasia Sukses Semarang untuk Menggenjot Masalah Stunting hingga Jadi Peringkat ke-2 Terendah di Jawa Tengah
Dear Mom, periksakan rutin buah hati lewat layanan gratis sebelum mengalami tanda-tanda bahaya stunting seperti ini…
Bahayanya Mikroplastik yang “Menari-nari” di Atas Langit Jakarta, Alarm bagi Warga untuk Mengubah Habit Buruknya
Apa yang perlu dilakukan warga Jakarta ketika lingkungannya terancam oleh bahaya mikroplastik?
Uang Habis untuk Biaya Pengobatan Ibu sampai Jual Harta Berharga agar Bisa Kuliah, Kini Jadi Wisudawati dengan Segudang Prestasi
Wisudawati dari UMSurabaya ini sempat gagal kuliah karena ditolak PTN, bahkan harus jual harta berharga untuk biaya pendaftaran dan rawat ibunya yang sakit.
Kebaikan Seorang Pensiunan Dokter yang Dikenang Mahasiswa Jogja, Berikan Tempat Inap Gratis hingga Dianggap Seperti Keluarga
Kisah pensiunan dokter di Jogja yang membantu para mahasiswa sediakan tempat inap gratis hingga berasa seperti keluarga.
Menantang Diri dari Jogja ke Klaten Memakai Yamaha Mio Butut Berusia 14 Tahun, Penuh Rintangan tapi Tetap Jadi Motor Kesayangan
Motor Yamaha Mio 2011 sering bawa sial untuk berkendara jauh, tapi kali ini perjalanan dari Jogja ke Klaten terasa menyenangkan karena ikuti tips ini.
Pengalaman Apes di Jogja, Baju Robek Tiba-tiba hingga HP Tertinggal di Ruang Ganti Matahari Store Malioboro
Belanja kurang enak di hati di Matahari Store, Malioboro, Jogja karena sepi pengunjung, hp yang tertinggal di ruang ganti, dan hampir dikira maling.
Cara Menjadi Jawa Seutuhnya dengan Mengilhami Bahasa, Tanpa Mencampurnya Jadi “Jawindo” dan Bahasa Slang ala Gen Z
Gen Z kini suka mencampur-campur bahasa Jawa dengan bahasa Indonesia hingga kehilangan maknanya karena tak paham konteksnya.
Kala Warga Kota Semarang Dapat “Uang Kaget”, dari Ide Nyeleneh sampai Bikin Kampung Jadi Lebih Hidup
Pengalaman pertama warga Kota Semarang dapat uang puluhan juta. Awalnya bingung dipakai apa, hingga bisa membuat suasana kampung jadi guyub.