Arsip Artikel: Aisyah Amira Wakang
803 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.
Belajar dari Kerja Keras Sang Bapak sebagai Buruh Bangunan, Antarkan Saya Jadi Wisudawan Terbaik di Unesa
Seorang mahasiswa asal Nganjuk, Jawa Timur berhasil jadi wisudawan terbaik di Unesa Jurusan Psikologi, belajar dari kerja keras bapak.
Paparan Narkoba Kian Mengkhawatirkan, Alarm Serius bagi Mahasiswa Indonesia yang Sedang Belajar di Luar Negeri
Belajar di luar negeri tak hanya dituntut mandiri tapi harus jaga diri dari bahaya narkoba di tengah situasi global yang memanas.
Stok Beras Bulog Memang Berlebih di Gudang, tapi Tak Jamin Masyarakat Bisa Beli dan Petani Sejahtera
Produksi beras dari Bulog tahun 2025 diperkirakan naik 13,54 persen, tapi menurut pengamat harganya bakal tetap mahal. Mengapa?
Sisi Gelap PTN yang Bikin Dosen Menderita, Sibuk Mengejar Akreditasi tapi Kesejahteraan Dosen Jauh Panggang dari Api
Ketimpangan remunerasi antar PTN memunculkan istilah dosen “pejabat” dan dosen “biasa”, mendesak mereka berbuat hal yang menyimpang.
Keindahan Semu di Kaki Gunung Semeru
Selain memberikan kebahagiaan karena pemandangannya yang memukau, Gunung Semeru juga mengerikan terutama saat erupsi.
Olahraga Jadi Alasan Hidup Pemuda Asal Madura Ini usai Ayah dan Ibu Tiada, hingga Raih Gelar Doktor Termuda di Unesa dengan IPK Sempurna
Pemuda asal Sampang, Madura ini raih gelar doktor termuda di Unesa tapi tak bisa sombong ke orang tua yang sudah tiada.
Perjalanan ke Bromo Nyaris bikin Kecewa karena Kabut Tebal, tapi Terselamatkan berkat Keramahan Warganya
Saya sempat kecewa karena tak bisa melihat sunrise di Bromo akibat kabut tebal, tapi terobati oleh kebaikan warganya.
Tak Tega Lihat Ibu Sakit-sakitan, Akhirnya Belikan Sepatu Mahal dari Hasil Gaji UMR Jogja agar Ibu Lekas Sembuh
Seorang pemuda asal Klaten tak tega melihat ibunya sakit-sakitan, hingga membiasakan keluarganya berolahraga dan membelikan ibunya sepatu mahal meski gajinya sebatas UMR Jogja.