Bagi saya ini adalah kebijakan yang kurang ajar.

Pemerintahan Joko Widodo yang menggembar-gemborkan program penghematan, kok PNS yang jadi korban? Apakah bapak Presiden Jokowi dan Bapak Menteri Yuddy Chrisnandi tidak tahu, menjadi aparatur negara itu bukan hal yang mudah. Hidup sebagai PNS itu susah, gajinya kecil, pekerjaannya berat.

Dengan adanya larangan rapat dinas di hotel, larangan menggunakan penerbangan kelas bisnis hingga larangan mengonsumsi makanan impor saat acara dinas, saya kira pemerintahan kali ini tidak adil.

Menjadi PNS itu berat, bayangkan tiap hari mesti melayani rakyat, di sisi lain harus menamatkan zuma mengurus keluarga. Bayangkan tiap hari dari sekian jam kerja yang berat mereka juga harus jualan tupperware sigap pulang cepat. Menjadi PNS adalah perjuangan melawan kesuntukan. Pernahkah Bapak-bapak sekalian datang ke kelurahan pukul 10 siang dan kantornya kosong? Pernahkah Bapak-bapak sekalian bikin paspor dan proses pembuatannya butuh berhari-hari? Semua itu karena kerja yang berat tadi, Pak.

Jumlah PNS di Indonesia saat ini 4,5 juta, dan mereka harus melayani 244,8 juta jiwa. Itu tidak cukup, Pak. Rasio jumlah penduduk dan PNS sebesar 1,83%,  ini jauh di bawah rata-rata rasio PNS negara-negara Asia. Apalagi dengan adanya moratorium rekrutmen, PNS negeri ini akan semakin kelabakan melayani rakyat. Maka jangan salahkan para PNS tadi jika layanan tidak maksimal. KTP yang harusnya sejam jadi ternyata berhari hari,  paspor yang harusnya sehari kelar tapi sangat lama.

Meski kelihatan berat, tapi hidup PNS itu mulia, Pak. Berapa mertua yang ingin anaknya nikah dengan PNS? Berapa banyak orang yang rela bayar mahal untuk jadi PNS? Banyak dari generasi kami ingin jadi PNS karena tidak ingin hidup sederhana, kami ingin hidup enak dan sejahtera. Sebagai orang yang gagal jadi PNS saya merasa iri dengan kawan-kawan saya yang PNS. Mereka bisa melakukan perjalanan dinas, makan-makan, bikin acara gak jelas di hotel dan juga menginap di hotel dengan biaya negara.

PNS adalah citra hidup indah yang banyak kami inginkan.

Kebijakan lain yang menggelikan adalah kebijakan mendorong peningkatan produksi dalam negeri dan kedaulatan pangan, dengan memerintahkan setiap instansi untuk menyajikan menu makanan tradisional yang sehat, atau buah-buahan produksi dalam negeri, di setiap penyelenggaraan pertemuan maupun rapat. Kebijakan macam apa ini, Pak? Saya sendiri, kalau datang ke acara pemerintahan, ingin makan yang enak-enak. Ini kok disuruh makan singkong rebus? Bapak ini bagaimana sih?

Di kampung saya, di Jawa Timur sana, tanda rumah makan enak dan mahal adalah rumah makan yang ada banyak PNSnya saat jam makan siang. Kenapa? Karena PNS-PNS tadi punya cita rasa dan sensitivitas lidah yang luar biasa. Mereka gak biasa makan makanan medioker macam singkong rebus. Mereka biasa makan enak dan mahal. Bahkan beberapa warung di kampung saya bikin peraturan “Tidak menerima Bon Kosong”. Entah apa itu artinya. Apakah tiap makan PNS tadi minta bon kosong atau bagaimana, saya tidak tahu. Tapi yang jelas kebijakan makan singkong ini harus dilawan!

Bapak menteri boleh bilang bahwa kebijakan ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, siapa suruh mereka jadi petani? Kenapa gak jadi PNS aja?

Jadi PNS itu susah dan mahal, Pak. Lihat saja, berapa banyak berita di koran yang mengabarkan orang-orang ditipu puluhan sampai ratusan juta supaya jadi PNS? Orang-orang itu rela bayar mahal karena ingin hidup makmur, makan enak dan terjamin masa tuanya. Eh, ini sudah jadi PNS kok malah disuruh prihatin. Bapak ini piye, toh?

Selain itu, pelarangan pesta pernikahan mewah bagi PNS adalah bentuk pelanggaran HAM. Kan tidak pakai duit negara, Pak? Keluarga PNS itu gak semuanya melarat, banyak yang sudah kaya-raya sebelum negara ini lahir. Jangan samakan semua PNS seperti Gayus Tambunan. Ada yang emang kaya bukan dari duit pemerintah kok, tapi dari kerja kerasnya. Meski PPATK telah menemukan 10 PNS muda—usia di bawah 30 tahun—dengan rekening puluhan milyar, ya siapa tahu mereka kerja keras.

Gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun 2014 mengalami kenaikan sebesar 7 % dibanding dengan Gaji PNS di tahun 2013. Kenaikan gaji pokok PNS 2014 tercantum dalam Peraturan Pemerintah RI No. 34 tahun 2014, mengenai Perubahan Keenambelas atas Peraturan Pemerintah No.7 tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil. Golongan satu maksimal gaji bisa Rp 2,413,800, golongan dua Rp 3,432,300, golongan tiga Rp. 4,310,100, dan golongan empat Rp 5,302,100.

Jika sampai ada rekening hingga milyaran dalam PNS-PNS muda, itu kan oknum. Tidak semua PNS demikian, Pak. Semua PNS di Indonesia adalah abdi negara yang berdedikasi, mencurahkan integritasnya, tidak pernah korupsi, tidak pernah titip absen, tidak pernah nganggur di kantor, dan yang pasti, tidak pernah menerima ceperan sama sekali!

Kalau harus hemat, ya Bapak sendiri harus mulai hemat. Jangan naik mobil dinas, naik Commuter line. Makan di warteg atau nyicil KPR. Bapak yang punya program, kok PNS yang harus menanggung beban?

Jadi, kalau PNS-PNS tadi mau bikin kawinan dengan mengundang 10.000 orang atau dibikin live seperti Raffi Ahmad ya suka-suka dia. Duit-duit dia, kok pemerintah yang repot. Perkara ada yang merasa bahwa hal itu akan melahirkan kesenjangan sosial, siapa suruh jadi miskin? Siapa suruh gak jadi PNS? Lagipula daripada ngurusi jumlah tamu undangan PNS, pemerintah lebih baik mengurusi pembayaran Obligasi Bunga Rekap yang ratusan triliun itu. Biarkan PNS bermain zuma bekerja dengan baik melayani masyarakat.

Jika Bapak tetap memaksa PNS untuk hidup hemat dan sederhana, maka tunggu saja revolusi akan terjadi. Karena para PNS tak akan kehilangan apapun kecuali gaji ketiga belas!

  • Rikian Wirantoputri

    Kampret dhani

  • danis pojokan

    termyata saya PNS… saya baru sadar

    • sama saja, saya juga baru sadar setelah 5 tahun jadi PNS..

  • hubi riraen

    TAHEKK!! SAYA JUGA PENGEN JADI PNS, PAK!!

    .

  • “Lihat saja, berapa banyak berita di koran yang mengabarkan orang-orang ditipu puluhan sampai ratusan juta supaya jadi PNS?”

    yen wes ketipu ngomong, yen sogok’ane sukses, meneng wae… ahahaha… bobrok..

  • Finetypo

    edan!! wahahaha…skor CAT-ku cuma 300 jauh banget kalo mau jd PNS :))

  • Lutfi Ariyansah

    “Karena para PNS tak akan kehilangan apapun kecuali gaji ketiga belas!”

  • danking

    walah mas… jangan mau jadi PNS, bisa kurus sampeyan!

  • Safira

    kak, kalo jadi PNS gajadi nikah kita ntar.

  • The Occe

    buzinga!

  • jojokarto

    saya heran, setiap saya ke instansi pemerintah, di beberapa kota, pasti ada yang lagi main Zuma! Ini program pemerintah, konspirasi, tukang nginstall Windows bajakannya yang iseng, atau gimana ya?

  • mirza akmal

    Sarkastik…. mohon maaf sebelumnya bung. jangan di generalisasikan, kasihan bagi PNS yg bekerja dengan penuh tanggung jawab,…berprasangka baik lah. Bila kita membicarakan keburukan seseorang, hanya ada dua yg yg kita peroleh, bila itu benar menjadi Ghibah bila salah menjadi fitnah…yg terpenting kita berkaca pd diri sendiri, apakah kita sdh menjalankan tanggung jawab thd Tuhan YME. diri sendiri, keluarga, pekerjaan, masyarakat dan bangsa ini…. Maaf klo sy pribadi masih bnyak kekurangan.. tks salam sukses..

  • Debby Niken Kw

    kamehame ya dannnnn

  • Abu Hayyan

    Saya sebagai PNS, gak tersinggung dengan tulisan Anda, karena mungkin Anda melihat dari kinerja kebanyakan PNS yang Anda temui seperti itu…padahal tidak semuanya. Untuk urusan makan singkong dan ubi rebus atau ketela rebus, pisang rebus bagi saya sudah biasa… lha wong dari kecil sampai sekarang jajanan yang sering saya makan itu… jadi gak betul juga jadi PNS itu enak… yang saya alami dan rasakan.. jadi PNS itu tenang/damai karena selama pekerjaan dilakukan sesuai aturan yang ada dan gaji tiap bulan lancar…apalagi yang dipusingkan… tinggal sisihkan sebagian untuk masa depan anak (makanya gak kaget harus makan yang rebus-rebus seperti aturan Pak Jokowi)…Tetap Semangat.

    • niken

      Sama pak.. saya juga biasa aja.
      Hehehe…
      Paling sedikit kehilangan rasan nginep di hotel, yang artinya kalo ada koordinasi dan desk yang berkesinambungan harus berpikir lebih keras supaya bisa cepat pulang. Biar masih ada angkutan saat pulangnya kemaleman. Entahlah…
      Mungkin memang lebih banyak pns yang bermain zuma, dibanding yang bekerja.
      Mungkin saya perlu menginstall game zuma, supaya bisa seperti yang digambarkan mereka.

  • wawan

    jawabannya simple kalo gak enak dan gak mau di atur jadi PNS berhenti aja jadi PNS.. gitu aja koq repot…

  • dewi

    Pns yang bisa bermewah2 mungkin yang korupsi. KPK kejar mereka !!

  • Habib

    Sampeyan kok menggeneralisir sesuatu berlebihan banget. Dulu belajar di sekolah negeri atau swasta, kuliah? nah itu guru-guru yang ngajarain sampeyan PNS bukan? air susu dibalas air tuba.

  • dea

    beberapa dinas malah lebih sangar kerjaannya dari karyawan swasta mas Arman Dhani, Suami saya selalu pulang lebih dari jam 9 malem. Bukan karena jualan tupperware, bukan karena nyari ojekan lain, bukan pula kepincut gadis mabok, tapi karena kerjaannya numpuk bin puadet. Tapi saya bersyukur lho kalau memang disguhin singkong rebus di kantornya, jadi nda repot ngingetin makan pagi tiap hari =D

  • mbah bromo

    Yang ngomong bukan PNS, jadi tidak tahu hal yang sesungguhnya. Ya bisa dikatakan seperti mengingau.

  • JONAJONAJONA

    SUDAHLAH TULISAN INI JANGAN DIKOMENTARI LAGI. NANTI SEMAKIN JUMAWA SANG PENULIS YANG KERAP KALI DIKENAL SEBAGAI AKTIVIS SOSIAL MEDIA NAN EDGY SERTA HIP.
    SEMAKIN BANYAK KOMENTAR SEMAKIN SUKSES TULISAN INI.
    MARI KITA KERJA SAJA.

  • JONAJONAJONA

    YANG NULIS BUKAN YANG DISURUH BERHEMAT. IRRELEVANT DAN TIDAK KOMPETEN.

  • Hahaha…
    gaya penulisan yang asik…

    saya kira ini adalah sudut pandang yang biasa dari seorang manusia, ini hanya upaya penyampaian untaian kata hati berdasar sampling yang diamati, memang tidak semua karena memang tidak mungkin mengamati semua PNS karena itu pekerjaan orang yang kurang kerjaan..

    saya kira kalau ada yang marah itu bagi mereka yang terusik karena terkuak topengnya..
    tapi kalau PNS yang bekerja dg baik mana mungkin sempat komen disini, mereka tentunya lebih sibuk dan memilih untuk sibuk mengabdikan dirinya untuk rakyat, kan mereka pelayan rakyat jadi kalau KTP masih perlu waktu seminggu untuk jadi ya harusnya lebih baik mengebut penyelesaian KTP itu dari pada komen sewot-sewot sadap disini…

  • Dani

    gak rooh opo to kwi zuma , tupperware, sejenis makanan tradisional ya. Xi.Xi.Xi. Dabalik Meja Tampak Tegang Po Piye Ra Jelaz Xi.Xi.Xi

  • Pingback: Presiden Jokowi Perlu Merekrut Agus Mulyadi | Mojok()

  • Pingback: May Day -Mojok()

  • kacung mumet

    Zuma edisi sing enek kodok nembak bal abang ijo kuning biru??? hwuakakakakkkk

  • Hari Agung Pambudi

    hehhe…. saya bukan PNS…. tapi saya merasa yang dimaksud itu bukan semeua PNS… tapi beberapa PNS… hihihi…

    Kasian bagi PNS yang benar2 bekerja jika di anggap seperti apa yang dikatakan di atas,,, 😀

  • Pingback: Teruntuk Arman Dhani, From PNS with Love | Mojok()

No more articles