[MOJOK.CO] “Wahai generasi ’90-an, kalian adalah saksi hidup teori konspirasi yang menghilangkan Rong Rong.”

Sebagai salah satu majalah legendaris di Indonesia, Bobo telah memberi sumbangsih besar pada memori menyenangkan masa kecil, termasuk pada generasi ’90-an. Salah satu cergam (cerita bergambar) yang dimunculkan dalam majalah ini adalah cergam “Bona Si Gajah Kecil Berbelalai Panjang”, yang tokoh utamanya, si gajah Bona, mulanya berwarna pink serta memiliki sahabat seekor kucing bernama Rong Rong.

Sayangnya, sejak 2015, Bona telah diubah warnanya menjadi ungu dan tidak lagi berpetualang bersama Rong Rong. Kucing itu hilang dari cerita!

Sepanjang pengalaman saya, hampir tidak ada orang yang rela-rela saja Bona berganti warna, apalagi cerita berikutnya pun sampai harus “mengorbankan” Rong Rong. Omong-omong, kalau ada jajak pendapat, saya rasa pastilah banyak yang masih merindukan Rong Rong. Ya, sekalipun tidak nyentrik, ia tetaplah menarik. Kucing idaman.

Tapi, kenapa Rong Rong tetap harus cabut? Sesungguhnya, kemungkinan dari hal ini hanyalah satu: penanggung jawab serial Bona dan Rong Rong merupakan penganut kepercayaan teori-teori yang muncul tahun ’90-an!

Pernah bikin pesawat kertas? Saya rasa, kalaupun tidak pernah, kamu pasti sesekali memainkannya dengan teman. Dengan memegang pesawat kertas andalan sendiri-sendiri, anak-anak zaman dulu sering berlomba menerbangkan pesawat kertasnya sejauh dan setinggi mungkin. Demi memenangkan pertandingan, ilmu-ilmu rahasia pun kemudian diperoleh.

Konon, agar pesawat kertas bisa terbang jauh, kamu harus meniup bagian depannya. “Hah, hah,” begitu bunyinya. Setelah terkena cipratan air dan bau liur, pesawat kertas pun diyakini memiliki kemampuan super untuk terbang lebih tinggi dan jauh.

Berkaca dari teori ini, serial Bona dan Rong Rong pun mengalami perubahan. Jika Bona diibaratkan sebagai pesawat kertas, di manakah Rong Rong? Dalam banyak momen cerita, Rong Rong selalu digambarkan berada di depan Bona. Alasannya, kalau di belakang, ya nga keliatan. Kucing gitu loh, jalan sama gajah.

BACA JUGA:  Merawat Kenangan Bersama Jadwal TV Jaman Dulu

Maka dari itu, sesuai dengan teori “meniup bagian depan pesawat kertas”, Rong Rong haruslah ditiup. Di-fyuh-fyuh. Di-hah-hah. Kalau menurut KBBI, tiup artinya embus. Embus artinya enyah. Pergi 🙁

Harapan anak-anak zaman dulu, setelah bagian depan pesawat kertas ditiup, pesawat kertas mereka bisa lebih unggul dibandingkan yang lain. Terbangnya lebih tinggi, lebih jauh.

Bisa jadi, harapan yang sama dialamatkan pada Bona. Bersamaan dengan diembuskannya Rong Rong dari cergam satu halaman itu, Bona diharapkan bisa “melejit” lebih jauh dari tempatnya sekarang.

Begitulah, my lov. Ini adalah kenyataan yang harus kita terima dengan lapang dada. Kepergian Rong Rong ternyata merupakan bentuk nyata dari teori yang kita anut sejak kecil. Dilarang protes, karena ternyata pesawat kertas yang kamu kasih bau mulut tadi beneran bisa terbang jauh.

Tapi, sebenarnya, masih ada satu hal lagi yang perlu diperhatikan: terkait perkara tiup-meniup, masih ada satu teori lagi yang perlu diingat, yaitu teori yang menyebutkan bahwa jika sebuah serutan ditiup, serutan itu akan tumpul.

Mari kita doakan saja semoga teori yang terakhir ini nga berlaku bagi Bona~

Komentar
Add Friend
No more articles