Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Kondisi Autoimun Terjadi Ketika Sistem Kekebalan Tubuh ‘Bunuh Diri’

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
6 April 2020
A A
autoimun auto imun sistem kekebalan tubuh antibodi covid19 penyakit ashanty cara mengobati autoimun penyebab autoimun diabetes type 1 psoriasi mojok.co

autoimun auto imun sistem kekebalan tubuh antibodi covid19 penyakit ashanty cara mengobati autoimun penyebab autoimun diabetes type 1 psoriasi mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ketika kondisi autoimun, alih-alih melindungi dari berbagai penyakit, sistem kekebalan tubuh justru menyerang dan mematikan sel-sel yang sehat.

Istilah autoimun memang masih asing. Beberapa orang bahkan nggak tahu bahwa kondisi autoimun adalah sebuah penyakit yang hingga sekarang belum diketahui pasti penyebabnya. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh yang memproduksi antobodi nggak lagi bisa mengenali mana kawan dan mana lawan.

Normalnya, antibodi bakal menyerang mikroorganisme berbahaya seperti bakteri dan virus sehingga tubuh kita terlindungi dari serangan penyakit. Tetapi ketika tubuh autoimun, sel-sel yang sehat justru dimakan. Jelas ini bahaya banget.

Penyebab Autoimun

Sayangnya sampai sekarang penyebab kenapa seseorang bisa mengalami autoimun masih belum pasti. Ada yang menduga bahwa kemungkinan kondisi ini dipicu oleh bakteri atau mikroorganisme tertentu seperti virus, atau justru dipicu oleh konsumsi obat-obatan yang bisa membuat sistem kekebalan tubuh jadi bingung.

Sebab itu banyak orang menduga kalau kondisi autoimun sering disebabkan karena suplemen penguat imun yang dikonsumsi secara berlebihan. Tapi dugaan ini masih belum sepenuhnya benar. Untuk pencegahan, nggak ada salahnya berhati-hati dengan memperhatikan dosis yang disarankan saat minum obat-obatan.

Sebuah studi lain justru mengatakan kalau kondisi ini ada hubungannya dengan masalah kebersihan. Orang yang terlalu higienis, terpapar vaksin dan antiseptik dalam skala banyak justru membuat sistem kekebalan tubuh punya reaksi berlebihan sehingga membentuk autoimun. Berlebihan dalam hal kesehatan dan kebersihan juga nggak baik.

Jika antibodi adalah tentara, mereka butuh mengenali musuh dan paham medan peperangan. Sementara jika tubuh kita sudah diberi vaksin macam-macam dan berlebihan higienisnya, kita sama saja nggak memberi kesempatan sistem imun buat latihan perang. Akibatnya mereka jadi nggak bisa membedakan mana lawan dan mana kawan.

Walau bagaimana pun yang diprediksikan oleh sejumlah ahli kesehatan ini belum bisa mutlak dikatakan sebagai penyebabnya. Kondisi lain seperti penyakit genetik bahkan memengaruhi.

Gejala yang menyertai

Setidaknya ada beberapa gejala yang mencirikan bahwa tubuh dalam kondisi autoimun.

  • Lelah
  • Otot pegal
  • Bengkak dan kemerahan
  • Demam ringan
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Mati rasa dan kesemutan di tangan atau kaki
  • Rambut rontok
  • Ruam kulit

Autoimun biasanya disertai beberapa penyakit yang kemudian terbentuk akibat kondisi ini. Misalnya seperti diabetes tipe 1, Systemic Lupus Erythematosus (SLE) atau lupus, dan penyakit kulit psoriasis.

Tidak ada tes khusus untuk melihat apakah tubuh dalam kondisi autoimun atau normal. Biasanya dokter akan mempertimbangkan faktor penyakit dan mengombinasikannya dengan gejala yang diderita pasien. Tes kondisi fisik juga menjadi indikator untuk melakukan diagnosis.

Pengobatan yang perlu ditempuh

Kebanyakan kondisi autoimun belum dapat disembuhkan. Namun sakit yang dirasakan bisa ditekan dengan beberapa perlakuan. Misalnya mengonsumsi aspirin saat peradangan sendi dan terapi hormon saat diabetes bisa menjadi solusi untuk menyembuhkan penyakit. Beberapa obat penekan sistem kekebalan tubuh sering disarankan dokter untuk dikonsumsi. Tujuannya agar menghambat perkembangan penyakit dan memelihara organ tubuh.

Terkait dengan COVID-19, orang dengan autoimun memang lebih rentan. Maka, segera periksakan diri ke dokter jika kalian mengalami gejala-gejala di atas. Hindari self-diagnose dan mencurigai penyakit dalam tubuhmu sendiri hanya berdasarkan asumsi. Bagaimana pun kalau merasa kurang sehat, datangilah tenaga kesehatan agar langkah pengobatannya bisa tepat.

BACA JUGA Mengenal Psikosomatis yang Muncul Gara-gara Terlalu Parno atau artikel lainnya di PENJASKES.

Terakhir diperbarui pada 6 April 2020 oleh

Tags: autoimunKesehatansistem kekebalan tubuh
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

tindihan.MOJOK.CO
Ragam

Menemui Orang yang Pernah Tindihan: Kehadiran Sosok Hitam hingga Penjelasan Ilmiahnya

26 Desember 2023
obat gusi bengkak.mojok.co
Kesehatan

5 Obat Gusi Bengkak yang Cepat Meredakan Ngilu

21 Oktober 2023
Butet Kartaredjasa X Dokter Oei Hong Djien: Tembakau, Lukisan, dan Jerohan
Video

Butet Kartaredjasa X Dokter Oei Hong Djien: Tembakau, Lukisan, dan Jerohan

12 Juli 2023
KTR Malioboro.MOJOK.CO
Kilas

Kasus Covid-19 di DIY Meningkat Tajam, Segera Vaksinasi Masyarakat Berisiko Tinggi

2 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita punya pasangan hidup sandwich generation apalagi bonus mertua toxic MOJOK.CO

Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

5 Februari 2026
bencana.MOJOK.CO

Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana

4 Februari 2026
guru, stem, guru honorer, pns.MOJOK.CO

Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM

31 Januari 2026
gen z kerja merantau beban mental dan finansial.mojok.co

Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

6 Februari 2026
DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF MOJOK.CO

DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF

31 Januari 2026
Sarjana pegasuh anak, panti asuhan Muhammadiyah di Surabaya. MOJOK.CO

Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

5 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.