Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kecemburuan dan Kekaguman Perempuan

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
13 Februari 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Untuk produk motor, bir, rokok, dan produk-produk lainnya yang identik dengan konsumen laki-laki, hampir bisa dipastikan bahwa salesnya adalah perempuan. 

Hal tersebut adalah imbas dari realitas dunia marketing, di mana laki-laki memang cenderung tertarik pada perempuan, termasuk produk yang ia jual.

Nah, jika menggunakan konsep tersebut, maka seharusnya produk-produk yang identik dengan konsumen perempuan seperti busana perempuan atau kosmetik, harusnya salesnya adalah laki-laki.

Nyatanya tidak. Sales untuk produk-produk perempuan sebagian besar tetap perempuan.

Mengapa bisa begitu? Usut punya usut, ada satu teori yang menyatakan bahwa hal tersebut ada sangkut pautnya dengan psikologi ketertarikan. 

Lelaki cenderung tertarik dengan perempuan cantik, dan cenderung tidak suka dengan lelaki tampan (mereka menganggapnya sebagai pesaing). Sedangkan pada perempuan, mereka cenderung suka dengan lelaki tampan, tapi tidak benci dengan perempuan cantik (mereka malah cenderung mengagumi).

Itulah kenapa perempuan banyak yang jadi sales baik untuk produk lelaki maupun produk perempuan, sebab mereka disukai laki-laki namun juga tidak dibenci oleh sesama perempuan.

Saya sangat setuju dengan teori tersebut, sebab saya berkali-kali membuktikannya.

Kejadian siang hari tadi semakin mempertebal keyakinan saya. 

Saya sedang bersama pacar saya di bandara siang tadi. Ia mengantarkan saya yang siang ini akan berangkat ke Bengkulu karena ada urusan pekerjaan.

Sebelum saya check in, kami duduk-duduk sebentar di depan gerbang masuk jalur pemberangkatan. Yah, sekadar menghabiskan waktu sejenak sebelum kami berpisah.

Kami ngobrol-ngobrol soal beberapa hal.

Saat kami sedang asyik ngobrol, mendadak lewat seorang perempuan yang, menurut mata lelaki saya, sangat seksi dan sintal. Pakaiannya sangat mini, sehingga pahanya yang putih dan indah terlihat dengan begitu jelas.

Mata lelaki saya bereaksi. Saya sempat melirik perempuan itu saat ia berlalu. 

Iklan

Walau hanya sebentar, namun pacar saya ternyata sadar kalau saya melirik perempuan yang secara visual sangat seksi dan menggoda itu.

Ia kemudian menghalau pandangan saya. 

“Nggak usah lama-lama ngelihatinnya…” katanya dengan pasang tampang jengkel.

Saya yang sudah kadung ke-gep tak bisa mengelak.

“He he he, mbaknya seksi,” kata saya.

Saya kemudian fokus kembali pada pacar saya. Kami melanjutkan obrolan kami yang tadi sempat terputus sejenak karena kehadiran si perempuan seksi.

Tak berselang lama, pacar saya mendadak menengok ke arah perempuan seksi yang tadi sempat saya lirik. 

Ia kemudian berkata kepada saya, “Iya, je Mas. Mbaknya seksi. Pahanya bagus…”

Saya tertawa terbahak.

“Kandhani og!!!”

Terakhir diperbarui pada 15 September 2020 oleh

Tags: perempuan
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

pekerja hotel, surabaya, jogja.MOJOK.CO
Podium

Larangan Hijab dalam Industri Perhotelan: Antara Hijabophobia atau Upaya Mengatur Tubuh dan Penampilan?

14 Januari 2024
Pesan Anak Perempuan untuk Ayahnya: Perasaanku Hancur, tapi Aku Hebat Sejauh Ini  MOJOK.CO
Kilas

Pesan Anak Perempuan untuk Ayahnya: Perasaanku Hancur, tapi Aku Hebat Sejauh Ini 

31 Desember 2023
Uneg-uneg dari Perempuan Lajang Usia 28 Tahun yang Tinggal di Desa MOJOK.CO
Kilas

Uneg-uneg dari Perempuan Lajang Usia 28 Tahun yang Tinggal di Desa

13 Desember 2023
Hal Paling Menyebalkan Bagi Perempuan: Diragukan Bisa Merantau MOJOK.CO
Kilas

Hal Paling Menyebalkan Bagi Perempuan: Diragukan Bisa Merantau

1 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

gojek instant.MOJOK.CO

Gojek Buka Titik Jemput Instan di Terminal Giwangan, Mudahkan Para Penumpang Bus yang Bingung Mencari Transportasi Lanjutan

12 Maret 2026
Cerita Felix. Kuliah di universitas Australia berkat beasiswa LPDP usai diejek dan ditertawakan. Tolak tawaran kerja dewan demi ajar anak-anak di kampung pedalaman MOJOK.CO

Lulusan Beasiswa Australia Tolak Tawaran Karier Mentereng, Lebih Pilih Jadi Guru Kampung karena Terbayang Masa Lalu

10 Maret 2026
Sesal suka menolong orang lain usai ketemu lima jenis orang yang tidak layak ditolong meski kesusahan. Dari tukang judi slot hingga orang susah bayar utang MOJOK.CO

Kapok Suka Menolong Orang Lain usai Ketemu 4 Jenis Manusia Sialan, Benar-benar Nggak Layak Ditolong meski Kesusahan

12 Maret 2026
Rela Melepas Upah 75 Juta di Prancis demi Pulang ke Tanah Air, Kini Menikamti Hidup Sebagai Pengajar Bergaji Pas-pasan.MOJOK.CO

Rela Melepas Upah 75 Juta di Prancis demi Pulang ke Tanah Air, Kini Menikamti Hidup Sebagai Pengajar Bergaji Pas-pasan

10 Maret 2026
Kerja di Jakarta, Purwokerto, KRL.MOJOK.CO

Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

13 Maret 2026
Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.