Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Menyulap Fisik Honda Tiger Menjadi Seperti Honda CB

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
17 Februari 2018
A A
Tiger-CB-MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

[MOJOK.CO] “Beginilah gambaran fisik Honda Tiger menjadi Honda CB.”

Pertanyaannya adalah kenapa?

Jenis motor bekas yang saat ini mulai banyak diburu adalah Honda Tiger. Selain Honda Vario, Honda Beat, Yamaha Mio, Kawasaki kelas Sport dan kelas Honda Supra, permintaan Honda Tiger bekas di bawah tahun 2007 mulai meningkat. Salah satu alasannya adalah dijadikan “bahan mentah” modifikasi menjadi fisik Honda CB.

Kenapa harus bersusah payah mengubah fisik Honda Tiger menjadi Honda CB? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Mojok Institute kembali menemui Bapak Heri Suwarso (62) yang sudah lebih dari 20 tahun menggeluti bisnis motor bekas. Salah satu lini usaha yang sudah cukup lama digeluti bapak dua anak ini adalah modifikasi Honda Tiger menjadi fisik Honda CB.

Ada dua alasan yang diungkapkan oleh Bapak Heri. Pertama, dari sisi konsumen, tentu berhubungan dengan klangenan. Model Honda CB bahkan lebih dulu tenar jika dibandingkan dengan modifikasi model jap style. Sudah lebih tenar, biaya yang dikeluarkan pun lebih murah jika menggunakan pendekatan modifiksi fisik Honda CB.

Kedua, dari sisi pebisnis motor bekas, modifikasi fisik Honda Tiger menjadi fisik CB mampu mengangkat nilai jual motor itu sendiri. Singkat kata, dari sisi pebisnis motor bekas, keuntungan itulah yang dikejar. Dan memang cukup menjanjikan lantaran pemintaannya yang semakin naik. Oleh sebab itu, menjadi masuk akal apabila Bapak Heri mengungkapkan bahwa Honda Tiger bekas di bawah tahun 2000 sempat agak sulit dicari.

Peminat yang bertambah tentu memengaruhi ketersediaan barang. Meski memang, untuk soal harga tidak terpengaruh secara signifikan. Sebagai catatan, semua Honda Tiger yang disebutkan di dalam tulisan ini, adalah motor bekas dengan performa mesin yang masih terjaga. Tidak berbeda ketika Mojok Institute melakukan riset 5 motor bekas yang paling tinggi permintaannya di Yogyakarta.

Mengapa Honda Tiger yang dipilih? Alasan utama adalah mesin Honda di dalam tubuh Tiger yang bersahabat untuk dimasukkan ke dalam fisik CB. Alasan pelengkap adalah performa mesin Honda yang “tak lekang oleh waktu”. Tentu asalkan mesin tersebut dirawat dengan benar.

Minimal servis, ganti oli secara berkala, dan menjaga kondisi klep bensin. Jika tiga hal itu bisa dijaga, mesin Honda Tiger akan tetap bandel, kecepatan bisa diandalkan, dan raungan mesin yang tetap nggegirisi.

Apakah ada motor bekas lain yang bisa dimosifikasi menjadi fisik CB? Tentu ada. Pembaca bisa menggunakan Yamaha Scorpio sebagai “bahan mentah”. Namun, mengapa Bapak Heri lebih banyak menggunakan Honda Tiger sebagai bahan?

Alasannya adalah soal harga. Harga Honda Tiger tahun 1994 dan 1995 ada di kisaran 4,5 hingga 5 juta. Yang di atas tahun 2000 bisa diboyong dengan harga antara 6,5 hingga 7 juta. Sementara itu, Scorpio bekas ada di sekitar 9 hingga 10 juta. Tentu “kurang bersahabat” bagi pebisnis motor bekas untuk keperluan modifikasi.

Lantas, berapa modal yang dibutuhkan untuk menyulap fisik Honda Tiger menjadi mirip Honda CB? Soal harga, tentu tak bisa Mojok Institute ungkapkan secara gamblang karena berkaitan dengan “rahasia dapur” Bapak Heri. Pun dengan teknik pemotongan dan pengelasan. Keduanya adalah signature Bapak Heri dan pembaca bisa menghubungi beliau apabila tertarik.

Namun, Mojok Institute masih bisa memberikan gambaran sekilas bagi pembaca yang tertarik memodifikasi secara mandiri.

Apa saja yang dibutuhkan dan perlu diubah dari fisik Honda Tiger?

Iklan
Honda Tiger rasa CB hasil tangan dingin Bapak Heri.

Beberapa bagian yang perlu diubah adalah body belakang dan lengan ayun. Kedua bagian ini dipotong lebih kurang 20 sentimeter. Jika pembaca ingin memodifikasi menjadi jap style, kedua bagian ini dipotong 40 sentimeter. Kedua gaya ini tentu juga disesuaikan dengan panjang jok dan slebor.

Selain memotong beberapa bagian, beberapa spare part juga perlu diganti. Mulai dari tangki bensin (300 ribu), jok (170 ribu), dan knalpot. Untuk bagian knalpot, jika ingin lebih ngirit, pembaca tak perlu mengganti knalpot orisinal. Tinggal dipotong saja jika ingin mengubah tampilan.

Bagian lain yang perlu pembaharuan adalah lampu (75 ribu), sein dua sisi (60 ribu), footstep (GL Pro 40 ribu, GL 100 seharga 30 ribu), lampu belakang dan dudukannya (50 ribu), lampu depan (70 ribu), dan slebor depan (180 ribu). Untuk ban, anjurannya adalah sunah, boleh diubah, boleh tidak. Untuk ban, ukuran ring 18 sudah standar. Jika ingin diperbesar (tapak lebar), harganya antara 300 hingga 350 ribu.

Harga yang disebutkan di atas adalah harga antara. Kembali, jika ingin lebih benderang, silakan menjalin silaturahmi dengan Bapak Heri secara langsung. Untuk kira-kira saja, modal 2 juta sudah lebih dari cukup untuk menyulap fisik Honda Tiger menjadi Honda CB, sudah termasuk biaya las.

Maka, jika bahan mentahnya adalah 7 juta, maka total 9 juta dibutuhkan untuk membawa pulang “motor CB rasa Tiger”. Sementara itu, harga jual di pasaran bisa lebih dari 10 juta. Bahkan, di babagan penjualan online, harga motor Tiger dengan rupa CB bisa dibanderol hingga 14 juta rupiah. Bagaimana, tertarik berbisnis motor modifikasi?

Begitulah gambaran yang bisa Mojok Institute sajikan lewat Otomojok Mblayang kali ini.

Terakhir diperbarui pada 16 Februari 2018 oleh

Tags: hondaHonda CBhonda tigerModifikasiotomojokterbaruTiger 2000
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Vario 160 Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Honda MOJOK.CO
Pojokan

Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan

3 April 2026
Brio, Mobil Honda Paling Menderita Sepanjang Sejarah MOJOK.CO
Otomojok

Brio Adalah Mobil Honda Paling Menderita: Sering Dihina Murahan, tapi Sebetulnya Paling Ideal Menjadi Mobil Pertama Bagi Anak Muda yang Tidak Takut Cicilan

12 Maret 2026
Ilustrasi Supra X 125 Tua Bangka Tahan Siksaan, Honda Beat Memalukan (Wikimedia Commons)
Pojokan

Supra X 125: Motor Tua Bangka yang Paling Tahan Disiksa, Modelan Honda Beat Mending Pensiun karena Memalukan

2 Maret 2026
Motor Matic Sering Dibilang Ringkih dan Modal Tampang Doang, tapi Saya Tetap Memilihnya daripada Motor Bebek Mojok.co
Pojokan

Motor Matic Sering Dibilang Ringkih dan Modal Tampang doang, tapi Saya Tetap Memilihnya daripada Motor Bebek

28 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Di umur 30 cuma punya motor Honda Supra X 125 kepala geter. Dihina tapi jadi motor tangguh yang bisa bahagiakan orang tua MOJOK.CO

Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia

8 April 2026
Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026
Kelas menengah ke bawah harus mawas diri Kalau pemasukan pas-pasan jangan maksa gaya hidup dalam standar dan tren media sosial MOJOK.CO

Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial

6 April 2026
Gaya hidup pemuda desa bikin tak habis pikir perantau yang merantau di kota. Gaji kecil dihabiskan buat ikuti tren orang kaya. MOJOK.CO

Gaya Hidup Pemuda di Desa bikin Kaget Perantau Kota: Kerja demi Beli iPhone Lalu Resign, Habiskan Uang buat Maksa Sok Kaya

6 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.