MOJOK.COKebijakan Anies Baswedan membuat baju “Persija Day” yang harus dikenakan PNS DKI harus didukung. Tahun depan, Persija pasti juara Copa America. Salute!

Kita ini suka perayaan. Apapun acaranya selalu berusaha untuk dirayakan. Persetan dengan kemiskinan, anak-anak tidak bisa makan, intoleransi, atau putus cinta. Ketika sejumlah orang berkumpul, perayaan harus diadakan. Patungan seribu rupiah per orang pun bisa jadi perjamuan yang membahagiaan.

Suporter sepak bola, berkumpul bukan hanya untuk menonton pertandingan ramai-ramai saja. Mereka memaksimalkan waktu berkumpul. Sebelum pertandingan, kumpul-kumpul, bleyer-bleyer kenalpot Honda Grand. Ada juga yang membeli minuman khusus kumpul-kumpul supaya tidak dehidrasi. Ada juga yang berkumpul untuk menyiapkan chant atau giant flag untuk dikibarkan di dalam stadion.

Untuk soal jiwa perayaan itu, Bapak Anies Baswedan paham betul. Gubernur DKI solo karier itu, baru-baru ini, punya kebijakan baru yang bakal bikin The Jak bahagia. The Jak adalah kelompok suporter Persija Jakarta. Klub dari DKI Jakarta, salah satu klub legendaris di Indonesia, salah satu pencetus berdirinya PSSI, yang stadionnya masih mengontrak. Mirip kebanyakan milenial di Jakarta dengan gaji UMR hobi ngopi kopi susu wadah plastikan pakai sedotan SJW, yang butuh 50 tahun biar bisa beli rumah sederhana.

Jadi, Bapak Anies Baswedan ingin para PNS di DKI Jakarta untuk pakai baju khusus di hari ketika Persija bertandingan. Baju itu akan punya tulisan “Persija Day”. Kebijakan ini merupakan simbol dukungan seorang gubernur kepada Persija, yang musim kemarin menjadi juara Liga 1 secara “dramatis”. Sebuah proses menjadi juara yang tidak akan kita lupakan.

Baca juga:  Hari-Hari Seragam PNS Kementerian Keuangan

Nah, supaya musim ini Persija bisa mempertahankan gelar tersebut, dukungan dari para PNS DKI sangat dibutuhkan. Baju “Persija Day” adalah salah satu wujudnya. Kebijakan Bapak Anies Baswedan ini tentu harus kita dukung. Pokoknya harus sama rata, semua PNS DKI pakai seragam khusus itu.

Pokoknya persetan dengan daerah asal PNS DKI. Mau dari Jogja, mau dari Surabaya, mau dari Pontianak, mau dari Manado, kalau sudah jadi PNS di Jakarta otomatis jadi pendukung Persija. Kalian masih mau jualan cilok dan bukan burjonan di Jakarta, kan? Makanya, nurut dan kita dukung saja.

Peduli setan dengan identitas klub masing-masing PNS. Masak sudah dapat makan dari Ibu Kota, masih mendukung klub asal. Yang dari Jogjakarta, sudah sepatutnya nggak lagi mendukung PSIM Yogyakarta. Yang dari Persebaya, tidak mungkin lagi masih mendukung Surabaya. Aahh, maaf, terbalik. Tapi bukankah benar begitu, bahwa Bonek itu identitas yang tidak bisa dilepaskan?

Kalau menurut Bapak Anies Baswedan sih bisa-bisa saja. Toh ini cuma kaos dengan tulisan “Persija Day” saja. Urusan memakai kaos klub lain, kan masalah sepele. Nggak ada itu urusan sama identitas dari klub kesayangan, tempat kamu lahir dan besar, sebelum “mengadu nasib” di Jakarta sana.

Toh kamu pendukung PSM Makassar, misalnya, tapi tetap suka pakai jersey AC Milan atau Barcelona. Tuh, nggak masalah, bukan. Makanya, nggak usah banyak protes dengan kebijakan kaos “Persija Day” ala Bapak Anies Baswedan. Apa itu identitas klub masing-masing, kalau slip gaji dan gaji ke-13 kamu masih pakai cap DKI Jakarta.

Baca juga:  Naiknya Gaji PNS, Tidak Membuat Kinerja PNS Memburuk, Kan?

Bapak Anies Baswedan, kalau perlu, biar perayaan makin seru, adakan nonton bareng di pulau, ehh salah, pantai reklamasi. Kan sudah ada IMB-nya itu ratusan bangunan di sana. Lewat kompromi yang adem, menggunakan kalimat-kalimat dan istilah bersayap, dilandasi akhlakul karimah, bisalah itu bikin taman tempat nobar di pantai reklamasi.

Bapak Anies Baswedan bisa studi banding ke Bandung, untuk bikin semacam Taman Film. Untuk desainnya, bisa konsultasi dengan Kang Ridwan Kamil. Waktu pembukaan dan peresmian, Bapak bisa mengundang Ustaz Rahmat Baequni untuk berdakwah soal desain-desain bangunan.

Bayangkan, PNS DKI yang berasal dari banyak daerah dan punya klub kesayangan masing-masing, berkumpul di pantai reklamasi, di Taman Film Reklamasi, nobar Persija pakai baju “Persija Day” berwarna oranye. Perjalanan dari Balai Kota ke pantai reklamasi naik Kopaja, duduk di atap.

Ini sebuah bantuan moral yang besar bagi Macan Kemayoran. Bukankah doa yang dipanjatkan oleh banyak orang akan lebih manjur?

Terima kasih Bapak Anies Baswedan, untuk kebijakan kesekian yang sungguh bermanfaat bagi ummat. Kalau begini, sudah pasti Persija Jakarta akan juara Copa America. Ikut bahagia saya…



Tirto.ID
Loading...

No more articles