Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Bukayo Saka, Little Chilli, dan Pemain Senior Arsenal yang Dipermalukan

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
21 Februari 2020
A A
Bukayo Saka Arsenal MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Bukayo Saka, di usia yang masih sangat belia sudah sadar akan tanggung jawab. Dia mau terus belajar dan berkembang. Sebuah tamparan untuk para senior Arsenal.

Saya sudah lupa berapa kali menulis soal Bukayo Saka. Mungkin sudah tiga kali jika menghitung tulisan ini. Ya maaf saja, menulis pemain muda berusia 18 tahun ini seperti sedang berkaca kepada diri sendiri. Sebuah kesempatan langka untuk belajar lebih lanjut.

Pemeluk Hindu punya satu kebijaksanaan yang menyentuh hati saya. Kebijaksanaan itu berbunyi tat wam asi. Artinya, setiap manusia adalah cermin. Jadi, apa yang diperbuat ke orang lain adalah pantulan hati sendiri. Di sanalah saya memandang Bukayo Saka.

Mungkin Bukayo Saka tidak akan berpikir sejauh itu. Sebagai pemain muda yang mendapatkan kepercayaan dari Mikel Arteta, dia cuma mengerjakan apa yang seharusnya. Mulai dari belajar dengan banyak bertanya, memikirkan setiap aksi di lapangan, dan memahami tanggung jawab yang sudah dia rasakan.

Menjadi pemain Arsenal, terkadang, kamu berususan dengan ekspektasi yang tidak masuk akal. Apalagi ketika kamu termasuk sebagai generational talent. Status itu memaksa siapa saja yang menyandangnya merasakan beban ekspektasi. Dan cara Bukayo Saka memikul ekspektasi adalah tamparan halus ke pipi para pemain senior. Sebuah kerja yang mempermalukan. Terutama mereka yang lali.

Kamu bisa menemukan tekad Bukayo Saka untuk terus berkembang lewat wawancara post match setelah Arsenal mengalahkan Newcastle United. Ditemani Aubameyang, dia bicara seperti ini:

“Lalu soal nutmeg kecil yang saya lakukan, kami menyebutnya “little chilli”. Sebetulnya saya ingin mengumpan ke arah Eddie (Nketiah) karena saya lebih suka mengirim umpan silang di belakang bek lawan, tetapi saat itu saya melihat di tengah cukup padat dan saat itu peluang melakukan cut back terbuka jadi saya memanfaatkan ruang itu. Pepe menyelesaikannya dengan baik.”

Omongan Saka menggambarkan visi bermain yang semakin berkembang. Dia bisa mengukur situasi. Menilai perubahan posisi pemain dan memanfaatkannya. Banyak pemain muda yang langsung membusung dadanya setelah melakukan trik seperti nutmeg. Namun, Bukayo Saka menunjukkan kontrol diri yang sangat baik.

Sikap sempurna seperti itulah yang disukai oleh Mikel Arteta, pelatih Arsenal. “Dia bisa belajar bahwa kamu selalu bisa beradaptasi dan berkorban untuk tim. Dan seiring waktu kamu juga akan belajar kegagalan dari proses itu,” kata Arteta.

“Maka ketika kamu dimainkan di posisi yang berbeda, lalu berkata, “Oke, sekarang jika tidak bermain baik, saya punya alasan karena tidak bermain di posisi asli saya.” Seharusnya kamu berpikir sebaliknya. Cobalah untuk belajar dan lebih produktif untuk tim dan saya rasa Saka sudah melakukannya dengan sangat baik,” tambahnya.

Penegasan Arteta itu seperti menampar beberapa pemain yang lebih senior dari Bukayo Saka. Misalnya mulai dari Ainsley Maitland-Niles (22 tahun). Ainsley selalu merasa dirinya adalah seorang gelandang. Tidak ada yang salah dengan kepercayaan itu. Namun, kamu tidak bisa egois dengan menomor satukan dirimu sendiri di dalam tim.

Mungkin kita tidak melihatnya ketika Ainsley bermain di pertandingan. Kita selalu melihat Ainsley bermain baik sebagai inverted right back yang bergerak ke tengah ketika Arsenal menguasai bola. Namun, kita tidak bisa melihat performa pemain di lapangan latihan. Padahal, pelatih tidak hanya menilai pemain dari hasil pertandingan saja. Sikap ketika latihan juga punya porsi penting.

Mikel Arteta bukan pelatih yang subjektif. Dia tidak gampang lembek kepada pemain senior atau mereka yang sudah bermain baik di sebuah pertandingan. Kita melihatnya ketika Arteta tidak memasukkan nama Matteo Guendouzi ketika melawan Newcastle. Setelah laga, kita tahu kalau sikap Guendouzi membuat Arteta tidak berkenan.

Kita juga melihatnya ketika Ainsley tidak bermain di Liga Europa. Mikel Arteta memasrahkan sisi kanan kepada Sokratis. Selain kebutuhan taktik, Sokratis selalu menunjukkan komitmen. Sikap sempurna di semua keadaan itu yang membuat semua pelatih berkenan. Ketika ego menyeruak, bangku cadangan yang bakal jadi peraduanmu.

Iklan

Bukayo Saka masih 18 tahun. Mungkin, beberapa waktu ke depan kita akan melihat egonya. Saka sudah menegaskan kalau dirinya adalah seorang winger. Namun, Saka masih bisa menutupi egonya dengan manis. Dia bilang kalau menjadi bek kiri membuatnya bisa membaca cara berpikir pemain yang bermain di posisi ini. Kelak, ketika kembali ke posisi aslinya, Bukayo Saka sudah punya modal berharga.

Ego adalah sisi manusia yang lumrah muncul. Namun, Bukayo Sadar kalau dirinya harus berkorban untuk tim. Dia berkaca kepada dirinya sendiri. Sekali dia “memberontak”, Mikel Arteta bakal tahu dan tidak punya ampun. Saka memperlakukan situasi ini seperti dirinya ingin diperlakukan.

Sederhanya saja. Ketika Saka bermain bagus di situasi ini, dia akan terus mendapatkan kepercayaan. Dia membayar kepercayaan dari sebuah situasi yang membuatnya bisa terus bermain. Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi pemain selain mendapatkan dua hal: kepercayaan dan menit bermain.

BACA JUGA Bukayo Saka dan Resonansi Awal Karier Bellerin di Arsenal atau tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 21 Februari 2020 oleh

Tags: afcArsenalbukayo sakaLiga Europaliga inggrismikel artetasaka
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Harry Maguire Bek Dungu Manchester United Anti Bullying MOJOK.CO
Esai

Harry Maguire, Bek Dungu Milik Manchester United yang Mengajari Kita Makna Ketahanan Mental dan Cara Melawan Bullying

20 Oktober 2025
Untung Mohamed Salah Nggak Jadi Buruh di Indonesia MOJOK.CO
Esai

Beda Nasib Mohamed Salah dan Pekerja di Indonesia saat Menyuarakan Hak: Menghasilkan Ketimpangan yang Dinormalisasi

6 Januari 2025
Rokok Ilegal identik dengan Liga Inggris, yang Legal Liga Italia MOJOK.CO
Esai

Kenapa, ya, Rokok Legal Identik dengan klub Liga Italia, sementara Rokok Ilegal Lebih Dekat dengan klub Liga Inggris?

9 November 2024
Vidio vs Rp18 Triliun Live Streaming Ilegal Jelang Liga Inggris MOJOK.CO
Esai

Vidio Wajib Cemas. Menjelang Liga Inggris, Keuntungan Live Streaming Ilegal Mencapai Rp18 Triliun!

9 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Ilustrasi Mie Ayam di Jogja, Penawar Kesepian dan Siksaan Kemiskinan (Unsplash)

Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam

19 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas, Pemutar Ekonomi Bangsa MOJOK.CO

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa

13 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.