MOJOK.COKembalinya Aubameyang dan Ibrahimovic menjadi sebuah kabar kepastian yang menyenangkan untuk Arsenal dan AC Milan.

Sebelumnya, terima kasih untuk Fandom yang bersedia “meminjamkan” kalimatnya untuk saya jadikan judul. Ini sebuah “kepastian yang menyenangkan”, baik untuk Arsenal maupun AC Milan, ketika clutch player masing-masing membuat dua gol.

Mereka adalah Aubameyang dan Zlatan Ibrahimovic. Sebelumnya, kedua pemain ini absen dengan alasan yang berbeda. Ibrahimovic menepi selama beberapa minggu karena cedera. Sementara itu, jiwa pembunuh Aubameyang yang “absen” ketika raganya ada di atas lapangan.

Di hari yang sama, di dini hari yang sama pula, Arsenal dan Milan menang dengan dua pemain senior ini mencetak brace. Milan tanpa Ibrahimovic masih bisa bermain dengan sangat apik. Konsistensi mereka menjadi garansi status capolista Serie A saat ini. Sementara itu, absennya Aubameyang cukup menyakiti Arsenal.

Kritikan sudah mulai mengalir deras mengarah kepada Aubameyang. Apalagi, pemain asal Gabon itu menyandang status kapten tim. Ekspektasi begitu tinggi mengingat dirinya seakan-akan menjadi tulang punggung yang memikul beban Arsenal di era Unai Emery.

Oleh sebab itu, ketika namanya absen di papan skor, dalam waktu yang terlalu lama untuk ukuran kualitasnya, fans mulai gelisah. Aubameyang seperti kehilangan first touch, akselerasi, dan “arogansi” untuk mengalahkan bek lawan dalam situasi satu lawan satu. Padahal, bisa dikata, jumlah pemain di dalam skuat Arsenal yang bisa diandalkan sebagai pendulang gol sangat minim.

Kontras dengan Milan tanpa Ibrahimovic. Rafael Leao, Ante Rebic, Hakan Calhanoglu, Theo Hernandez, hingga Franck Kessie menyediakan opsi sebagai sumur gol. Selain itu, konsistensi Milan yang membuat tim ini seperti direkatkan kembali menjadi sebuah bangunan yang kokoh dan sulit dikejar sejauh ini.

Maka dari itu, ketika Ibrahimovic kembali dan langsung membuat dua gol, sebuah kepastian yang menyenangkan itu terbit. Milan tanpa Ibrahimovic adalah mesin yang kompetitif. Setan Merah dari Italia dengan pemain asal Swedia itu, seharusnya, makin sulit ditikung rival di paruh akhir kompetisi.

Seperti itulah garansi yang bisa disediakan oleh para pemain senior. Aura dan gairah pasti akan terasa berbeda ketika para senior, yang sangat diharapkan, rajin memberi kontribusi. Menjadi pembeda, sekaligus contoh untuk pemain muda. Inilah yang saya sebut kepastian yang menyenangkan.

Bagi Arsenal, kembalinya nama Aubameyang di papan skor juga memberi banyak makna. Pertama, beban gol tim bakal terjamin. Tentu syaratnya si pemain tetap konsisten ketika memungut peluang. Kedua, kerja keras tim berujung sebuah manfaat. Tidak lagi terkurang emosinya karena usaha yang berujung jalan buntu. Ketiga, tentu saja kemenangan.

Dari pertengahan Januari hingga pertengahan Februari 2021, jadwal Arsenal terbilang sangat berat. Selepas berlaga di FA Cup, mereka akan menghadapi Southampton, Manchester United, Wolves, Aston Villa, dan Benfica di ajang Europa League. Semua lawan tengah dalam performa yang stabil, terutama Manchester United.

Arsenal sering kalah secara konyol di sebuah pertandingan ketika mereka sebetulnya mendominasi. Kegagalan membuat gol ketika dominan, berujung kepada ketidakstabilan emosi. Jika Aubameyang mampu memberi garansi gol, setidaknya, beban Arsenal di sebuah laga akan berkurang separuh. Mengingat performa lini belakang mereka sudah lebih baik dengan tidak kebobolan di lima pertandingan terakhir.

Sementara itu, Milan akan melewati jadwal yang bisa dikatakan “seimbang”. Mereka akan melawan Atalanta, Inter, Bologna, Crotone, dan Spezia. Melihat jadwal itu, kembalinya Ibrahimovic adalah kabar baik. Terutama untuk meladeni Atalanta dan Inter. Laga berat di mana keberadaan pemain senior sangat dibutuhkan.

Ibrahimovic sendiri juga ikut menyampaikan kabar “kepastian yang menyenangkan”. Ketika berbicara kepada wartawan, Ibrahimovic menyampaikan bahwa Milan sudah berhasil mendapatkan tanda tangan Mario Mandzukic. “Kami berdua akan meneror lini belakang lawan,” tegas Ibrahimovic.

Kepastian ini tentu menyenangkan untuk fans Milan dan menjadi kabar duka untuk fans Juventus. Mandzukic, big game player di Serie A, masih punya kemampuan untuk menjadi pembeda. Saya rasa, selain Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez di Inter, duet Mandzukic dan Ibrahimovic bakal menjanjikan.

Satu hal yang perlu diingat adalah Mandzukic dan Ibrahimovic bukan sebatas target man saja. Keduanya punya kemampuan playmaking yang jarang dimiliki striker dengan fisik besar dan “terlihat lambat”. Sebuah kelebihan yang terkadang gagal dicatat dan diingat oleh lawan.

Arsenal dan AC Milan akan melewati jadwal yang penuh dinamika. Yah, setidaknya, kembalinya dua clutch player dalam diri Aubameyang dan Ibrahimovic memberi angin sejuk. Memberi sebuah kepastian yang terdengar seperti nada merdu di telinga fans masing-masing.

BACA JUGA Lo Spirito Milan dan Omong Kosong Usia Senja Zlatan Ibrahimovic dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Baca juga:  Dani Ceballos dan Drama Tiga Babak Lakon Arsenal