Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Begini Cara Agen Mesut Ozil Menyerang Uli Hoeness Presiden Bayern Munchen

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
24 Juli 2018
A A
Begini Cara Agen Mesut Ozil Menyerang Uli Hoeness Presiden Bayern Munchen

Begini Cara Agen Mesut Ozil Menyerang Uli Hoeness Presiden Bayern Munchen

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tidak terima Mesut Ozil dijadikan kambing hitam oleh Uli Hoeness, Presiden Bayern Munchen, Dr. Erkut Sogut angkat bicara. Saling menyerang tidak terelakkan.

Bola panas soal kisruh Mesut Ozil dan PSSInya Jerman terus bergulir. Banyak nama yang merasa penting angkat bicara. Tak terkecuali Presiden Bayern Munchen, Uli Hoeness. Mantan pemain sepak bola yang bermain sebagai penyerang ini menyerang Mesut Ozil secara verbal lewat komentarnya yang dikutip banyak media Eropa.

Uli Hoeness berkata bahwa Jerman tidak akan merindukan Mesut Ozil. Hoeness menganggap Ozil bukan pesepakbola yang kompeten.

“Saya lega bahwa “ketakutan” ini akhirnya berakhir. Performanya selalu SHIT selama bertahun-tahun. Terakhir kami dirinya memenangi sebuah tekel itu sebelum Piala Dunia 2014. Dan sekarang, ia menyembunyikan performanya yang SHIT itu di balik foto bersama Erdogan.” Begitulah serangan Honess kepada Mesut Ozil yang dikutip oleh Sport Bild.

Kata “shit” sengaja tidak disensor untuk memberi gambaran kepada pembaca bahwa serangan Hoeness itu begitu frontal. Serangan verbal yang kurang pantas dilepaskan oleh presiden salah satu klub terbesar di dunia, Bayern Munchen. Namun begitulah yang terjadi. Tim bermain jelek, Mesut Ozil yang jadi kambing hitam.

Tidak terima kliennya dipojokkan sedemikian rupa, Dr. Erkut Sogut, juga angkat bicara. Agen berkebangsaan Turki tersebut mempertanyakan serangan Hoeness yang sungguh tidak pantas. Kurang lebih, begini amukan Erkut Sogut.

“Seperti yang sudah Mesut Ozil tegaskan lewat pernyataannya, ia akan selalu menerima kritikan yang masuk akal dan adil dan akan menghadapinya sebagai bagian dari pekerjaannya. Namun, Tuan Hoeness bahkan tidak mampu menghadirkan bukti untuk mendukung pernyataan bodohnya yang terlalu berlebihan itu. Untuk performa Mesut Ozil sebenarnya sudah sangat jelas; 23 gol, 40 asis yang menjadi rekor pemain Jerman, dan lima pemain terbaik Jerman di mana tiganya ia dapat setelah Piala Dunia 2014.”

“Hoeness mengklaim bahwa Mesut Ozil sudah seperti “hantu” selala lima tahun terakhir, tapi “hantu” mana yang bisa memenangi berbagai penghargaan dan mendapatkan kesuksesan? Mesut Ozil membuat lebih banyak peluang gol di Piala Dunia 2018 ketimbang pemain lain selama 90 menit pertandingan. Tapi, tentu saja, Ozil tetap jadi pusat kritikan. Sebagai Presiden Bayern Munchen, bukankah lebih baik fokus juga kepada pemainnya sendiri lantaran ada delapan pemain Jerman yang bermain untuk Bayern.”

“Jika Mesut Ozil adalah pemain yang buruk, lantas apa makna pendapat Joachim Low, Arsene Wenger, dan Jose Mourinho? Mereka adalah tiga pelatih elite yang memuji Mesut Ozil sebagai salah satu pemain terbaik di posisinya. Sungguh konyol jika Hoeness merasa dirinya lebih layak untuk menghakimi kemampuan pesepakbola ketimbang tiga pelatih tadi, yang punya statistik luar biasa.”

“Sangat jelas bahwa komentar Hoeness soal Mesut Ozil yang tidak membuat tekel adalah dibuat-buat dan palsu. Supaya semua orang tahu, di Piala Dunia 2014 dan Piala Eropa 2016, Mesut Ozil memenangi 65 persen duel per pertandingan. Terlebih, ia menjadi pemain paling penting ketika melawan Prancis dan Italia di Piala Eropa 2016.”

“Fakta berbicara dan siapa dia mengapa merasa bisa menghina Mesut Ozil seperti ini? Kebohongan ini murahan, stereotypical, dan komentar tanpa dasar yang membuat berita menyakitkan tersebar.”

“Tuan Hoeness, kami tidak akan lagi membuang energi dan waktu untuk membicarakan sebuah topik yang jelas-jelas tidak ia mengerti. Topik yang betul-betul ia pahami adalah duit pajak 28 juta euro yang ia gelapkan, ketika ia dipaksa untuk mundur dari jabatannya sebagai Presiden Bayern Munchen dan seharusnya dipenjara untuk tindak kriminalnya.”

“Orang macam apa dia itu? Ketika ia terbukti secara ilegal melakukan tindak kriminal, ia mencuri duit dari masyarakat Jerman untuk alasan yang sungguh egois. Duit sebanyak itu harusnya bisa digunakan untuk membangun sekolah dan rumah sakit, tapi malah masuk ke kantongnya yang rakus. Bukan hanya mendatangkan malu untuk dirinya sendiri, namun juga untuk sepak bola dan masyarakat Jerman.”

“Hoeness memang tidak lebih baik dibandingkan orang-orang yang Mesut Ozil sebut di pernyataannya. Hoeness, secara sengaja enggan melihat masalah yang lebih besar. Ia melakukannya secara sengaja. Membuat komentar-komentar gila soal Mesut Ozil, ia pikir, akan melahirkan reaksi dan menutupi masalah sebenarnya.”

Iklan

“Masalah sebenarnya, yang ia dan banyak orang Jerman takut hadapai, sebuah masalah secara sengaja ia “sapu ke bawah karpet” karena takut menghadapi kebenaran yang menyakitkan. Hoeness menunjukkan kedalaman karakter dan sifat sebenarnya dengan menghindari masalah sebenarnya dan memilih membuat komentar-komentar idiot tentang sepak bola.”

“Saya tidak akan membiarkan Hoeness berhasil. Mesut Ozil sudah memberikan semuanya untuk Jerman, baik di dalam maupun di luar lapangan. Berkontribusi banyak untuk sebuah negara yang ia sendiri tidak pernah memimpikannya,” tegas Erkut Sogut.

Pesan moral di balik serangan Erkut Sogut kepada Hoeness adalah lihat ke dalam dirimu sendiri sebelum menghakimi orang lain. Jika dirimu tidak pernah berbuat dosa, silakan mengawali melempar batu. Melempar batu ke kepala orang berdosa saja sudah termasuk dosa. Lantas, apa jadinya jika orang yang kamu lempar itu sebetulnya tidak punya dosa?

Terakhir diperbarui pada 8 Oktober 2018 oleh

Tags: ArsenalArsene WengerBayern Munchenerkut sogutjermanjoachim lowJose MourinhoMesut Oziluli hoeness
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Lepas status WNI dan paspor Indonesia, hidup lebih mudah usai pindah kerja di Jerman MOJOK.CO
Urban

Lepas WNI karena Hidup Serba Susah dan Nelangsa di Indonesia, Hidup Jadi Lebih Mudah usai Pindah ke Jerman

10 Maret 2026
Ironi kerja di Jerman lewat program Au Pair, nyaris gagal kuliah S2. MOJOK.CO
Sehari-hari

Ironi Kejar Mimpi Kuliah S2 di Jerman: Bisa Kerja sambil Numpang Gratis di Rumah Warga, tapi Diremehkan sampai Diusir Majikan

4 Maret 2026
kulturpass untuk anak muda di jerman mojok.co
Sosial

3 Negara Ini Ngongkosin Anak Mudanya untuk Nonton Konser, Film, dan Beli Buku. Indonesia Kapan?

1 Agustus 2023
Prancis vs Maroko MOJOK.CO
Esai

Prancis vs Maroko: Tentang Narasi Politik yang Harus Tunduk di Hadapan Sepak Bola

14 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warung nasi padang jual rendang khas Minang di Jogja

Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

10 April 2026
Bekerja di Jakarta vs Jogja

Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental

10 April 2026
Gagal seleksi CPNS (PNS ASN) pilih nikmati hidup dengan mancing MOJOK.CO

Gagal Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Dicap Tak Punya Masa Depan tapi Malah Hidup Tenang

9 April 2026
Anak PNS kuliah di PTN top seperti UGM masih menderita karena UKT nggak masuk akal

Derita Jadi Anak PNS: Baru Bahagia Diterima PTN Top, Malah “Disiksa” Beban UKT Tertinggi Selama Kuliah padahal Total Penghasilan Orang Tua Tak Seberapa

4 April 2026
Mahasiswa KKN di desa

KKN Itu Menyenangkan, yang Bikin Muak adalah Teman yang Jadi Beban Kelompok dan Warga Desa yang “Toxic”

9 April 2026
Pekerja gen Z matikan centang biru WhatsApp dicap kepribadian buruk

Pekerja Gen Z Matikan Centang Biru WhatsApp demi Privasi, Malah Dicap Kepribadian dan Etos Kerja Buruk padahal Berusaha Profesional

5 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.