Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Wikimo Tokoh

Mahfud MD

Redaksi oleh Redaksi
6 April 2017
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mahfud MD, lahir di Sampang, Madura, 13 Mei 1957, sebagai keempat dari tujuh bersaudara. Nama aslinya adalah Mohammad Mahfud. MD sendiri merupakan singkatan dari nama ayahnya, yakni Mahmodin. Penambahan nama ini dikarenakan ada beberapa siswa di kelasnya saat SMP yang memiliki nama sama sehingga perlu dilakukan untuk mempermudah membedakan. Namun, inisial ini lupa dicoret dalam penulisan ijazah sehingga terbawa ke ijazah SMA, perguruan tinggi, hingga Guru Besar.

Mahfud mengenyam pendidikan dasar dengan belajar agama Islam dari surau dan Madrasah Diniyyah. Masuk usia tujuh tahun, ia menjalani pendidikan dasar di pagi hari dan belajar Madrasah Ibtidaiyah di sore harinya, kemudian menghabiskan waktu malam hingga paginya di surau.

Setamat SD, Mahfud melanjutkan belajar ke Sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA) Negeri Pamekasan. Ketika itu, ada kebanggaan sendiri bagi orang Madura jika menjadi guru atau kyai. Setelah 4 tahun belajar, ia terpilih mengikuti Pendidikan Hakim Islam Negeri (PHIN), sebuah sekolah kejuruan unggulan milik Departemen Agama yang terletak di Yogyakarta.

Setelah itu, ia berencana melanjutkan sekolah di PTIQ (Perguruan Tinggi Ilmu al-Quran) di Mesir. Namun, ketika menunggu persetujuan beasiswa, ia mendaftar ke Fakultas Hukum UII dan Jurusan Sastra Arab UGM. Karena terlanjur betah di Fakultas Hukum, ia memutuskan meneruskan pendidikannya di sana. Kuliahnya di Sastra Arab tidak dilanjutkan karena ia merasa apa yang diperolehnya dari jurusan itu tidak lebih dari yang didapat di pesantrennya dulu.

Karena kondisi ekonomi orang tua yang pas-pasan, ia giat mencari biaya kuliah sendiri, termasuk beasiswa. Hal ini tidak sulit baginya karena ia juga mendapat honorarium dari tulisan-tulisannya yang dimuat di beberapa surat kabar.

Mahfud yang juga tertarik dengan politik, kemudian aktif dalam beberapa organisasi. Di organisasi ekstra kampus, ia bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Sementara di organisasi intra kampus, ia aktif di Senat Mahasiswa, Badan Perwakilan Mahasiswa, serta Pers Mahasiswa. Dari beberapa organisasi tersebut, hanya lembaga pers yang paling ditekuni. Karena kritik-kritiknya terhadap pemerintah Orde Baru, majalah dari lembaga pers yang dipimpinnya tersebut pernah dibredel sampai dua kali.

Lulus dari Fakultas Hukum, ia mengajar sebagai dosen di almamaternya. Ia kemudian melanjutkan S2 Ilmu Politik di UGM, diikuti dengan S3 Ilmu Hukum Tata Negara UGM.

Karier Mahfud semakin cemerlang, tidak saja dalam lingkup akademik, namun juga di jajaran birokrasi eksekutif. Tercatat, ia pernah menjadi Menteri Pertahanan serta Menteri Kehakiman dan HAM di era pemerintahan Gus Dur. Di bidang legislatif, ia pernah menjabat anggota DPR RI periode 2004-2008. Di bidang yudikatif, ia menjadi Hakim Konstitusi serta Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2011.

Terakhir diperbarui pada 6 April 2018 oleh

Tags: ahli hukummahfud mdtokoh politik indonesia
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Zen RS: Tan Malaka Tokoh Pemikir Bebas dan Pejuang yang Tidak Terikat Struktur Politik
Video

Zen RS: Tan Malaka Tokoh Pemikir Bebas dan Pejuang yang Tidak Terikat Struktur Politik

3 Maret 2026
menulis di media, dahlan iskan.MOJOK.CO
Ragam

Menulis di Media adalah Cara Termudah Menjadi Terkenal dan Meninggalkan “Warisan”

17 April 2025
Dirty Vote: Kebenaran yang Tidak Bisa Dinikmati Rakyat Biasa MOJOK.CO
Esai

Dirty Vote Menghadirkan Data yang Luar Biasa Terkait Kecurangan Pemilu 2024, tapi Sayangnya Tidak Ditonton Rakyat Biasa

12 Februari 2024
mojok mentok mahfud md vs gibran debat cawapres
Video

Etika Gibran ke Mahfud MD Saat Debat Cawapres Menuai Sorotan Media Asing

26 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stasiun Pasar Senen Jakarta Pusat merampas senyum perantau asal Jogja MOJOK.CO

Stasiun Pasar Senen Saksi Perantau Jogja “Ampun-ampun” Dihajar dan Dirampas Jakarta, Tapi Terlalu Cemas Resign buat Balik Jogja

15 Maret 2026
Pendidikan karakter Sunan Ampel di Pesantren Ampeldenta Surabaya melalui halal food dan halal living MOJOK.CO

Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas

13 Maret 2026
Mudik Lebaran dengan travel mobil

Niat Ingin Lebih Cepat Naik Travel Malah Bikin Trauma, Sopir Tak Tahu Aturan dan Penumpang Tidak Tahu Diri

12 Maret 2026
Jogja macet saat mudik Lebaran

Sebagai Warlok, Saya Tidak Sedih karena Tak Bisa Mudik tapi Jengkel Satu Indonesia Pindah ke Jogja

9 Maret 2026
Kuliner Sunda yang tidak ada di Jogja, seblak buat perantau ingin mudik Lebaran

Alasan Orang Sunda Ingin Mudik Bukan Hanya Keluarga, tapi Tak Tahan Siksaan Makanan Jogja yang Rasanya “Hambar”

10 Maret 2026
Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.