Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Eksan dan Perjuangan Menghidupkan Kembali Rojolele, Beras Legendaris dari Delanggu

Redaksi oleh Redaksi
5 Desember 2025
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Desa Delanggu di Kabupaten Klaten sejak lama dikenal sebagai daerah penghasil beras unggulan. Nama “Rojolele” jenis padi aromatik khas Delanggu— dulu begitu harum, bukan hanya karena aromanya api juga karena reputasinya sebagai beras lokal berkualitas tinggi. Namun, kejayaan itu perlahan memudar.

Minat petani terhadap varietas ini menurun, citranya merosot, bahkan banyak konsumen tak lagi yakin mana yang asli dan mana yang palsu.

Di tengah situasi itu, Eksan Hartanto, pemuda asli Delanggu, memilih mengambil jalan berbeda. Ia terjun langsung menjadi petani milenial dan berupaya mengembalikan identitas keaslian rojolele yang sempat hilang dari peredaran,

Mendirikan Sanggar Rojolele

Bersama teman-temanya, Eksan mendirikan komunitas Sanggar Rojolele, tempat anak muda desa berdiskusi, belajar dan melakukan gerakan untuk mengangkat kembali isu pertanian lokal.

Bagi Eksan, Sanggar Rojolele adalah wadah untuk menghidupkan kembali kesadaran bahwa bertani bukan hanya pekerjaan, melainkan identitas sebuah desa.

Namun di balik enaknya beras ini, ada persoalan serius yang menghantui petani: maraknya peredaran karung berlabel Rojolele yang isinya bukan varietas aslinya.

Eksan mengungkap bahwa 95% beras rojolele yang dijual palsu terutama di toko-toko online.

“Data itu kami dapat dari hasil riset teman-teman Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret Surakarta. Ketika mereka meneliti toko-toko online, ditemukan bahwa sebagian besar domisilinya ternyata bukan dari Delanggu, Mas. Ada yang berdomisili di Jabodetabek, ada yang di Jogja, bahkan di Semarang. Setelah dicek ulang, toko online yang benar-benar asli dari Delanggu itu hanya sekitar lima persen saja.” Ucap Eksan

Menurutnya, selama isu pemalsuan ini tidak dibereskan, mustahil rojolele bisa kembali ke masa kejayaannya.

Regenerasi Petani

Regenerasi petani menjadi isu lain yang menjadi perhatian Eksan. Banyak anak muda enggan bertani karena stigma, modal besar dan tidak adanya akses lahan.

Menurutnya negara perlu mendistribusikan lahan ke petani muda dengan sistem hak guna melalui desa, bukan hak milik pribadi. Karena pola lama dalam reforma agraria terbukti rawan, Banyak lahan yang sudah disertifikatkan malah berakhir di pegadaian atau berpindah tangan.

Eksan berharap rojolele bisa kembali ke masa kejayaannya, seperti saat Delanggu pernah dikenal sebagai salah satu daerah penghasil beras terbaik di Jawa.

Tags: beras berkualitasberas unggulankalcersokrojolele

Terpopuler Sepekan

kos di jakarta.MOJOK.CO

Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

3 Februari 2026
Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen yang Nggak Perlu Ngomongin Toleransi MOJOK.CO

Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen Kok Nggak Ngomongin Toleransi

2 Februari 2026
Pinjol Jerat Gen Z Fomo tanpa Cuan, Apalagi Tabungan MOJOK.CO

Fakta Indonesia Hari ini: Sisi Gelap Gen Z Tanpa Cuan yang Berani Utang Sampai Ratusan Juta dan Tips Lepas dari Jerat Pinjol Laknat

3 Februari 2026
Salah kaprah pada orang yang kerja di Surabaya. Dikira gaji besar dan biaya hidup murah MOJOK.CO

Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan

4 Februari 2026
TKI-TKW Rembang dan Pati, bertahun-tahun kerja di luar negeri demi bangun rumah besar di desa karena gengsi MOJOK.CO

Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti

7 Februari 2026
Umur 23 tahun belum mencapai apa-apa: dicap gagal dan tertinggal, tapi tertinggal ternyata bisa dinikmati dan tak buruk-buruk amat MOJOK.CO

Umur 23 Belum Mencapai Apa-apa: Dicap Gagal dan Tertinggal, Tapi Tertinggal Ternyata Bisa Dinikmati karena Tak Buruk-buruk Amat

2 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.