Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

Redaksi oleh Redaksi
19 Februari 2026
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Episode Putcast kali ini kedatangan Rendra Agusta, Seorang filolog sekaligus pembaca manuskrip Jawa kuno yang menekuni lapisan-lapisan pengetahuan tradisionalis Jawa, mulai dari naskah, laku spiritual, hingga sistem perhitungan yang kerap dianggap klenik.

Dalam Obrolan Putcast ini, Rendra Agusta hadir tidak hanya untuk membenarkan atau membantah, melainkan membuka cara pandang baru bahwa kebudayaan Jawa menyimpan logika sendiri yang tak selalu tunduk pada rasionalitas modern, tetapi terus hidup bekerja di balik kehidupan sosial politik di Indonesia.

Obrolan mengalir begitu saja, dimulai dari soal weton, wuku, hingga cara orang Jawa membaca karakter seseorang lewat sistem perhitungan tradisional.

Nama-nama besar pun ikut dibicarakan, mulai dari Joko Widodo hingga Prabowo Subianto, bukan dalam kerangka ramalan sensasional, melainkan sebagai pintu masuk untuk memahami bagaimana kekuasaan, kepemimpinan dan simbol bekerja dalam kosmologi Jawa.

Di sini, politik tidak berdiri sendirian, melainkan berkelindan dengan spiritualitas, etika dan warisan pengetahuan lama.

Obrolan Putcast kali ini juga menyinggung tahun 2026—tahun yang dalam tradisi Jawa kerap dibaca sebagai masa prihatin dan penuh kewaspadaan.

Dari Manuskrip akhir Majapahit hingga praktik kebudayaan yang masih dijalani di desa-desa, Putcast kali ini mengajak pendengar menyelami satu pertanyaan penting, sejauh mana nasib, kekuasaan dan kejayaan manusia modern masih dibentuk oleh pengetahuan lama yang diam-diam terus bekerja?

Lebih dari sekadar obrolan tentang hitung-hitungan hari baik dan buruk, Putcast ini juga menjadi ruang untuk membicarakan batas antara kepercayaan, pengalaman personal, dan sikap hidup. Rendra berbagi bagaimana tradisi Jawa tidak selalu menuntut pembuktian rasional, tetapi mengajarkan sikap niteni—mengamati, mengalami, lalu menyikapi hidup dengan kewaspadaan dan kesadaran.

Tags: filologmanuskrip jawa kunoPolitik IndonesiaPutcast

Terpopuler Sepekan

Perasaan duka

Duka Dianggap Hanya Terjadi saat Menangis, padahal Perasaan Sedih Bisa Muncul secara Random dan Absurd

10 Maret 2026
Cerita Felix. Kuliah di universitas Australia berkat beasiswa LPDP usai diejek dan ditertawakan. Tolak tawaran kerja dewan demi ajar anak-anak di kampung pedalaman MOJOK.CO

Lulusan Beasiswa Australia Tolak Tawaran Karier Mentereng, Lebih Pilih Jadi Guru Kampung karena Terbayang Masa Lalu

10 Maret 2026
Ogah mudik apalagi kumpul keluarga saat Lebaran. MOJOK.CO

Kumpul Keluarga Jadi Ajang Menambah “Dosa”: Dengar Saudara Flexing hingga Pura-pura Sukses agar Tidak Dihina Tetangga di Desa

9 Maret 2026
Saya Orang Jogja yang Iri pada Klaten yang Keberadaannya Makin Diperhitungkan Mojok.co

Klaten Daerah Tertinggal yang Perlahan Berubah Menjadi Surga, Dulu Diremehkan dan Dianggap Kecil Kini Sukses Bikin Iri Warga Jogja

11 Maret 2026
Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026
Kuliner Sunda yang tidak ada di Jogja, seblak buat perantau ingin mudik Lebaran

Alasan Orang Sunda Ingin Mudik Bukan Hanya Keluarga, tapi Tak Tahan Siksaan Makanan Jogja yang Rasanya “Hambar”

10 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.