Episode Kalcersok kali ini, Mojok main langsung ke kedai Klinik Kopi milik Pepeng untuk membongkar mitos “slow living” yang selama ini sering dilekatkan pada bisnis kopi skala kecil.
Dari luar mungkin terlihat santai—jam buka singkat, suasana tenang, dan interaksi hangat—tapi di balik itu semua ternyata ada ritme kerja yang padat, energi yang terkuras, dan sistem yang dibangun dengan sangat disiplin.
Dalam obrolan Pepeng blak-blakan membagikan bagaimana usahanya bisa bertahan hingga 13 tahun, bukan karena mengikuti tren, tapi justru karena berani berbeda.
Ia menekankan pentingnya pelayanan personal, interaksi manusiawi, serta pengalaman yang membekas bagi pelanggan.
Di sini, kopi bukan sekadar minuman, tapi pintu masuk untuk menciptakan kesan. Bahkan, strategi seperti membatasi jumlah pelanggan per hari hingga memilih tidak mengikuti arus pasar jadi bagian dari cara menjaga kualitas dan “ruh” usaha tetap hidup.
Lebih jauh, obrolan ini juga membuka perspektif soal bagaimana membangun bisnis warkop yang tidak hanya mengandalkan rasa, tetapi juga value.
Mulai dari konsep “jodoh kopi” dengan dessert, pentingnya relasi dengan petani kopi, hingga diversifikasi pemasukan lewat merchandise dan penjualan online—semuanya dibahas secara jujur dan membumi.
Episode ini wajib ditonton buat kamu yang ingin membangun usaha kopi yang unik, tahan lama, dan benar-benar punya nilai jual di tengah persaingan yang semakin padat.









