Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Gus Ulil Bicara Soal Ngaji Virtual Kitab Ihya Ulumuddin dan Netralitas NU

Redaksi oleh Redaksi
11 Februari 2024
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Episode PutCast kali ini kami menemui Ulil Abshar Abdalla atau akrab dengan sapaan Gus Ulil. Ia adalah seorang tokoh Muslim Indonesia yang mengembangkan pemikiran tasawuf melalui pengajian virtual Kitab Ihya Ulumuddin. Sejak kecil sudah menempuh pendidikan pesantren tradisional di daerah Pati dan Rembang. Tak tanggung-tanggung, ia juga pernah kuliah master dan doktoral di bidang agama hingga ke universitas di Amerika.

Gus Ulil aktif dalam berbagai organisasi, termasuk Jaringan Islam Liberal (JIL) dan Lakpesdam Nahdlatul Ulama (NU). Ia juga sempat menjadi redaktur majalah Tempo dan kolumnis di berbagai media massa. Gus Ulil terkenal dengan pemikirannya yang kritis dan moderat. Ia banyak menulis tentang Islam dan demokrasi, pluralisme, dan hubungan antarumat beragama.

Tema obrolan kali ini diawali dengan cerita masa kecil dan latar belakang pendidikan Gus Ulil. Kemudian berlanjut dengan bagaimana ia terpikir untuk melakukan live streaming mengaji melalui platform Facebook sejak tahun 2017 yang lalu. Apa alasan ia memilih Kitab Ihya’ yang isinya berat? Sebagai tokoh yang masuk dalam Lakpesdam NU, apa tanggapannya soal netralitas NU dalam menyikapi dukungan terhadap paslon tertentu pada Pilpres kali ini? Simak video di atas sampai selesai.

Tags: Gus UlilIhya Ulumuddinkitab ihyaNahdlatul Ulamanetralitas nuUlil Abshar Abdalla

Movi Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar
Video

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga
Video

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara
Video

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno
Video

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

19 Februari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.