Episode Putcast kali ini kedatangan Dr. Fahruddin Faiz, seorang pakar filsafat yang dikenal luas karena kemampuannya menjelaskan gagasan filsafat secara sederhana namun tetap mendalam.
Dalam episode ini, obrolan berfokus pada tema “Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity): Mencari Arah di Dunia yang Tidak Pasti.”
Melalui diskusi yang hangat bersama Kepala Suku Mojok, Pak Fahruddin Faiz membahas bagaimana perubahan zaman bergerak sangat cepat. Perubahan ini ditandai oleh ketidakpastian serta derasnya arus informasi di era digital.
Kondisi tersebut sering membuat banyak anak muda merasa cemas, bingung, bahkan kehilangan arah dalam menjalani hidup.
Menurut Pak Faiz, situasi ini sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru dalam sejarah manusia. Tantangan semacam ini selalu muncul dalam berbagai zaman. Perbedaannya hanya pada bentuk dan kecepatannya.
Sikap Mental terhadap Perubahan
Dalam Obrolan, pak Fahruddin Faiz menekankan pentingnya sikap mental dalam menghadapi dunia yang serba tidak pasti.
Ia mengangkat kearifan Jawa yang sederhana namun relevan hingga hari ini, yaitu filosofi “Ojo Gumunan, ojo kagetan”—dalam bahasa indonesia artinya jangan mudah kagum dan jangan mudah terkejut.
Maksudnya, Di tengah perubahan yang cepat dan sering mengejutkan, manusia perlu menjaga ketenangan pikiran, tidak mudah terpancing sensasi, dan tidak cepat panik menghadapi berbagai peristiwa.
Sikap ini penting agar seseorang tidak mudah goyah ketika menghadapi situasi yang tidak terduga.
Perkembangan Era
Pak Faiz juga menyoroti era sekarang yang penuh dengan banjir informasi. Setiap hari manusia disuguhi bebani berita, opini, dan informasi dari media sosial maupun media digital lainnya.
Namun, derasnya arus informasi tersebut tidak selalu diiringi dengan kedalaman pemahaman. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya sikap “Eling lan waspada”.
kita perlu menyadari bahwa tidak semua informasi harus ditelan mentah-mentah atau dipikirkan secara berlebihan. Cukup diketahui saja dan dan disaring secara kritis agar tidak membebani pikiran atau menyesatkan.
Pesan Pak Fahruddin Faiz
Melalui diskusi ini, Pak Fahruddin Faiz mengajak generasi muda untuk tidak hanya mengikuti arus perubahan zaman, tetapi juga membangun ketangguhan mental serta kedewasaan dalam berpikir.
Ketidakpastian zaman memang tidak bisa dihindari. Namun manusia tetap memiliki kemampuan untuk memahami situasi dan menentukan sikap yang bijak di tengah dunia yang semakin kompleks.









