Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Video

Kisah Peternak Kambing di Sleman yang Menyulap Kotoran Jadi Bisnis Pupuk Organik Menguntungkan

Redaksi oleh Redaksi
2 Oktober 2025
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sebuah kegagalan kerap memberikan pengalaman berharga. Itulah yang dirasakan mas Toto, seorang petani dan peternak kambing dari Dusun Tanjung, Sleman. Perjalanan beternak yang ia jalani tak selalu mulus. Ia pernah kehilangan hampir separuh kambingnya akibat wabah PMK, hanya karena terlalu percaya pada informasi yang ia dapat dari media sosial.

“Awalnya saya hanya melihat media sosial seng dapat kita terima tapi ilmunya enggak kita cari” ucap Toto

Dengan semangat mencoba, Toto membeli dua ekor kambing meski saat itu belum memiliki kandang. Tabungan yang tersisa ia gunakan sedikit demi sedikit untuk membangun kandang sederhana dan menambah jumlah ternak hingga 40 ekor. Namun, perjalanan itu berakhir pahit.

Hampir Menyerah karena Kegagalan

“Dulu waktu saya masih berada di populasi 40, banyak yang mati hanya menyisakan sekitar 15 sampai 20 ekor saja dan sempat membuat saya mengeluh dan hampir beralih ke yang lain. Dan karena saat itu juga saya masih belum arah tujuan ternaknya itu kemana belum ada, cuma seneng aja, mikirnya itu kambingnya makin banyak duit e makin okeh, ternyata ilmu yang seng di oleh dari konten itu belum lengkap” ujar Toto

Dari situ, ia kemudian menggali permasalahan dengan serius. Ia menemukan bahwa kunci penting dalam beternak bukan hanya memberi makan, tapi juga memperhatikan kualitas nutrisi. Sedikit demi sedikit ia memperbaiki pola perawatan kambingnya.

Dari Kotoran Kambing Jadi Peluang

Tak berhenti sampai di situ, Totok melihat peluang lain yang sering luput dari perhatian peternak: kotoran kambing. Alih-alih menggunakannya secara langsung, ia mengolahnya menjadi pupuk organik. Prosesnya sederhana , kotoran diambil dari kandan, dikeringkan, digiling, lalu difermentasi dengan komposer.

” Kebanyakan orang disini, mengaplikasikanya secara mentah banyak risiko-risiko yang dialami bisa jadi nanti tumbuh jamur sehingga nanti menyebabkan tanaman mati” ujar Totok

Kegagalan yang Jadi Titik Balik

Kini, pupuk organik olahan Toto dijual dengan harga antara 25 ribu hingga 30 ribu per karung, dengan pilihan ukuran 25 kg, 10 kg, hingga 5 kg. Tak hanya menambah pendapatan, usaha ini juga membuka jalan baru dalam memanfaatkan potensi peternakan yang sering dianggap sepele.

Bagi Toto, kegagalan yang dulu sempat membuatnya hampir menyerah justru menjadi titik balik. Dari situ ia belajar bahwa beternak bukan sekadar soal jumlah, tapi soal pengetahuan, kesabaran, dan keberanian untuk terus mencari jalan keluar.

Tags: bisnis kambingkalcersokpupuk koheYogyakarta

Terpopuler Sepekan

Mudik ke desa pakai motor setelah bertahun-tahun merantau di kota seperti Jakarta jadi simbol perantau gagal MOJOK.CO

Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga

26 Februari 2026
merantau di Jogja.MOJOK.CO

Cerita Perantau Jatim: Diremehkan karena Tinggal di Kos Kumuh Jogja, Bungkam Mulut Tetangga dengan Membangun Rumah Besar di Desa

25 Februari 2026
7 buah legendaris dalam game Blox Fruits yang jadi incaran MOJOK.CO

7  Koleksi Buah Legendaris di Game Blox Fruits yang Jadi Incaran: Tak Cuma Memperkuat, Tapi Juga Jadi Aset Berharga

24 Februari 2026
Rasa Sanga (1): Sunan Gresik Membawa Masuk Islam ke Jawa Lewat Dapur dan Semangkuk Bubur Harisah MOJOK.CO

Rasa Sanga (1): Sunan Gresik Membawa Masuk Islam ke Jawa Lewat Dapur dan Semangkuk Bubur Harisah

23 Februari 2026
Lagu religi "Tuhan Itu Ada" jadi ajang promosi Klaten lewat musik MOJOK.CO

Adhit & Carlo Jikustik Gandeng Klaten Project Rilis Lagu Religi “Tuhan itu Ada”

25 Februari 2026
5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau Mojok.co

5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau 

25 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.