Di antara deretan Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, bagian Juz Amma menyimpan kisah yang sering luput dibaca sebagai sejarah politik.
Bukan semata tafsir, melainkan pengakuan tentang penangkapan dirinya pada 27 Januari 1964, di bulan ramadan, di komplek Masjid Agung Al-Azhar.
Selama ini, peristiwa penangkapan Hamka kerap disederhanakan, ia dipenjara karena difitnah sebagai komunis.
Namun jika ditelusuri lebih dalam melalui kliping koran dan koronologi budaya. Cerita itu jauh lebih rumit dari yang kita bayangkan.
Tuduhan yang dikenakan kepada hamka tergolong berat: mengadakan rapat gelap, menerima dana suap, hingga menghasut para mahasiswa agar meneruskan perjuangan Kartosuwiryo.
Namun yang menarik, penangkapan Buya Hamka nyaris tak tercatat di koran-koran besar harian. Mereka justru sibuk memberitakan kriminalisasi puluhan buruh militer dari pada penangkapan seorang ulama besar.
Lantas dari mana datangnya narasi bahwa Buya Hamka dijatuhkan oleh komunis?
Apakah karena kebencian pada Hamka atau Islam? dan
siapa sebenarnya yang memenjarakan Hamka pada Januari 1964?
Semua pertanyaan itu dibahas dalam episode terbaru Jasmerah.
Saksikan hingga tuntas.
Sebab belajar sejarah bukan sekadar mengingat masa lalu, melainkan menajamkan pemahaman tentang ke mana arah bangsa ini dijalankan.









