Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Uneg-uneg

Spot Foto Berbentuk Cinta Merajalela, Perlukah?

Redaksi oleh Redaksi
18 Desember 2022
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Destinasi wisata di Indonesia sangatlah beragam. Mulai dari puncak gunung sampai ke pantai dapat kita datangi untuk berwisata. Namun, ada satu hal yang membuat saya berfikir karena sering saya temukan di berbagai lokasi wisata. Yang saya maksud adalah spot foto berbentuk cinta.

Spot foto ini selalu mudah mencuri perhatian mata saat berada di suatu destinasi wisata karena bentuknya yang mencolok. Selain itu, spot cinta ini memiliki berbagai macam variasi, ada yang terbuat dari bambu, besi, ranting pohon, dan juga dari bahan bekas yang didaur ulang.

Sepertinya, hampir di semua destinasi wisata sudah ada spot foto cinta. Wisata danau, gunung, kebun teh, sawah, dan taman kota juga sering memiliki hal serupa. Sebenarnya, apakah perlu ada spot foto seperti ini?

Dari sisi pro, spot foto cinta yang sudah ada di banyak destinasi wisata bisa dikatakan mainstream, tapi anehnya masih saja menjadi primadona untuk berfoto-foto ria. Bahkan, ada beberapa tempat wisata yang menarik biaya tambahan hanya untuk berfoto di spot ini dan pengunjung masih mau membayar untuk itu. Tentu saja hal tersebut dapat menjadi pemasukan bagi sebuah destinasi atau bahkan menjadi ikon destinasi tersebut.

Apakah dengan adanya spot foto berbentuk cinta jadi salah satu daya tarik yang membuat orang datang ke sebuah destinasi wisata? Bisa jadi begitu. Apalagi untuk keperluan pamer di sosial media zaman sekarang, tentu saja pihak pengelola dengan senang hati membuat instalasi cinta untuk menarik pengunjung.

Sebaliknya, di sisi kontra, spot foto ini bukannya memperindah malah merusak estetika. Bayangkan saja jika Anda pergi ke sawah untuk melihat hamparan sawah yang hijau malah terhalang dengan tiang besi berbentuk cinta. Atau pergi ke bukit untuk melihat pemandangan malah bertemu dengan anyaman bambu berbentuk cinta. Hal ini dapat mengurangi pengalaman yang dirasakan pengunjung.

Apalagi spot foto seperti ini biasanya ditempatkan di tempat yang paling bagus sehingga menghalangi keindahan alam itu sendiri. Tentu saja menjadi hal yang mengurangi tingkat kepuasan bagi sebagian orang yang berwisata untuk mencari keindahan. Lalu, apakah spot foto cinta ini terlalu berlebihan pemanfaatannya? Bisa dikatakan begitu karena hampir ada di setiap destinasi wisata dan seakan sudah menjadi hal yang wajib. Padahal, tanpa spot foto berbentuk cinta pun masih bisa berjalan dengan baik.

Saya masih ingat saat mengunjungi salah satu destinasi wisata di tepi Danau Rawa Pening. Di sana terdapat jembatan yang panjang dan ada beberapa spot foto berlatarkan danau. Salah satu spot foto yang saya maksud adalah spot foto cinta. Saat saya amati, ternyata kebanyakan orang tua lebih senang berfoto di spot seperti itu dibandingkan langsung berlatarkan danau. Apalagi dilengkapi dengan properti seperti sepeda onthel dan bunga-bunga. Sementara itu, anak-anak muda cenderung lebih suka berfoto apa adanya tanpa harus berada di spot foto berbentuk cinta. Saya tidak tahu mengapa demikian, tetapi perbedaan selera antargenerasi ini cukup menarik.

Sepertinya keberadaan spot foto berbentuk cinta ini memang ditujukan untuk ibu, bapak, paman, dan tante kita. Tidak jarang saat ibu-ibu PKK pergi piknik biasanya pulang dengan foto di gapura berbentuk cinta. Atau juga perkumpulan bapak-bapak pergi ke gunung lalu berfoto di spot foto cinta dengan jempol andalannya. Namun, bukan berarti tidak ada anak muda untuk berfoto di spot cinta. Pasti ada tetapi tidak sebanyak itu.

Meskipun terdapat dua perspektif besar tentang spot foto berbentuk cinta ini, tetap saja spot ini masih eksis di berbagai tempat wisata dengan beragam macamnya. Tidak bisa langsung dihilangkan begitu saja karena masih banyak orang yang suka terhadap spot foto seperti ini. Kecuali semua tipe pengunjung menjadi suka pada hal yang sama, yaitu keaslian tanpa adanya spot foto ini.

Kemudian, untuk pengelola destinasi wisata di Indonesia yang memiliki spot foto berbentuk cinta, ada baiknya jika spot ini tidak ditempatkan di tempat yang dapat menghalangi suatu daya tarik utama sehingga tidak mengurangi estetika yang sudah ada. Tidak hanya itu, perlu dipertimbangkan lebih lagi terkait kecocokan spot foto seperti ini dengan destinasi yang dikelola, supaya tidak memberikan kesan yang memaksa untuk membuat spot ini di tempat yang tidak seharusnya.

Fernanda Tri Antono
Salatiga, Jawa Tengah
[email protected]

Uneg-uneg, keluh kesah, dan tanggapan untuk Surat Orang Biasa bisa dikirim di sini

Terakhir diperbarui pada 20 Desember 2022 oleh

Tags: spot fotosurat orang biasauneg-uneg
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Overthinking Siswa SMA yang Akhirnya Berhasil Kuliah Jalur SNBP di Universitas Trunojoyo Madura MOJOK.CO
Uneg-uneg

Overthinking Siswa SMA yang Akhirnya Berhasil Kuliah Jalur SNBP di Universitas Trunojoyo Madura

20 April 2024
Kelakuan Pengemudi Mobil di Surabaya Bikin Orang Banyak-banyak Istigfar MOJOK.CO
Uneg-uneg

Kelakuan Pengguna Mobil di Surabaya Bikin Orang Banyak-banyak Istigfar

13 Maret 2024
Surat Cinta untuk Petugas Parkir Liar di Jakarta yang Cuma Modal Peluit MOJOK.CO
Uneg-uneg

Surat Cinta untuk Petugas Parkir Liar di Jakarta yang Cuma Modal Peluit

10 Maret 2024
Jalur Pantura Semarang-Kudus Adalah Alasan Saya Merem Melek dan Misuh! MOJOK.CO
Uneg-uneg

Jalur Pantura Semarang-Kudus Adalah Alasan Saya Merem Melek dan Misuh!

9 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Para loyalis bulu tangkis. menabung demi nonton Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta MOJOK.CO

Para Loyalis Bulu Tangkis: Rela Menabung Demi ke Jakarta, Mengenang Cita-cita Masa Kecil untuk Rasakan Magisnya Istora 

23 Januari 2026
OTT Wali Kota Madiun

Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat

20 Januari 2026
Kalau Bobby di Buku Karya Aurelie Mooremans Iblis, Kita Tenang. Masalahnya, Dia Manusia MOJOK.CO

Broken Strings Karya Aurelie Moeremans: Kalau Bobby Iblis Kita Tenang. Masalahnya, Dia Manusia

21 Januari 2026
Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Adalah Daihatsu Sigra MOJOK.CO

Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat

20 Januari 2026
Warung Bakso Horor di Selatan Jogja MOJOK.CO

Warung Bakso Horor di Selatan Jogja: Teror Gaib yang Tak Kunjung dan Belum akan Berhenti

22 Januari 2026
Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta MOJOK.CO

Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

19 Januari 2026

Video Terbaru

Zainal Arifin Mochtar dan Tawa yang Tidak Sepenuhnya Bercanda

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 2): Strategi Biar Bisa Jadi Guru Besar

24 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 1): Bukan Guru Besar Biasa, Diuji Bukan dengan Pujian

21 Januari 2026
Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

20 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.