Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Kepada Siapa Aku Harus Bercerita Saat Sudah Jadi Orang Dewasa?

Redaksi oleh Redaksi
28 Mei 2023
A A
Kepada Siapa Aku Harus Bercerita Saat Sudah Jadi Orang Dewasa? UNEG-UNEG. MOJOK.CO

Kepada Siapa Aku Harus Bercerita Saat Sudah Jadi Orang Dewasa?

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Beberapa orang di luar sana termasuk aku bukan tipe anak yang punya keberuntungan untuk menceritakan segala hal ke orang tua. Kenapa? Aku lebih takut respon orang tua bakal gimana setelah aku cerita.

Mungkin responnya bisa biasa saja, mungkin juga mereka memilih diam, menunggu sampai aku tenang baru diajak ngobrol. Mungkin juga ketika aku cerita ke ayah atau ibuku, justru ayah atau ibuku bisa jatuh sakit. Itulah yang semakin aku takut untuk bercerita.

Wajahku tidak bisa berbohong sampai aku pernah ditanya “kalau ada masalah bilang aja yah”, tapi aku tidak bisa.

Aku hanya tidak ingin orang tua mengkhawatirkanku, makanya aku selalu menceritakan saja yang lucu-lucu. Kalau menceritakan yang sedih pasti pada ikut sedih. Aku memilih untuk menyimpan semuanya sendiri.

Capek? Pasti.

Tapi setiap aku capek, aku sadar kalau ayah dan ibuku lebih capek.

Karena sebagai anak yang mulai dewasa, orang tua juga menyimpan semuanya dalam-dalam.  Apa yang orang tua pikirkan, sudah terlalu banyak. Itulah kenapa kami sebagai anak tidak ingin menambahkan pikiran ke orang tua kita.

Orang tua aku memang tidak pernah nuntut, tapi aku tahu mereka pasti punya harapan yang besar.

Menceritakan ke Allah

Menceritakan dengan teman sendiri, di posisi ini aku lebih banyak mendengarkan. Saat memberikan saran, sebenarnya kalimat saran kepada temanku adalah kalimat yang sebenarnya yang ingin aku dengar.

Di mata teman, aku yang terlihat kuat adalah aku yang sedang menyembunyikan badainya. Aku sebenarnya tidak sekuat itu, aku cuma lagi berusaha buat tidak nangis di depan banyak orang.

Aku cuma tidak mau kelihatan lemah, walau sebenarnya jujur aku capek.

Tidak ada siapa yang bisa buat tempat aku cerita. Aku cuma pengin dipeluk tanpa harus ditanya, kenapa. Aku cuma pengin didengar tanpa harus dihakimi. Dan aku akhirnya menceritakan semuanya ke Allah. 

Semakin sering aku curhat ternyata semakin plong yang aku rasakan. 

Bodoh, itu yang aku pikirkan, kenapa aku tidak melakukan ini dari dulu. menahan memang tidak mengenakan. Bayangkan ketika kamu menahan dalam waktu lama pasti kamu akan nangis tiba-tiba tanpa alasan. Di saat itu, kalau pura-pura bahagia atau pura-pura tertawa. Itu sangat melelahkan sekali

Iklan

Tapi aku lebih capek ketika masalah ekonomi, percintaan, dan lainnya datang secara bersamaan. Tapi aku sudah tidak takut lagi karena Allah akan tetap membimbingku dan aku percaya. Aku bisa menjalani semuanya tanpa menyerah, karena aku ciptaannya, malu kalau aku menyerah.

Idham Zulkarnaen, Desa Panimbang, Cimanggu, Cilacap, Jawa Tengah

BACA JUGA Ginjal Gue Bergetar dan Terhempas karena Jalan Penuh Polisi Tidur dan keluh kesah lain dari pembaca Mojok di UNEG-UNEG.

Keluh kesah dan tanggapan Uneg-uneg  bisa dikirim di sini

Terakhir diperbarui pada 28 Mei 2023 oleh

Tags: ceritadewasauneg-uneg
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Ibu yang sudah menua sering diabaikan anak
Catatan

Orang Tua yang Menua adalah Ketakutan Terbesar Anak, meski Kita Menolak Menyadarinya

13 Februari 2026
Kantin FBSB UNY, Saksi Perubahan Gaya Hidup Mahasiswa: Dulu Mirip Suzuran, Kini Isinya Mahasiswa Sopan
Kampus

Kantin FBSB UNY, Saksi Perubahan Gaya Hidup Mahasiswa: Dulu Mirip Suzuran, Kini Isinya Mahasiswa Sopan

5 Juni 2024
Overthinking Siswa SMA yang Akhirnya Berhasil Kuliah Jalur SNBP di Universitas Trunojoyo Madura MOJOK.CO
Uneg-uneg

Overthinking Siswa SMA yang Akhirnya Berhasil Kuliah Jalur SNBP di Universitas Trunojoyo Madura

20 April 2024
Kelakuan Pengemudi Mobil di Surabaya Bikin Orang Banyak-banyak Istigfar MOJOK.CO
Uneg-uneg

Kelakuan Pengguna Mobil di Surabaya Bikin Orang Banyak-banyak Istigfar

13 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja Jakarta, Tinggal Bekasi Pulang Jogja Disambut UMR Sialan (Unsplash)

Kerja di Jakarta, Tinggal di Bekasi Rasanya Mau Mati di Jalan: Memutuskan Pulang ke Jogja Disambut Derita Baru Bernama UMR Jogja yang Menyedihkan Itu

16 Maret 2026
Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026
Gen Z dapat THR saat Lebaran

3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

18 Maret 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Kapok Mudik dengan Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

15 Maret 2026
Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
Selalu royal ke teman saat butuh bantuan karena kesusahan. Giliran diri sendiri hidup susah eh diacuhkan pertemanan MOJOK.CO

Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

17 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.