Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Wisuda Itu Mahal, Saya Menabung Sejak Semester 5 Demi Bisa Mengikutinya

Latifah Elfrida Sari oleh Latifah Elfrida Sari
2 Mei 2025
A A
Wisuda Itu Mahal, Saya Menabung Sejak Semester 5 Demi Bisa Mengikutinya (Mojok.co)

Wisuda Itu Mahal, Saya Menabung Sejak Semester 5 Demi Bisa Mengikutinya (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Wisuda merupakan momen yang penting di perkuliahan. Hampir tiap mahasiswa menantikannya sehingga momen ini sering disambut dengan penuh suka cita, bahkan euforia. Namun, satu hal yang seringkali luput dari perhatian, bisa merasakan momen yang berharga itu ternyata perlu merogoh kocek yang lumayan. 

Sudah menjadi rahasia umum, masa-masa akhir kuliah menelan biaya yang tidak sedikit. Mengingat, di masa akhir kuliah ada seminar proposal (sempro), seminar hasil (semhas), hingga wisuda. Wisuda sendiri banyak keperluannya mulai dari melunasi kewajiban administrasi kampus, akomodasi keluarga (kalau keluarga tinggal di luar kota), menyewa fotografer atau studio foto, hingga perayaan syukuran wisuda. 

Dengan kata lain, wisuda jelas memerlukan biaya yang besar. Memang semua itu tergantung pilihan masing-masing, tapi kemungkinan besar orang-orang akan melakukan berbagai upaya supaya bisa mewujudkannya. Mengingat, wisuda adalah momen penting. 

Keperluan wisuda mahasiswa perempuan lebih boros dan ribet

Sebagai perempuan, persiapan wisuda terbilang sangat ribet dan lebih banyak mengeluarkan biaya dibandingkan laki-laki. Cukup banyak hal yang perlu dipersiapkan, seperti model dan warna kebaya yang sesuai dengan keinginan, baju seragam keluarga, riasan yang tahan seharian, high heels, bahkan nail art yang harus senada.

Sejauh pengamatan saya, momen wisuda bagi perempuan memiliki tekanan sosial tersendiri. Bagaimana tidak, momen ini seringkali dijadikan ajang foto bersama keluarga dan teman-teman, serta tidak dapat dipungkiri tentunya keperluan untuk dibagikan di sosial media. Riasan wajah harus cantik, busana yang disesuaikan dengan tone kulit, foto keluarga harus seragam, fotographer yang estetik menjadi kemauan yang seringkali tidak disadari berubah menjadi sebuah tuntutan. Oleh karena itu, sebagian besar perempuan menghabiskan lebih banyak biaya dibandingkan dengan laki-laki yang pada umumnya cukup dengan kemeja, celana bahan, dan sepatu formal.

Biaya yang jadi beban untuk sebagian orang

Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, wisuda memerlukan biaya yang lumayan, apalagi untuk mahasiswa perempuan. Saya sendiri merasakannya karena belum lama ini jadi diwisuda dan resmi jadi alumni salah satu kampus swasta di Jawa Tengah. Untung saja saya banyak belajar dari teman kos yang terlebih dahulu diwisuda. Melihat biaya yang dikeluarkan, saya jadi sadar persiapan dana wisuda sangatlah penting. 

Itu mengapa, sejak semester 5 saya menabung khusus untuk persiapan wisuda.  Sebenarnya, saya masih bisa mendapat bantuan finansial dari orang tua. Namun, pada saat itu saya merasa tidak bijak kalau saya sepenuhnya bergantung pada mereka untuk kebutuhan wisuda. Lagi pula saya merasa malu kalau harus meminta tambahan uang di masa akhir kuliah. Itu mengapa, demi wisuda, saya beberapa kali menerima pekerjaan sampingan di samping kuliah. 

Ternyata keputusan saya sangat tepat. Setiap kali mendapat uang bulanan atau pemasukan tambahan saya langsung menyisihkan sebagian. Selain itu, saya jadi lebih selektif dalam memilih vendor yang dibutuhkan karena semua mengacu pada dana yang sudah disiapkan sebelumnya. Hasilnya, ketika dana tersebut akhirnya dibutuhkan, saya tidak merasa panik atau terbebani. Semua kebutuhan terpenuhi, dan yang terpenting sedikit membantu meringankan pengeluaran orang tua

Baca Juga:

Semester 5, Semester Paling Neraka bagi Mahasiswa: Mulai Takut Skripsi, Mulai Berpikir Kapan Rabi

Bagi sebagian orang, wisuda merupakan momen sekali seumur hidup. Namun, menyikapinya tetap harus bijak. Jangan sampai momen ini menjadi beban bagi diri sendiri maupun orang tua dengan tuntutan maupun kebutuhan yang berlebihan. Sederhana dan apa adanya pun tidak mengurangi kesan dan makna dari prosesi wisuda itu sendiri. Sebab, momen sehari itu akan cepat berlalu. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa melangkah setelahnya.

Penulis: Latifah Elfrida Sari
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Kuliah di Mana pun Itu Sama Saja Adalah Omong Kosong yang Terus Dipertahankan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Mei 2025 oleh

Tags: semester 5wisuawisuda mahalwisuda mahasiswa
Latifah Elfrida Sari

Latifah Elfrida Sari

ArtikelTerkait

Semester 5, Semester Paling Neraka bagi Mahasiswa: Mulai Takut Skripsi, Mulai Berpikir Kapan Rabi

Semester 5, Semester Paling Neraka bagi Mahasiswa: Mulai Takut Skripsi, Mulai Berpikir Kapan Rabi

19 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

18 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

18 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026
6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

3 Alasan Kuliah di Jatinangor Adalah Training Ground sebelum Masuk Dunia Kerja

18 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.