Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Website Prakerja.org Adalah Satire yang Sebenarnya

Maria Kristi oleh Maria Kristi
20 Mei 2020
A A
Membebaskan Kaum yang Pakai Macbook dari Stigma Gaya-gayaan doang mojok.co/terminal

Membebaskan Kaum yang Pakai Macbook dari Stigma Gaya-gayaan doang mojok.co/terminal

Share on FacebookShare on Twitter

Sejak kampanye Pilpres 2019 kemarin, janji akan adanya kartu prakerja adalah sesuatu yang paling menggelitik untuk saya bayangkan. Ini sungguh berbeda dengan Kartu Indonesia Sehat yang jelas-jelas fungsinya menggantikan Askeskin atau Kartu Indonesia Pintar yang kira-kira seperti ATM untuk para pelajar yang tergolong miskin.

Khusus untuk kartu prakerja, berbagai bayangan tentang program ini melintas di pikiran saya yang waktu itu belum juga lulus kuliah. Mulai dari bagaimana cara pendataan calon penerima sampai program pelatihannya.

Untuk proses pendaftarannya, apakah saya bisa ikut mendaftar sambil menunggu dapat pekerjaan atau dikhususkan lulusan SMA dan korban PHK? Apakah saya harus mengurus kartu miskin di kelurahan (hal yang tentu akan ditentang oleh keluarga saya) atau cukup mendaftar bermodalkan KK dan KTP?

Untuk proses pelatihannya, apakah jika saya diterima akan dapat menentukan program pelatihan yang saya ambil atau sudah ditetapkan dari sononya? Bagaimana kalau ditetapkan dari sononya dan nggak sesuai dengan kebutuhan saya? Misalnya saya disuruh kursus menjahit, padahal saya paling pusing masalah jahit-menjahit. Tapi kata Pak Jokowi waktu itu kan kartu ini juga bisa sebagai “batu loncatan” untuk profesional yang ingin berpindah pekerjaan dan mengasah kompetensinya. Bisa dong saya berharap memperoleh pelatihan yang membuat CV saya bersinar dibandingkan teman-teman saya yang tidak ikut program ini.

Dan satu poin yang paling cukup penting: Berapa besaran insentif bulanan yang dapat saya terima dari pelatihan ini? Cukupkah untuk menghidupi setidaknya diri saya sendiri atau saya malah harus nombok sekian rupiah untuk ongkos bolak-balik ke Balai Latihan Kerja (BLK) terdekat atau apa pun itu? Tapi kan katanya pelatihan ini bisa sebagai “jembatan” selama harus gantung pacul (benar itu istilahnya?) dan tidak bekerja? Berarti pasti cukup dong untuk hidup, minimal menutup biaya ongkos wara-wiri ke BLK.

Hanya satu cara untuk mengetahuinya: Coblos paslon yang mengusung program tersebut. Yak, di pemilu kemarin saya memilih pasangan yang keluar sebagai pemenang pemilu.

Senang? Pastinya. Meskipun bukan saya yang menang, setidaknya ada sedikit rasa bangga. Nih lho, pasangan yang saya jagokan menang. Setidaknya banyak yang satu pemikiran dengan saya di republik ini.

Satu per satu janji kampanye diwujudkan oleh pemerintahan baru hasil pemilu. Tapi ketika dilakukan sosialisasi tentang program kartu prakerja di awal tahun kemarin, rasa penasaran saya berubah menjadi rasa “apa-apaan ini???”

Baca Juga:

Isu Ijazah Jokowi Palsu Adalah Isu Goblok, Amat Tidak Penting, dan Menghina Kecerdasan, Lebih Baik Nggak Usah Digubris!

Rumah Pribadi Jokowi di Solo Memang Cocok Jadi Destinasi Wisata Baru

Pelatihan yang saya pikir akan dilakukan di BLK atau tempat lain yang jauh lebih representatif digantikan oleh pelatihan online. Alasannya: sedang wabah. Besaran insentif yang diberikan kurang cukup jika dikatakan dapat menjadi “pegangan” selama proses pindah kerja, meskipun sebenarnya mereka yang ingin berpindah pekerjaan seharusnya mempersiapkan tabungan untuk “dimakan” selama proses perpindahan tersebut.

Satu hal yang dirasa mencederai rasa keadilan adalah, dana sebesar 5,6 triliun rupiah yang dialirkan hanya kepada delapan platform pelatihan online. Salah satunya milik mantan staf khusus presiden. Pemilihannya pun tidak dirasa adil sebab ditunjuk begitu saja. Hal ini ramai dibicarakan di linimasa media sosial, sampai staf khusus yang bersangkutan pun mengundurkan diri.

Mengapa harus online? Karena sedang wabah. Kalau begitu, mengapa harus dipaksakan sekarang? Entahlah.

Bukankah sebenarnya kita punya banyak sekali BLK yang tersebar di seluruh penjuru negeri yang dapat memberikan pelatihan yang benar-benar terasa manfaatnya dibandingkan sekadar “cara menginstal Windows 10”? Adik ipar saya bekerja di salah satu BLK, dia mengajar cara memperbaiki AC rumah dan kulkas. Murid-muridnya dapat membuka bengkel reparasi AC dan kulkas pasca pelatihan. Kalaupun tidak memiliki cukup modal, dapat menerima jasa reparasi.

Atau kalaupun memang harus sekali online karena sedang wabah, mengapa dengan dana sebesar itu pemerintah tidak membuat saja aplikasi sendiri dengan video-video berkualitas. Kerjasama dengan ribuan BLK di Indonesia, atau sekalian dengan universitas untuk membuat konten yang ditujukan pada pekerja kerah putih. Atau gunakan saja jaringan TVRI yang sudah mencakup Sabang sampai Merauke. Sekali lagi, entahlah.

Di tengah protes yang marak disuarakan tapi sepertinya tidak didengar, hadirlah prakerja.org. Saya kurang tahu siapa saja yang berada di belakangnya, tapi cara yang mereka ambil benar-benar halus. Satire nyata untuk pemerintah: menggunakan yang online-online untuk menyaingi program online yang sudah ditetapkan.

Seperti deskripsi dalam situs tersebut: prakerja.org adalah bentuk kritik terhadap pemerintah terhadap program kartu PraKerja. Lihat manifesto lengkap kami. Anda bisa bergabung dengan menghubungi kami di….

Hmmm, saya suka, saya suka….

BACA JUGA Pengalaman Nyoba Pelatihan Gratis (yang Nggak Gratis) dari Kartu Prakerja dan tulisan Maria Kristi Widhi Handayani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 Mei 2020 oleh

Tags: Jokowikartu prakerjaprakerja.org
Maria Kristi

Maria Kristi

Seorang Dokter Spesialis Anak yang menemukan ruang praktiknya tidak hanya di rumah sakit, tetapi juga di rumah bersama lima buah hatinya. Ia Memadukan ilmu medis dengan insting seorang ibu

ArtikelTerkait

Surat Terbuka untuk Bapak Presiden dari Perempuan Adat terminal mojok (1)

Surat Terbuka untuk Bapak Presiden dari Perempuan Adat

16 Agustus 2021
jadi presiden selama sehari lambang negara jokowi nasionalisme karya anak bangsa jabatan presiden tiga periode sepak bola indonesia piala menpora 2021 iwan bule indonesia jokowi megawati ahok jadi presiden mojok

Megawati adalah Tokoh yang Paling Banyak Memberi Sumbangsih untuk Indonesia

1 November 2020
Cacat Logika Sri Mulyani kalau Dia Heran Anak Muda Lebih Senang WFH Terminal Mojok

Sri Mulyani, Ibu Jangan Ikut Heran Kalau Anak Muda Lebih Senang WFH

12 Januari 2023
Memang Kenapa Kalau Tempo Sering Mengkritik Jokowi?

Memang Kenapa kalau Tempo Sering Mengkritik Jokowi?

3 Desember 2019
buzzer

Buzzer: Niatnya Ngejebak Tapi Malah Kebongkar

1 Oktober 2019
pak prabowo

Pak Prabowo, Katakan pada Pak Jokowi Bahwa Saya Sudah Siap Bersama Rakyat untuk Mendukung dan Mengontrol Kepemimpinan Bapak

30 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja Mojok.co

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja

26 April 2026
Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela Mojok.co

Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela

23 April 2026
Bantul Nggak Punya Bioskop, tapi Warlok Nggak Kekurangan Tontonan Menghibur karena Ada Jathilan hingga Lomba Voli Mojok.co

Hidup di Bantul Tanpa Bioskop akan Baik-baik Saja Selama Ada Jathilan hingga Tanding Voli

23 April 2026
Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja (Unsplash)

Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja

27 April 2026
kecamatan pedan klaten tempat tinggal terbaik di jawa tengah (Wikimedia Commons)

Kecamatan Pedan Klaten: Tempat Tinggal Terbaik di Kabupaten Klaten yang Asri, Nyaman, Penuh Toleransi, dan Tidak Jauh dari Kota

29 April 2026
Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

29 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas
  • Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur”
  • Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan
  • KRL adalah “Arena Perjuangan” Pekerja Jakarta: Tak Semua Orang Sanggup, Hanya Manusia Kuat yang Bisa
  • Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.