Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

In This Economy, Bekerja di Warung Madura jadi Pilihan Paling Bijak bagi Masyarakat Sumenep

Puzairi oleh Puzairi
22 Januari 2026
A A
In This Economy, Bekerja di Warung Madura jadi Pilihan Paling Bijak bagi Masyarakat Sumenep

In This Economy, Bekerja di Warung Madura jadi Pilihan Paling Bijak bagi Masyarakat Sumenep (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kerja di warung Madura pilihan masuk akal buat anak muda Sumenep…

Sekitar dua tahun lalu, di sela-sela pekerjaan survei minat anak SMA Sumenep pada pendidikan tinggi, saya sempat ngobrol dengan beberapa guru BK dan Wakasek di sekolah-sekolah yang saya kunjungi. Di salah satu SMA negeri yang lokasinya nggak jauh dari pusat kota, saya menemukan satu fenomena menarik. Menurut guru BK di sekolah tersebut, semakin tahun minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi semakin menurun. Itu terlihat dari jajak minat yang rutin dilakukan oleh pihak sekolah.

Awalnya saya kira ini persoalan klasik karena pengin cepat kerja atau ikut tes TNI dan Polri. Tetapi setelah ditelusuri ke orang tua, jawabannya cukup konsisten. Mayoritas dari mereka berencana langsung bekerja di warung Madura setelah lulus SMA. Menurut orang tua dan siswanya, bekerja di warung maracang (istilah yang biasa kami pakai) jauh lebih menjanjikan dibanding kuliah yang setelah lulus pun belum tentu dapat pekerjaan.

Bagi orang Madura, terutama di Sumenep, bekerja di warung Madura memang dikenal menjanjikan. Jika dibandingkan dengan mayoritas pekerjaan yang tersedia di daerah ujung Pulau Madura ini, warung Madura relatif lebih aman secara penghasilan. Soal ini rasanya hampir nggak ada perdebatan. Maka wajar kalau banyak anak muda lebih tertarik bekerja di warung daripada sektor lain.

Begitupun dengan pendidikan yang akhirnya cuma jadi pilihan opsional. In this economy, pilihan tersebut terasa masuk akal. Bukan karena kuliah nggak penting, tapi karena hidup dan menjadi anak muda di Sumenep memang serentan itu.

Lapangan kerja yang serba minim

Sebelum masuk ke pembahasan warung Madura, mari kita bicara soal pengangguran dan lapangan kerja. Data BPS memang mencatat tingkat pengangguran di Kabupaten Sumenep sebagai salah satu yang terendah di Jawa Timur. Tapi angka ini perlu dilihat secara kritis. Di lapangan, mencari pekerjaan di Sumenep masih sangat sulit. Coba saja cek saja akun media sosial lowongan kerja lokal, berapa banyak info loker yang tersedia dalam satu bulan terakhir? Mungkin bisa dihitung dengan jari.

Mencari kerja di Sumenep itu susahnya absolut, bukan relatif lagi. Ditambah lagi budaya “orang dalam” yang masih kuat bikin peluang makin sempit. Sekalinya ada, gajinya bikin pengen ngomong jorok tiap hari.

Baca juga: Warung Madura Sebaiknya Tidak Cuma Jualan Barang, tapi Juga Jasa, Bisa Dimulai dengan 4 Jasa Ini.

Baca Juga:

3 Sisi Gelap Jembatan Suramadu yang Bikin Wisatawan Enggan Balik Lagi ke Madura

6 Keunggulan Surabaya yang Bikin Orang Bangkalan Madura Minder sebagai Tetangganya

Upah Minimum Kabupaten (UMK) Sumenep tahun 2026 memang sebesar Rp2.553.688, tapi berapa persen dari mereka yang beruntung dapat kerja dengan gaji segitu? Lagi-lagi, jumlahnya bisa dihitung jari. Banyak yang harus ngelus dada dengan menghasilan di bawah UMK, dan kalau cukup buat menutupi kebutuhan bulanan saja sudah sujud syukur.

Jadi, kalau ditanya soal data pengangguran kok bisa rendah, sebenarnya sih jawabannya YTTA (yang tau-tau aja). Tapi kalau mau sedikit lebih argumentatif, bisa jadi itu bukan karena pemerintahnya berhasil menyerap tenaga kerja, tapi masyarakatnya cukup pintar mengelola tantangan hidup mereka sendiri. Keadaan sosial konomi di Sumenep itu berjalan auto pilot, sedangkan masyarakat dituntut sepintar-pintarnya buat sekedar bertahan hidup.

Buka usaha? Nggak semudah itu

Pilihan lain buat bertahan hidup di kota kecil ini adalah dengan buka usaha, kayak warung kopi, kedai makanan, sampai jajanan-jajanan di pinggir jalan. Tapi dari sekian banyak usaha mandiri itu, cuma sedikit yang akhirnya bertahan dan berhasil. Kalau soal daya beli, itu cukup relatif dan debatable. Buktinya banyak waralaba besar yang tetap masuk ke Sumenep.

Beberapa teman yang sedang menjajal dunia usaha juga bilang hal serupa. Menurut mereka, meski nggak setinggi kota-kota besar, daya beli masyarakat Sumenep sebenarnya nggak buruk-buruk amat, makanya buka usaha itu cukup potensial. Akan tetapi ada beberapa hal yang bikin buka usaha di Sumenep itu tetap susah.

Baca juga: 5 Rahasia yang Perlu Diketahui sebelum Membuka Warung Madura, Eksklusif dari Juragannya Langsung.

Pertama, sulit cari tenaga kerja yang kapabel. Dari beberapa teman yang saya tanyai, serentak dari mereka memang mengakui kalau mencari pekerja yang kapabel itu kayak nyari paku di tumpukan jerami. Nggak sesusah nyari jarum sih, tapi ya tetap aja nggak semudah yang dibayangkan.

Kedua, perang harga yang terlalu toxic. Banyak dari pengusaha menawarkan harga produk yang jauh lebih rendah dibandingkan pesaingnya. Ini bikin dunia usaha di Sumenep jadi arena perang harga, bukan perang kualitas. Akhirnya, para pengusaha kecil yang nggak mampu bertahan dalam arena ini harus gulung tikar.

Warung Madura jadi oase

Sebagai orang yang hidup di lingkungan mayoritas anak muda bekerja di warung Madura, saya melihat pilihan mereka ini sangat masuk akal. In this economy and in this town, nggak banyak masyarakat yang mau ambil risiko dari “perjudian” pendidikan dan dunia usaha. Bekerja jadi penjaga warung adalah langkah paling sederhana yang risikonya bisa dinavigasi.

Potensi bekerja di warung seperti ini juga lumayan bagus, kok. Nggak sedikit dari mereka yang setelah bertahun-tahun bekerja, akhirnya bisa membuka warung sendiri dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya. Sehingga, potensi ekonomi warung Madura itu memang nggak bisa dipandang sebelah mata.

Jadi, bekerja di warung Madura itu bukan sekadar nyari jalan pintas atau tanda malas kuliah saja. Di tengah kondisi ekonomi dan masa depan yang makin nggak pasti, ini jadi cara anak muda Sumenep menyusun lintasan hidupnya sendiri. Warung Madura sejauh ini masih jadi tempat berlindung paling aman buat mereka. Alurnya jelas, bisa dihitung risikonya, dan hasilnya juga kelihatan.

Penulis: Puzairi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Sebagai Orang Madura, Saya Sebenarnya Agak Segan Belanja di Warung Madura.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Januari 2026 oleh

Tags: gaji penjaga Warung Maduramadurapenjaga Warung MaduraPulau Madurasumenepsumenep madurawarung madura
Puzairi

Puzairi

Alumni Sosiologi Unej

ArtikelTerkait

Pesan untuk Warga Madura yang Latah Buka Warung Madura 24 Jam: Pikir Baik-baik daripada Merugi QRIS

QRIS di Warung Madura Bikin Toko Lain Makin Tertinggal, Digitalisasi Berkolaborasi dengan Daya Tahan 24 Jam, Selesai Itu Toko yang Nggak Mau Berbenah!

26 Mei 2025
Anak Madura Mudah Dapat Jodoh di Jogja ketimbang Jakarta

Alasan Mengapa Anak Madura yang Kuliah di Jakarta Lebih Sulit Menemukan Pasangan ketimbang yang Kuliah di Jogja

3 Agustus 2025
Saya Kapok Naik Bus Ekonomi Madura-Surabaya, Armada Bobrok dan Pelayanan Bintang Satu Mojok.co

Saya Kapok Naik Bus Ekonomi Madura-Surabaya, Armada Bobrok dan Pelayanan Bintang Satu

19 Juni 2024
Bangkalan Madura Semakin Jauh dari Kata Sejahtera (Unsplash)

Satu Tahun yang Lalu Saya Meramal Bangkalan Madura Tidak Akan Berkembang, dan Sekarang Ramalan Itu Terbukti

13 April 2025
stereotip anak laut pantai sijile baluran mojok

Pantai Sijile, Pantai Indah yang Harus Dikunjungi kalau Kalian Main ke Situbondo

2 Agustus 2021
Bangkalan Madura Memang Problematik, tapi 5 Hal Ini Patut Disyukuri Warga

Bangkalan Madura Memang Problematik, tapi 5 Hal Ini Patut Disyukuri Warga

11 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sesat Memuja Supra, Honda Super Cub Legenda Sebenarnya (Pixabay)

Memuja Supra Adalah Perilaku Sesat, Pengguna Honda Seharusnya Sadar Bahwa Super Cub Adalah Legenda Sejati

22 Januari 2026
Motor Supra, Motor Super yang Bikin Honda Jaya di Mata Rakyat (Sutrisno Gallery/Shutterstock.com)

Tanpa Motor Supra, Honda Tidak Akan Menjadi Brand Motor Terbaik yang Pernah Ada di Indonesia

16 Januari 2026
Saya Pakai ThinkPad Bukan karena Saya Pekerja Keras, tapi karena Malas

Saya Pakai ThinkPad Bukan karena Saya Pekerja Keras, tapi karena Malas

20 Januari 2026
Alasan Saya Lebih Nyaman Belanja di Pasar Manis Purwokerto daripada Pasar Tradisional Lain Mojok.co

Alasan Saya Lebih Nyaman Belanja di Pasar Manis Purwokerto daripada Pasar Tradisional Lain

22 Januari 2026
Fisioterapis, Profesi Menjanjikan dan Krusial di Tengah Masyarakat yang Sedang Begitu Gila Olahraga

Fisioterapis, Profesi Menjanjikan dan Krusial di Tengah Masyarakat yang Sedang Begitu Gila Olahraga

18 Januari 2026
5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

5 Hal yang Menjebak Pengendara di Jalan Parangtritis Jogja, Perhatikan demi Keselamatan dan Kenyamanan Bersama

17 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Warung Bakso Horor di Selatan Jogja: Teror Gaib yang Tak Kunjung dan Belum akan Berhenti
  • Gara-Gara Kapitalisme, Kita Lebih Mudah Nyawer Gift TikTok atau Berdonasi Online daripada Membantu Tetangga yang Susah
  • Menciptakan Rasa Aman Finansial dengan Langkah Sederhana Bernama Menabung: Tips Cuan dari Nabung Harian Ala Bapak2ID
  • Indonesia Masters 2026 Jadi Tempat Merawat Kenangan Keluarga, Rela Cuti Kerja demi “Napak Tilas” Mendiang Ayah di Istora
  • Cerita-cerita Kecil nan Hangat di Tengah Gemuruh Istora, Orang Tua dan Anak Saling Memperjuangkan Masa Depan
  • Lulusan Sarjana UNSRI Pilih Resign sebagai Pegawai Bank, Lebih Menjanjikan Buka Toko Kelontong

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.