Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
21 Februari 2026
A A
3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain Mojok.co

3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saat mendengar kuliner Madura, saya yakin sate menjadi makanan pertama yang terlintas di benak kalian. Saking populernya makanan ini, kuliner asli Madura lainnya seperti tidak punya kesempatan untuk bersaing. Padahal, makanan khas Madura lain tidak kalah enak. 

Salah satu makanan asli Madura yang dikonsumsi sehari-hari dan jarang mendapat sorotan adalah topak. Bagi kalian yang belum tahu, topak adalah beras yang dimasak dengan cara dibungkus. Di Madura, kalau dibungkus daun janur namanya ketupat, kalau dibungkus plastik namanya lontong, sementara kalau dibungkus daun pisang namanya pasong. Tapi, semuanya itu juga disebut topak.

Nah, topak di Madura digimanain saja sih. Berikut olahan topak dari Madura yang jarang diketahui oleh orang luar Madura.

#1 Topak cambe

Kebanyakan orang hanya tahu ketupat atau lontong itu cocoknya dengan masakan berkuah. Mereka yang berpikir seperti itu mainnya kurang jauh. Kenyataannya, ada banyak masakan Madura berbahan dasar lontong disajikan tanpa kuah. 

Makanan berbahan dasar lontong tanpa kuah yang cukup populer adalah rujak bumbu kacang. Kenyataannya, ada lebih banyak dari itu. Mari kita kenalan dengan saudaranya rujak bumbu kancang, yakni topak cambe. Saya menyebut saudaranya sebab topak cambe kerap dijauh di warung yang juga jualan rujak topak bumbu kacang.

Sebetulnya, topak cambe adalah kuliner yang ringan, tidak ribet, dan gampang untuk dibikin. Topak cambe hanyalah topak yang dimakan bersama urap-urap. Ya, urap-urap yang saya maksud adalah urap-urap yang terbuat dari campuran toge, kacang panjang, dan bayam serta parutan kelapa gurih dan pedas.

Jadi, disini urap-urap lebih sering dimakan bersama topak daripada nasi. Bahkan, banyak sekali penjual topak cambe di pasar-pasar di Madura.

#2 Topak ladeh

Makanan kedua dengan olahan lontong tanpa kuah adalah topak ladeh. Topak ladeh disajikan dengan semacam bubur yang terbuat dari tepung beras dengan campuran santan. Untuk bumbu buburnya terdiri bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkuas, ketumbar, merica, kencur, daun bawang, dan garam yang ditumbuk halus.

Baca Juga:

Alasan Sate Klopo Surabaya Masih Kalah Populer dari Sate Madura, padahal Sama-sama Enak

Kampus di Bangkalan Madura Bakal Jadi “Pabrik” Pengangguran kalau Tidak Serius Berbenah

Nah, tepung beras, santan, dan bumbu yang ditumbuk halus itu dimasak sampai benar-benar kental.Lontong atau topaknya setelah itu diiris-iris, kemudian diguyur dengan bubur kental tadi. Sebagai pelengkap, kalian bisa menaburi bawang goreng dan sambal kelapa di atasnya.

Masakan ini sangat umum ditemukan di Madura. Di kampung saya saja, ada 3 warung yang menjual topak ladeh. Jualannya hanya di pagi hari saja, sebab memang topak ladeh itu paling enak dibuat sarapan. Jika jam sudah menunjukkan pukul 9, alamat deh topak ladeh sudah ludes dimana-mana. Kalau mau, ya harus ke pasar!

#3 Topak mie

Topak mie selalu dijual bersama topak ladeh. Tidak mungkin orang menjual topak ladeh tanpa topak mie, pun jarang sekali orang jual topak mie tapi tidak menjual topak ladeh. Artinya, topak mie lebih populer daripada topak ladeh. Topak mie adalah lontong yang disajikan dengan kuah dengan mie kuning serta toge. Itu semua ditambah dengan bumbu petis Madura yang dibuat pedas.

Sebetulnya, masih ada perdebatan tentang asal topak mie ini. Di Surabaya, ada namanya lontong mie yang hampir sama dengan topak mie dari Madura. Bedanya, lontong mie di Surabaya lebih kompleks, sering ditambah bahan pelengkap seperti lentho, sementara di Madura jarang.

Tapi, tetap ada perbedaan lain yang menurut saya menonjol antara topak mie Madura dan lontong mie Surabaya. Topak mie sangat kuat pada sari petis Madura dan sambalnya, sementara kalau lontong mie pada kuah udangnya.

Terlepas dari perdebatannya, Surabaya dan Madura memanglah dekat, maklum kalau kulinernya hampir serupa. Tapi, tak ada masalah dengan itu. Cukup bedakan, kalau kalian beli di Surabaya, berarti namanya lontong mie. Kalau beli di Madura berari topak mie. Hehehe.

Ya cukup sekian, itulah 3 kuliner olahan lontong di Madura. Jadi, jangan melulu nyari sinjay dan sate saja ya kalau berkunjung ke pulau ini!

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Kalau Nggak Doyan Kuliner Sumenep, Cobalah Kuliner Bangkalan Madura yang Rasanya Nggak Kaleng-kaleng.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Februari 2026 oleh

Tags: ketupaykuliner maduralontongmaduraolahan topakpasongtopakTopak CambeTopak LadehTopak mie
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Bagi Pria Madura, Songkok Hitam Tak Sekadar Penutup Kepala

Bagi Pria Madura, Songkok Hitam Tak Sekadar Penutup Kepala

16 April 2022
In This Economy, Bekerja di Warung Madura jadi Pilihan Paling Bijak bagi Masyarakat Sumenep

In This Economy, Bekerja di Warung Madura jadi Pilihan Paling Bijak bagi Masyarakat Sumenep

22 Januari 2026
Seandainya Upin Ipin dan Anak Kampung Durian Runtuh Tumbuh di Madura, Saya Jamin Ceritanya Akan Lebih Seru! (Mojok.co)

Seandainya Upin Ipin dan Anak Kampung Durian Runtuh Tumbuh di Madura, Saya Jamin Ceritanya Akan Lebih Seru!

10 Februari 2024
4 Profesi yang Lekat dengan Orang Madura

Madura, Sebaik-baiknya Tujuan Solo Traveling

18 Januari 2023
Mengadu Nasib di Jakarta Itu Berat, Lebih Baik Jangan kalau Belum Siap Mojok.co

Mengadu Nasib di Jakarta Itu Berat, Lebih Baik Jangan kalau Belum Siap

12 November 2023
penyembelihan hewan kurban idul adha qurban madura mojok

Idul Adha pada Hakikatnya Tak Melulu Soal Penyembelihan Hewan Kurban

28 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung” yang Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman Mojok.co

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

12 Mei 2026
4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu Mojok.co

4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu

12 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
6 Pelatihan untuk Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial Mojok.co

6 Pelatihan bagi Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial 

11 Mei 2026
Checklist Mahasiswa Semester Akhir: Siapkan Semua Berkas Ini Kalau Mau Lulus

5 Sifat Mahasiswa Semester Akhir yang Menjengkelkan, Segera Intropeksi Diri Jika Tidak Ingin Dijauhi Teman

12 Mei 2026
Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas” Terminal

Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas”

11 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.