Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Sentra IKM Bangkalan Madura Proyek Gagal Total, Kalah sama Rest Area BUMDes Burneh

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
15 September 2024
A A
Sentra IKM Bangkalan Madura Proyek Gagal Total, Kalah sama Rest Area BUMDes Burneh

Sentra IKM Bangkalan Madura Proyek Gagal Total, Kalah sama Rest Area BUMDes Burneh (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Rest area yang dibikin BUMDes Burneh lebih ramai dan pesat perkembangannya dibanding Sentra IKM Bangkalan Madura. Gimana, nih?

Jika menuju Jembatan Suramadu dan melewati Tangkel, kalian akan melihat suasana baru di sisi kiri jalan, yakni sebuah rest area sederhana. Di depan rest area tersebut tertulis bahwa area ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Burneh. Tentu saja saya sangat kagum dengan ide tersebut. Sebab, hal ini menunjukkan bahwa Desa Burneh ingin menjadi desa yang lebih mandiri.

Tapi yang lebih menarik bagi saya, pembangunan rest area oleh BUMDes Burneh ini ternyata memberikan fakta baru pada kita, yakni bukti kegagalan proyek rest area Sentra IKM milik pemerintah Bangkalan Madura. Lokasi rest area Sentra IKM berada pada jarak 10 kilometer dari BUMDes Burneh. Tapi kalau diperhatikan, rest area milik pemerintah ini sampai sekarang nggak jelas fungsinya apa.

Rest area BUMDes Burneh baru buka sudah ramai

Saya kurang tahu, kapan rest area BUMDes Burneh dibuka. Yang saya ingat, dua bulan yang lalu rest area ini masih belum ada. Jadi bisa dibilang rest area ini masih baru. Tapi meskipun masih baru, antusiasme pengendara untuk berhenti ke rest area ini cukup ramai. Alasannya menurut saya, karena rest area ini juga menjual makanan ringan maupun berat.

Kemarin sore, saya sudah mencoba makan di rest area ini. Ternyata harganya tidak begitu mahal. Waktu itu, saya pesan 3T (tahu, telor, dan tempe). Dengan porsi nasi yang sedang, saya mendapat satu telur goreng dadar, dua tempe goreng yang tebal, dan dua tahu goreng yang juga tak kalah tebal.

Awalnya saya kepikiran dengan harganya. Sebab, ukuran lauk 3T nya lebih banyak daripada nasinya. Tapi ternyata harganya cuma 12 ribu. Mungkin ini yang menjadi alasan mengapa orang mau berhenti di rest area ini.

Kalian yang sering lewat, saya sarankan wajib mencoba!

Sentra IKM Bangkalan Madura maksa bikin acara, tapi tetap sepi

Sentra IKM milik pemerintah Bangkalan Madura adalah kebalikan dari rest area BUMDes Burneh yang hanya milik pemerintah desa. Alih-alih semakin ramai seperti rest area BUMDes Burneh, sentra IKM Bangkalan Madura malah lebih sering terlihat sepi, seperti tak ada kehidupan. Tak percaya? Coba kalian bandingkan sendiri ketika melewati kedua area ini.

Baca Juga:

Alasan Sate Klopo Surabaya Masih Kalah Populer dari Sate Madura, padahal Sama-sama Enak

Kampus di Bangkalan Madura Bakal Jadi “Pabrik” Pengangguran kalau Tidak Serius Berbenah

Saking sepinya, pemkab kadang maksa bikin acara di rest area ini. Tapi ya hasilnya percuma. Ramainya pas acaranya saja, itupun yang hadir paling pegawai pemerintah kabupaten saja. Mungkin saja, mereka aslinya juga terpaksa. Nah, besoknya ya pasti kembali sepi seperti biasa. Hadeh!

Padahal rest area Sentra IKM Bangkalan Madura ini sudah dibuka sejak Agustus 2023. Tapi, yang namanya proyek gagal ya tetap saja hasilnya gagal. Buktinya kini areanya malah dipilih sebagai puskesmas sementara Kecamatan Labang.

Habiskan puluhan miliar, Sentra IKM Bangkalan Madura malah terlihat gagal

Menurut saya, Sentra IKM Bangkalan merupakan salah satu proyek besar di kabupaten ini. Dibangun pada 2017, pembangunannya menelan anggaran Rp70 miliar dan rampung pada 2022. Dengan anggaran sebanyak itu, tentu membuat saya heran dengan hasilnya. Sebab, jarang sekali melihat aktivitas orang-orang di area Rp70 miliar ini.

Hal ini berbeda dengan rest area BUMDes Burneh yang selalu ramai dari pagi hingga sore, bahkan malam hari. Padahal saya yakin anggaran pembangunannya tidak sebanyak Sentra IKM milik pemerintah Bangkalan. Di rest area BUMDes Burneh terdapat musala meskipun sederhana, warung makannya juga tidak terlalu heboh, pokoknya nyaman untuk warga biasa seperti saya.

Harusnya, Sentra IKM Bangkalan belajar dari rest area BUMDes Burneh.

Mau memajukan Bangkalan atau hanya mencairkan anggaran sih?

Dari dua rest area yang sangat berbeda jauh ini tentu patut jika saya curiga pada salah satunya. Rest area BUMDes Burneh jelas tujuannya, yakni untuk memajukan desa. Sebab, keuntungannya akan masuk ke kas desa. Bangunannya juga sederhana, yang penting manfaatnya ada.

Nah, berbeda dengan Sentra IKM Bangkalan milik pemerintah. Dengan anggaran Rp70 miliar, harusnya rest area ini lebih mudah menarik para pengendara untuk berhenti ke tempat ini. Tapi, kenyatannya malah sebaliknya. Jangankan berhenti, melihat saja saya pribadi tak tertarik. Makanya saya ingin menanyakan, niat pembangunannya untuk memajukan Bangkalan Madura atau hanya asal-asalan sih? Asal turun anggaran maksudnya.

Ya sudah cukup, tulisan ini hanya sebagai masukan saja untuk Pemkab Bangkalan Madura. Sebagai rakyat, saya hanya bisa berharap bapak/ibu segera mengevaluasi rest area tersebut. Sayang jika uang Rp70 miliar cuma dibikin proyek nggak jelas. Lebih baik buat program lain yang lebih bermanfaat.

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Bus Trans Jatim: Ekonomis dan Nyaman, tapi Nggak Ramah untuk Penumpang Pendek seperti Saya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 September 2024 oleh

Tags: Bangkalanbangkalan maduramaduraSentra IKM Bangkalan
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Sisi Gelap Budaya Rewang di Hajatan Desa yang Nggak Banyak Orang Tahu Mojok.co

Sisi Gelap Budaya Rewang di Hajatan Desa yang Nggak Banyak Orang Tahu  

29 Oktober 2024
Bangkalan Madura Butuh Bupati seperti Tok Dalang Upin Ipin daripada Calon-calon yang Bakal Maju di Pemilihan Bupati Nanti Mojok.co

Membayangkan Tok Dalang “Upin Ipin” Jadi Bupati Bangkalan Madura, Saya Yakin Kabupaten Ini akan Berkembang Pesat

28 Juli 2024
Bangkalan Madura, Kabupaten Amburadul Butuh Kerja Nyata (Unsplash)

Bangkalan Madura Sebaiknya Segera Bikin Pusat Kabupaten Baru, Tanah Merah Bisa Jadi Opsi untuk Dipertimbangkan!

14 Maret 2025
Sebagai Warga Bangkalan, Saya Iri pada Sampang Madura yang Diam-diam Mulai Berbenah. Bangkalan Lewat!

Sebagai Warga Bangkalan, Saya Iri pada Kabupaten Sampang yang Diam-diam Mulai Berbenah. Bangkalan Lewat!

25 Oktober 2024
Trans Jatim Koridor 7, Seburuk-buruknya Transportasi Publik. Masih Perlu Banyak Belajar dan Berbenah

Ternyata Bus Trans Jatim Nggak Ada Bedanya dengan Angkot, Ngebut dan Ugal-ugalan!

4 Mei 2026
Ilustrasi Madura Ditinggal Jawa Timur, Saatnya Jadi Provinsi Sendiri (Unsplash)

Madura Tertinggal, ketika Jawa Timur Maju Pesat Menjadi Alasan Kuat Madura Justru Harus Jadi Provinsi Sendiri

5 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

20 Mei 2026
Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri, Siasat Hidup Hemat In This Economy Mojok.co

Siasat Hidup Hemat In This Economy, Beli Lauk di Luar dan Memasak Nasi Sendiri

21 Mei 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Masalah Utama Tulungagung Bukan Wisata, tapi Tradisi Korupsi di Kursi Bupati

19 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan Mojok.co

Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan

19 Mei 2026
Kegiatan Pramuka Memang Cuma Buang-buang Waktu, dan Justru Itulah Tujuannya

Kegiatan Pramuka Memang Cuma Buang-buang Waktu, dan Justru Itulah Tujuannya

21 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.