Sebelumnya, sebagai warga Bantul, saya sudah pernah mengaku iri kepada warga Sleman. Mereka bisa sewaktu-waktu bertemu Duta Modjo, vokalis Sheila On 7 itu. Lalu, kini, saya juga mau mengaku iri kepada mereka yang punya tempat tinggal di sekitar Stadion Kridosono dan Stadion Mandala Krida Jogja.
Bukan, bukan karena saya suka olahraga. Saya juga nggak berpikir bahwa tinggal di sekitar Stadion Kridosono dan Stadion Mandala Krida Jogja akan memakmurkan hidup saya. Alasan iri saya sebenarnya perihal pelaksanaan acara konser musik.
Mungkin ini adalah hal yang tidak banyak disadari orang-orang. Tapi bagi mereka yang sedang keranjingan konser dan gigs musisi favorit di Jogja, mereka akan paham mengapa tinggal di sekitar Stadion Kridosono dan Stadion Mandala Krida Jogja adalah anugerah terindah yang pernah dimiliki.
BACA JUGA: Bantul Nggak Aneh! Sebagai Orang Kota Jogja, Saya Justru Iri pada Bantul
Stadion Kridosono dan Stadion Mandala Krida Jogja (seolah) menjadi venue wajib konser
Di Daerah Istimewa Yogyakarta, masih ada Jogja Expo Center (JEC), Stadion Maguwoharjo, GOR UNY, atau Auditorium Sanata Dharma. Namun, kita harus jujur mengakui kalau Stadion Kridosono dan Stadion Mandala Krida Jogja seolah-olah adalah dua lokasi favorit pelaksanaan konser.
Tempatnya luas dan strategis dekat pusat kota. Itu dua alasan yang sudah cukup menjadikan lokasi ini hampir selalu muncul di poster konser-konser musik.
Kalau di Bantul bagaimana? Nggak mungkin Hindia dan .Feast company manggung di Alun-Alun Paseban, kan? Terdengar aneh! Paling pol, nih konser di Bantul itu lokasinya di Stadion Sultan Agung atau The Ratan saja.
Berangkat dari Bantul itu penuh effort
Saya perlu menegaskan bahwa berangkat menonton konser dari Bantul itu memerlukan energi dan effort yang besar. Sebab, sudah dipastikan acara musik itu berlangsung dari sore ke malam hari.
Kami berangkat sudah pasti terkena macet. Sementara itu, pulangnya dari kami harus berkawan dengan penerangan minim dan jalan yang sepi. Nah, buat mereka yang tinggal di sekitar Stadion Kridosono dan Stadion Mandala Krida Jogja bagaimana? Ya, jelas! Tinggal jalan kaki! Sudah bahagia nonton konser, sehat pula.
Berangkat mepet close gate tidak masalah. Bahkan dari rumah mungkin dentuman musik juga masih terdengar. Ah, kali ini saya harus akui Wong Bantul kalah telak.
Stadion Kridosono dan Stadion Mandala Krida Jogja memang venue favorit, tapi nggak lepas dari kekurangan
Meskipun menjadi dua lokasi favorit pelaksanaan konser musik, nyatanya, jika melihat secara objektif, Stadion Kridosono dan Stadion Mandala Krida Jogja tetap memiliki kekurangan.
Di Stadion Kridosono, misalnya. Lokasinya tepat berada di tengah-tengah persimpangan yang ramai, menjadikan jalanan di sekitar venue ini saat konser jadi macet parah.
Terlebih saat ini pemerintah mengatur persimpangan dengan road barrier yang mengular panjang. Ini menjadikan pengemudi yang hendak berbelok mau-tidak-mau harus terbawa arus kemacetan terlebih dahulu.
Kemudian, kekurangan Stadion Mandala Krida Jogja yang tampak mata adalah tumpukan sampah. Aroma yang menyengat, terlebih saat musim hujan, menjadikannya berkali-kali lipat lebih parah.
Itulah alasan mengapa akhirnya daftar rasa iri saya sebagai warga Bantul bertambah satu. Ya, meskipun harus mengeluarkan effort lebih dan melawan rasa takut untuk minta izin kepada orang tua, saya tetap akan berangkat konser, menonton musisi kesukaan saya di atas panggung yang gemerlap itu.
Atau, barangkali nanti kami membuat serikat kalcer sesama warga Bantul yang suka datang ke konser? Jadi, setiap berangkat kami akan menyewa mobil Elf demi kenyamanan dan keamanan bersama. Hmmm, opsi yang layak dipertimbangkan, sih.
Penulis: Cindy Gunawan
Editor: Yamadipati Seno
BACA JUGA Kulineran di Sekitar Stadion Mandala Krida Jogja Harus Tahan Napas karena Bau Sampah
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















