Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Vega R, Motor Yamaha Paling Bersahaja. Cerminan Hidup Stabil, Hemat, dan Nggak Banyak Drama

Andre Rizal Hanafi oleh Andre Rizal Hanafi
20 Juni 2025
A A
Vega R, Motor Yamaha Paling Bersahaja. Cerminan Hidup Stabil, Hemat, Nggak Banyak Drama

Vega R, Motor Yamaha Paling Bersahaja. Cerminan Hidup Stabil, Hemat, Nggak Banyak Drama (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Di zaman sekarang, ketika motor makin mirip tampilan Transformer dan lampu motor seterang konser Coldplay, ada satu kendaraan roda dua yang tetap teguh dalam prinsip hidup sederhana. Motor yang saya maksud adalah Yamaha Vega R 2006 warna biru putih. Motor ini bukan sekadar alat transportasi. Ia adalah saksi hidup, teman seperjalanan, dan lambang perlawanan terhadap gaya hidup yang serba ingin tampil dan boros bensin.

Saya mengenal Yamaha Vega R sejak tahun 2006, ketika orang tua saya membelikan motor untuk keperluan sekolah. Waktu itu, HP polifonik masih merajalela, warnet belum punah, dan rental PS masih jadi tempat nongkrong favorit anak muda sejati.

Motor itu dibeli seharga sekitar 10 jutaan. Angka yang untuk ukuran tahun 2006 cukup bikin tetangga ikut melirik dari balik tirai.

Kenapa pilihan kami jatuh pada Vega R? Selain karena harganya bersahabat, orang tua saya waktu itu kepincut iklan Yamaha Vega R yang dibintangi Deddy Mizwar. Gagah, islami, dan hemat. Kombinasi yang cukup membuat mereka yakin bahwa inilah motor yang cocok buat anak sekolahan seperti saya.

Dan benar saja, motor ini hemat. Iritnya bukan main. Tetapi mari kita jujur dari segi tampang, motor ini memang lebih cocok disebut “bersahaja” alias nggak begitu keren.

Bukan motor cewek matre, tapi pahlawan kaum pas-pasan

Yamaha Vega R bukan motor buat nongkrong di parkiran kampus biar dilirik mbak-mbak Fisip. Bukan juga motor yang bikin cewek langsung minta dibonceng sambil kode genit. Sebaliknya, motor ini lebih sering bikin mereka pura-pura sibuk main HP pas kita lewat. Tetapi buat mahasiswa kantong pas-pasan,  buruh harian, atau pria yang memilih bensin daripada gengsi, Vega R adalah pahlawan sejati.

Motor ini tidak akan membuatmu viral di Facebook, tapi bisa mengantar kamu dari kampus ke rumah pacar (yang tidak matre), dari desa ke kota, dan dari pantai hingga pegunungan di Jawa Tengah asal jangan ngebut. Sebab walau iritnya juara, kecepatan Yamaha Vega R lebih cocok buat wisata keluarga, bukan balapan liar.

Yamaha Vega R, motor yang menemani saya dari SMP sampai punya gaji UMR

Yamaha Vega R bukan cuma kendaraan, tapi timeline hidup saya sendiri. Dari masa SMP yang penuh kenakalan, SMA yang terpaksa tidak bisa ikut tren karena sadar diri naik motor “jadul”, sampai masa kuliah yang penuh perjuangan semua ditemani motor ini.

Baca Juga:

Yamaha Mio, Motor Lama yang Pernah Jadi Puncak Rantai Makanan, Kini Kembali Muncul dan Diburu Banyak Orang

Dominasi Motor Honda Akan Segera Berakhir, sebab Motor Keluaran Baru Yamaha Harus Diakui Lebih Berkualitas!

Waktu kuliah, di rumah saya sebenarnya ada motor lain, yakni Yamaha Mio dan Honda Vario. Sejujurnya motor-motor ini kalau dipakai ke kampus bisa sedikit menaikkan derajat sosial saya di mata teman-teman. Tapi tetap saja saya memilih Vega R.

Kenapa? Tentu saja karena motor ini hemat. Pulang pergi Kendal–Semarang naik Mio atau Vario bisa habis 20–30 ribu. Tapi dengan Yamaha Vega R, saya bisa bolak-balik kuliah selama 3 hari penuh dengan uang segitu. Bahkan ada sisanya kalau nggak dipakai buat main.

Rantai kendor dan lampu temaram

Tentu tak ada motor yang sempurna. Cinta paling tulus pun punya kekurangan. Yamaha Vega R milik saya memiliki kekurangan yang terletak pada rantainya yang kerap kendor dan lampu redup.

Rantai motor ini kadang seperti hubungan LDR tak pasti. Hari ini kencang, besok longgar, besoknya bunyi “tek-tek-tek” kayak lagu koplo.

Lampu motor Yamaha ini juga lebih mirip lentera minyak tanah daripada lampu motor. Kalau malam hari lewat jalan gelap di Cagar Alam Kaliwungu-Boja, rasanya seperti sedang ikut ekspedisi misteri malam. Tetapi semua kekurangan itu termaafkan begitu saya mampir ke SPBU dan mengisi bensin Rp10 ribu untuk jarak tempuh yang bikin pengguna motor matic merinding.

Siap-siap ketinggalan rombongan touring kalau bawa Yamaha Vega R

Saya pernah bawa Vega R keliling hampir seluruh Jawa Tengah dan Jogja. Dari pantai selatan sampai dataran tinggi, dari kota rame sampai desa terpencil. Motor ini setia menemani.

Akan tetapi tentu saja saya selalu jadi yang paling belakang di rombongan touring. Teman-teman naik motor sport melesat macam roket.

Saya? Lebih mirip petani pulang dari sawah dengan motor Yamaha Vega R itu. Tetapi saat teman-teman saya berhenti untuk isi bensin atau ngeluh capek, saya masih santai. Bahkan saya masih bisa tersenyum dan bertanya pada mereka, “Mau lanjut nggak?”

Kadang saya mikir, kalau motor Yamaha Vega R milik saya ini bisa bicara, ia mungkin bilang, “Santai, yang penting sampai. Bukan siapa cepat, tapi siapa hemat.”

Belum pernah terlintas untuk menjualnya

Sudah hampir dua dekade saya lalui bersama Vega R. Sampai sekarang, belum pernah terpikir untuk menjualnya. Bukan karena takut nggak laku, tapi karena nilai sentimentalnya terlalu besar.

Motor ini bukan cuma besi dan baut. Ia bagian dari hidup saya. Bagian dari perjalanan jadi manusia. Bagian dari masa muda dan mimpi-mimpi yang dulu belum terlalu mahal.

Teknologi motor sekarang udah canggih banget. Ada motor listrik, panel digital, sampai yang bisa disambungkan ke HP. Tetapi saya tetap setia sama motor Yamaha Vega R. Bukan karena nggak bisa beli motor baru, tapi karena belum ada yang bisa menggantikan kenangan dan keandalan si Vega ini.

Yamaha Vega R, cerminan hidup stabil, hemat, dan nggak banyak gaya

Vega R mengajarkan saya bahwa hidup nggak harus kelihatan keren. Bahwa kadang, lebih penting irit daripada pamer. Ia juga memberi pelajaran kalau kenyamanan nggak selalu datang dari body motor yang besar, tapi dari kendaraan yang tahan banting dan nggak rewel.

Motor Yamaha Vega R saya nggak pernah protes, cuma sesekali minta ganti oli dan dikencengin rantainya. Sederhana, setia, dan nggak neko-neko.

Dan untuk para cewek matre yang dulu nyinyir, maaf ya, motor saya mungkin nggak ganteng. Tapi ia nggak boros, nggak drama, dan selalu siap jalan kapan saja.

Penulis: Andre Rizal Hanafi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Supra X, Vega, Shogun 110 R: Tua Bangka, tapi Tetap Legenda Jalanan Indonesia.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Juni 2025 oleh

Tags: motor Yamahayamaha vega R
Andre Rizal Hanafi

Andre Rizal Hanafi

Seorang yang menjalani hidup dengan tenang, namun menyimpan kegaduhan di dalam kepalanya. Menulis adalah ritual untuk merapikan kekacauan itu—atau setidaknya, sebuah cara untuk menertawakan absurditas yang terjadi di dalam sana

ArtikelTerkait

Motor Yamaha Nouvo yang Memungkinkan NMAX dan PCX Lahir (Unsplash)

Motor Yamaha Nouvo AT115: Warisan Kakak, Pendahulu si Gembrot Yamaha NMAX dan Honda PCX

6 Oktober 2023
Yamaha X-Ride: Motor Adventure yang Cocok buat Pacaran, Super Nyaman meski Tampilan Gahar!

Yamaha X-Ride: Motor Adventure yang Cocok buat Pacaran, Super Nyaman meski Tampilan Gahar!

9 September 2025
Mio Soul GT Motor Yamaha yang Irit, Murah, dan Timeless (Unsplash) yamaha mx king, jupiter mx 135 yamaha vega zr yamaha byson yamaha soul yamaha mio

Yamaha Vega ZR, Motor Bebek Paling Merepotkan: Tenaga Loyo, Susah Nyala, Penyakitnya Banyak!

3 Agustus 2024
Yamaha Gear Ultima Hybrid: Tank Tempur Rusia yang Disulap Jadi Motor Matic

Yamaha Gear Ultima Hybrid: Tank Tempur Rusia yang Disulap Jadi Motor Matic

25 Agustus 2025
NMAX “Turbo”, Motor Yamaha yang Bikin Saya Menyesal

NMAX “Turbo”: Motor Yamaha yang Bikin Saya Menyesal karena Sudah Pernah Menunggangi, tapi Belum Bisa Memiliki

20 November 2025
Yamaha Vixion: Motor yang Mudah Dicintai, tapi Mudah Juga Ditinggalkan Mojok.co

Yamaha Vixion: Motor yang Mudah Dicintai, tapi Mudah Juga Ditinggalkan

23 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026
Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

31 Januari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.