Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Vaksin Corona Tetap Dibutuhkan meskipun Kelak Obatnya Sudah Ada

Abdulloh Suyuti oleh Abdulloh Suyuti
29 Juli 2020
A A
laporcovid-19 vaksinasi covid-19 vaksin nusantara indonesia lepas pandemi ppkm vaksin covid-19 corona obat vaksin covid-19 rapid test swab test covid-19 pandemi corona MOJOK.CO

vaksin corona obat vaksin covid-19 rapid test swab test covid-19 pandemi corona MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Tak bisa dimungkiri, setiap manusia yang hidup pasti merasakan sakit. Di antara sekian banyak penyakit, sebagian ada yang bisa sembuh dengan sendirinya, sebagian lagi harus diobati supaya sembuh. Pengobatan juga bermacam-macam cara, ada yang secara medis maupun alternatif, ada yang secara fisik maupun psikis, bahkan ada yang kasat mata dan tak kasat mata.

Untuk sakit karena virus misalnya. Dalam kasus virus masuk ke tubuh, mereka akan berkembang biak, menyebar, dan merusak sel normal sehingga menyebabkan sakit. Ketika infeksi telah terjadi, tubuh manusia juga mulai melawannya dengan sistem pertahanan tubuh. Sel darah putih dan antibodi mengendus keberadaannya, menguncinya, mengatur serangan, dan menghancurkannya.

Namun, masalahnya saat ini untuk virus SARS-CoV-2, pada sebagian besar umat manusia, sistem pertahanan tubuhnya belum terlatih untuk melawan virus ini. Juga belum ditemukan obat yang efektif membasmi virus ini ketika sudah menginfeksi tubuh. Sebagian yang bernasib baik akan sembuh, sebagian yang lain akan meninggal.

Situasi pandemi seperti sekarang ini membuat banyak peneliti berlomba untuk menemukan penangkal Covid-19. Beberapa negara bahkan sudah sampai tahap uji klinis pada manusia, tinggal menunggu waktu sampai obat ataupun vaksin corona tersebut diproduksi secara massal dan kita dapat merasakan manfaatnya.

Ada kabar baik bagi kita semua, media mengabarkan bahwa sudah didapat beberapa kandidat vaksin corona. Salah satu yang mampir ke Indonesia untuk uji klinis adalah vaksin Sinovac dari Tiongkok. Vaksin corona ini sedang dalam proses uji klinis fase ke-3. Artinya, ia sudah melewati uji klinis fase ke-1 dan fase ke-2; sudah pernah diuji pada sekelompok manusia dan hasilnya manjur. Kini tinggal menambah jumlah populasi sampel, pengujian akan dilakukan pada ribuan relawan yang sedang dalam kondisi positif Covid-19, untuk memastikan khasiat dan efek samping yang mungkin timbul.

Perjalanan penemuan vaksin umumnya memang butuh waktu yang tidak sebentar, seperti pada tulisan saya sebelumnya. Serangkaian pengujian dan pembuktian harus dilewati sehingga dihasilkan vaksin yang aman, berkhasiat, efektif, dan bisa digunakan banyak orang.

Pada kasus penyakit yang mudah menular, pemberian vaksin lebih efektif dibandingkan dengan obat. Sejarah membuktikan bahwa beberapa penyakit menular yang disebabkan oleh virus, seperti polio dan campak, dapat diatasi dengan vaksin.

Apalagi dalam kasus Covid-19 ini, yang persentase sembuh atau meninggalnya tergantung kondisi respons imun pasien. Melatih sistem imun untuk menjadi kebal adalah solusi yang masuk akal. Ada pepatah yang mengatakan bahwa “mencegah lebih baik daripada mengobati”. Itulah mengapa vaksin Covid-19 tetap penting.

Baca Juga:

Minyak Gosok sampai Obat Kuat, Ini 5 Obat Cina yang Wajib Ada di Rumah Saya

5 Sisi Gelap Penjual Jamu: Bukannya Bikin Sehat, tapi Malah Meresahkan Pembeli

Obat berperan dengan langsung memperbaiki bagian yang sakit, menghilangkan gejala, maupun melawan penyebab sakitnya. Sedangkan vaksin lebih ke arah melatih pasukan tempur dalam diri manusia untuk memerangi virus yang masuk.

Seperti apa sih gambarannya vaksin itu? Berikut pengertiannya menurut Permenkes nomor 12 tahun 2017: “Vaksin adalah produk biologi yang berisi antigen berupa mikroorganisme yang sudah mati atau masih hidup yang dilemahkan, masih utuh atau bagiannya, atau berupa toksin mikroorganisme yang telah diolah menjadi toksoid atau protein rekombinan, yang ditambahkan zat lainnya, yang bila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu.”

Artinya, vaksin memicu tubuh untuk dapat melawan sendiri penyakit tertentu, dalam hal ini virus.

Dalam perkembangannya, vaksin dapat diberikan pada orang yang sakit maupun yang sehat. Jika diberikan pada orang yang sakit, misalnya terkena virus, maka vaksin berfungsi sebagai antivirus (therapeutic agent). Sedangkan jika diberikan pada orang yang sehat, vaksin berfungsi sebagai pencegahan (profilaksis).

Pemberian vaksin (vaksinasi) dapat melatih sistem kekebalan tubuh untuk mengidentifikasi dan melawan penyakit tertentu. Ini seperti menyiapkan pasukan dalam sebuah peperangan. Antibodi yang terbentuk akan melawan virus yang dilemahkan. Ketika pertarungan dimenangkan, sistem kekebalan tubuh kita akan mengingat apa yang menjadi musuhnya dan bagaimana cara mengalahkannya.

Vaksinasi merupakan aktivitas individu, tapi manfaat keberhasilannya bersifat komunal. Semakin banyak orang divaksinasi dalam komunitas tertentu, semakin sedikit peluang orang terinfeksi dan menyebarkan penyakit. Area persebaran virus menjadi kecil sebab banyak orang yang sudah kebal. Dengan semakin tidak adanya inang sebagai tempat hidup virus, lama-lama virus tersebut akan musnah.

BACA JUGA Benarkah Indonesia Jadi Kelinci Percobaan Uji Vaksin Corona dari Cina? dan tulisan Abdulloh Suyuti lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Juli 2020 oleh

Tags: Obatvaksin covid-19
Abdulloh Suyuti

Abdulloh Suyuti

ArtikelTerkait

marijuana

Galaunya Si Marijuana: Haruskah Dilegalkan atau Tidak?

16 Oktober 2019
Pembodohan Masyarakat dalam Obat Tanpa Kemasan terminal mojok.co

Pembodohan Masyarakat dalam Obat Tanpa Kemasan

6 November 2020
Ranitidin

Ranitidin: Obat Asam Lambung yang Ditarik dari Pasaran Karena Diduga Memicu Kanker

14 Oktober 2019
Dalam Menanggapi Vaksin Covid-19, Netizen Terbagi Jadi 3 Kubu terminal mojok.co

Saya Disuntik Vaksin Covid-19 dan Nggak Jadi Buaya

26 Januari 2021
Klaim Obat Herbal Berkhasiat Harus Tahu Batasan, dong. Ya Kali Satu Obat Bisa Mengatasi Selusin Penyakit!

Klaim Obat Herbal Berkhasiat Harus Tahu Batasan, dong. Ya Kali Satu Obat Bisa Mengatasi Selusin Penyakit!

22 Juli 2023
vaksinasi vaksin berbayar covid-19 Hoaks Vaksin Mengandung Virus Itu Wagunya Sampai Ubun-ubun terminal mojok.co

Testimoni Sebulan Setelah Disuntik Vaksin Covid-19

13 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sebuah Rezim Tidak Selalu Jatuh karena Aksi Jalanan

Sebuah Rezim Tidak Selalu Jatuh karena Aksi Jalanan

10 Maret 2026
Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang  Mojok.co

Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang 

13 Maret 2026
Yamaha Lexi Tercipta Untuk Orang Malang, Santai tapi Tegas (Wikimedia Commons)

Yamaha Lexi Adalah Motor yang Terlalu Santai tapi Sebenarnya Tegas, Paling Cocok Dipakai oleh Orang Kota Malang

8 Maret 2026
5 Fakta Menarik tentang Kebumen yang Tidak Diketahui (Unsplash)

Liburan di Kebumen Itu Aneh, tapi Justru Bisa Jadi Pilihan yang Tepat buat Kita yang Muak dengan Kota Besar

10 Maret 2026
Apa itu Selat Hormuz dan Kenapa Posisinya Strategis?

Apa itu Selat Hormuz dan Kenapa Posisinya Strategis?

9 Maret 2026
Warga Pangalengan Musti Bangga Menjadi Penghasil Teh meski Tidak Pernah Bisa Menikmati Hasil Panennya

Warga Pangalengan Musti Bangga Menjadi Penghasil Teh meski Tidak Pernah Bisa Menikmati Hasil Panennya

11 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto
  • Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah
  • Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata
  • Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”
  • Rangkaian Penderitaan Naik Travel dari Jogja Menuju Surabaya: Disiksa Selama Perjalanan oleh Sopir Amatiran, Nyawa Penumpang Jadi Taruhannya. Sialan!

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.