Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

UT, Kampus yang Paling Mengerti Mahasiswa. Nggak Perlu Panggung untuk Bisa Berprestasi

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
27 Januari 2026
A A
UT, Kampus yang Paling Mengerti Mahasiswa. Nggak Perlu Panggung untuk Bisa Berprestasi

UT, Kampus yang Paling Mengerti Mahasiswa. Nggak Perlu Panggung untuk Bisa Berprestasi (Dokumentasi UT)

Share on FacebookShare on Twitter

Universitas Terbuka (UT) menjaga agar mahasiswanya tetap bisa berprestasi tanpa melupakan peran mereka sebelumnya.

Keinginan untuk berprestasi, menonjol dibanding yang lain, sejatinya adalah naluri paling manusiawi. Sejak kecil, kita memang terbiasa diajari untuk jadi pemenang. Mulai dari lomba menggambar di TK, hingga masuk dunia kerja, ajaran itu tetap terjaga. Kemasannya saja yang beda. Bukan lagi soal bawa pulang piala, tapi soal dapat gelar, naik jabatan, atau pencapaian tertentu. Lagi-lagi, itu adalah hal yang wajar. Tak ada yang salah dengan perasaan ingin berhasil. Sungguh.

Namun terkadang, saking asiknya mengejar sebuah prestasi, kita lupa satu hal. Kita lupa bahwa prestasi tidak melulu soal apa yang tampak di mata. Terlebih, kata Yura Yunita, kita ini hidup di dunia yang penuh tipu-tipu. Kalau kata Nicky Astria, lain lagi. Dunia ini panggung sandiwara. Begitu katanya.

Maka bukankah konyol kalau kita menganggap bahwa prestasi itu harus selalu dikaitkan dengan panggung? Karena pada dasarnya, prestasi dan panggung bukanlah hal yang sama. Keduanya berbeda, dan itulah yang saya pelajari dari Universitas Terbuka (UT).

Baca juga: Mahasiswa UT Berjuang dalam Senyap: Kuliah Nggak Pakai Story, Wisuda Nggak Perlu Mewah, yang Penting Masa Depan Cerah.

Prestasi dan panggung bukan hal yang sama

Tidak bisa dimungkiri, panggung memang menggiurkan. Ia candu. Ia membuat kita diakui, dipuji, dan dilihat. Jadi ya, siapa orangnya yang tidak akan suka? Tetapi seiring waktu, dengan semua puja-puji yang pernah kita dapatkan, kita akan semakin haus. Haus akan apa? Tentu saja akan validasi.

Kemudian, sedikit tapi pasti, perasaan itu berubah menjadi obsesi untuk tampil. Seolah, yang tidak terlihat, tidak layak disebut berhasil. Padahal panggung hanyalah satu frame kecil dari kehidupan. Ia menampilkan hasil, tapi bukan prosesnya.

Kan lucu. Kita sering kali meyakini bahwa proses itu lebih penting daripada hasil. Tapi yang dikasih sorak sorai selalu hasilnya bukan prosesnya.

Baca Juga:

Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas”

UT Adalah Teman bagi Orang-orang yang Mengejar Mimpi dalam Sunyi

Kalau sampai di sini kalian bertanya-tanya apa hubungannya dengan UT? Sabar.

Prestasi versi UT: menang sambil tetap hidup

Jadi begini. Banyak orang rela mengorbankan satu peran dalam hidupnya, demi meraih sebuah prestasi. Tapi di UT, tidak demikian. UT justru menjaga agar mahasiswanya tetap bisa berprestasi tanpa melupakan peran mereka sebelumnya.

Buktinya, di UT mahasiswa pekerja tetap bisa kuliah tanpa harus meninggalkan dunianya. Mahasiswa berstatus ibu rumah tangga juga tidak kehilangan waktunya untuk keluarga. Singkatnya, semua peran yang sedang dilakoni oleh mahasiswa UT bisa tetap hidup dan berjalan beriringan. Semua itu berkat sistem di UT yang memudahkan mahasiswanya untuk belajar di mana saja dan kapan saja.

Lantas, apakah itu adalah hal yang mudah bagi mahasiswa UT?

Tentu saja tidak. Tetapi dari ketidakmudahan itulah kemudian lahir prestasi yang sesungguhnya. Yaitu kebanggaan ketika mahasiswa UT pada akhirnya bisa berjuang meraih impian, tanpa harus mengorbankan sisi hidup kita yang lainnya. Ibarat pepatah bilang, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, seperti itulah mahasiswa UT.

Baca juga: Kuliah di UT Adalah Bentuk Bertahan Paling Tangguh, Kok Bisa?

Tiap tahapan penuh makna

Itu sebabnya, dalam lembaran hidup mahasiswa UT, satu per satu tahapan terasa lebih penuh makna. Ketika satu tahap dilewati, satu semester selesai, satu ujian terlampaui, rasa puasnya akan lebih dalam. Maklum, bagi bagi mahasiswa UT, yang sedang mereka taklukkan bukan hanya materi kuliah, tapi juga rasa lelah, rasa ragu, dan keinginan untuk menyerah.

Maka, katakan, bukankah yang mahasiswa UT lakukan ini adalah sebuah prestasi yang membanggakan? Bukan panggung, bukan pula piala, tapi prestasi yang sebenarnya. Prestasi yang lahir karena mereka telah berhasil untuk berjuang dan bertahan dalam melakoni dua atau bahkan mungkin tiga peran dalam hidup mereka sekaligus. Salut!

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Itu Ajaib. Sama-sama Punya Waktu 24 Jam Sehari, tapi Tetap Bisa Kuliah di Sela-sela Hidup.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Januari 2026 oleh

Tags: kuliah di Universitas Terbukakuliah Universitas Terbukalulusan universitas terbukamahasiswa universitas terbukapengalaman kuliah di Universitas Terbukaut
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Sedaring-daringnya Universitas Terbuka, Doi Tetap Punya Gedung (Unsplash)

Sedaring-daringnya Universitas Terbuka, Doi Tetap Punya Gedung. Gede Lagi!

4 Oktober 2024
Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

29 Januari 2026
4 Hal yang Membuktikan Mahasiswa Universitas Terbuka Tak Bisa Diremehkan

4 Hal yang Membuktikan Mahasiswa Universitas Terbuka Tak Bisa Diremehkan

10 Desember 2023
UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

19 Januari 2026
Saya Sakit Hati Mahasiswa Universitas Terbuka Dituduh Cuma Kejar Gelar, Nyatanya Kami Sungguh-sungguh Belajar Mojok.co

Saya Sakit Hati Mahasiswa Universitas Terbuka Dituduh Cuma Kejar Gelar, Nyatanya Kami Sungguh-sungguh Belajar

24 September 2025
3 Hal tentang Universitas Terbuka (UT) yang Tidak Boleh Kalian Percayai Begitu Saja

3 Hal tentang Universitas Terbuka (UT) yang Tidak Boleh Kalian Percayai Begitu Saja

20 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tol Soroja, Tol yang Nyeleneh: Pendek, Nggak Ada Rest Area, tapi Strategis

Tol Soroja, Tol yang Nyeleneh: Pendek, Nggak Ada Rest Area, tapi Strategis

5 Mei 2026
Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokal Mojok.co

Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokalnya

11 Mei 2026
Alasan Sate Klopo Surabaya Masih Kalah Populer dari Sate Madura, padahal Sama-sama Enak Mojok.co

Alasan Sate Klopo Surabaya Masih Kalah Populer dari Sate Madura, padahal Sama-sama Enak

7 Mei 2026
Sudah Saatnya Purworejo Turunkan Ego dan Belajar dari Kebumen daripada Semakin Tertinggal Mojok.co magelang

Tutorial Menyelamatkan Purworejo: Jiplak Saja Wisata Kebumen dan Cara Magelang Menciptakan Lapangan Kerja

6 Mei 2026
Warga Lokal Bersyukur Salatiga Nggak Punya Stasiun, Biarlah Kota Ini Dinikmati oleh Orang-orang yang Mau Effort Mojok.co

Warga Lokal Bersyukur Salatiga Nggak Punya Stasiun, Biarlah Kota Ini Dinikmati oleh Orang-orang yang Mau Effort

6 Mei 2026
Kritik untuk Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia UNY dan UAD, Terlalu Ndakik-Ndakik hingga Berjarak dari Realitas Terminal

Kritik untuk Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia UNY dan UAD, Terlalu Ndakik-Ndakik hingga Berjarak dari Realitas

8 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Usaha Madu Jadi Ceruk Bisnis Potensial, Tapi Salah Praktik Tanpa Sadar Justru Bisa Rugikan Diri Sendiri
  • Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada
  • Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa
  • Meski Hanya Diikuti 4 Tim tapi Atmosfer Campus League Basketball Samarinda Tetap Kompetitif, Universitas Mulawarman Tak Terbendung
  • Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus
  • Tongkrongan Bapak-Bapak di Desa: Obrolan Sering Ngawur, Kadang Nggak Berfaedah, tapi Saya Harus Gabung demi “Harga Diri” Keluarga

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.