Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

3 Hal yang Bikin Saya Resah Melewati Underpass Cawang Jakarta Timur

Muhammad Arifuddin Tanjung oleh Muhammad Arifuddin Tanjung
1 November 2023
A A
3 Hal yang Bikin Saya Resah Melewati Underpass Cawang Jakarta Timur

3 Hal yang Bikin Saya Resah Melewati Underpass Cawang Jakarta Timur (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi warga Jakarta Timur dan sekitarnya yang sering bepergian ke Pulogadung, Cempaka Putih, dan Tanjung Priok, atau arah sebaliknya, tentu tahu dan sering melewati underpass Cawang. Kalau kalian belum tahu, underpass Cawang merupakan salah satu penghubung wilayah Jakarta Timur di bagian selatan dengan wilayah di Jakarta Timur bagian utara.

Underpass ini memiliki peran yang cukup vital, lho. Kehadirannya dapat memecah kemacetan yang terjadi di perempatan Cawang arah Kebon Nanas dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Jika kalian melewatinya dari arah selatan ke utara, underpass ini dimulai dari depan Kampus UKI Cawang dan berakhir di depan Halte Cawang Sutoyo, Jakarta Timur.

ADVERTISEMENT

Sebagai seorang pengendara motor sekaligus mahasiswa di salah satu kampus di bilangan Rawamangun, hampir tiap hari saya melewati underpass Cawang. Berdasarkan pengamatan saya setelah melewati underpass ini selama kurang lebih dua tahun, saya mengusulkan agar pemprov dan dinas terkait melakukan “penyegaran” terhadap underpass Cawang. Sebab, ada beberapa hal yang bikin saya—dan mungkin juga pengendara lain—resah tiap kali melewati underpass ini.

Underpass Cawang di Jakarta Timur kotor dan kusam

Pertama, sebenarnya dinding underpass Cawang bentuknya nggak polos dan tampak pola-pola bangun datar (mungkin hiasan) yang menurut saya menarik. Sayangnya, dinding underpass ini terlihat kotor dan kusam sehingga pola-pola unik tersebut gagal menarik perhatian para pengendara (dengan catatan pengendara fokus mengendarai kendaraan mereka, ya).

Mohon maaf saja, kalau dibandingkan dengan underpass lainnya yang berada di kawasan Senen atau Kuningan, saya pikir underpass Cawang tertinggal jauh dari segi look-nya. Oleh karena itu kalau boleh menyarankan, pemprov dan dinas terkait sebaiknya melakukan renovasi dengan mengecat ulang dinding terowongan menggunakan warna-warna yang cerah supaya terowongan ini nggak kusam lagi dan menarik untuk dilihat.

Gelap saat dilalui di siang hari

Hal selanjutnya yang bikin saya resah terkait dengan pencahayaan di dalam terowongan. Menurut saya, kondisi pencahayaan di dalam terowongan saat malam hari sebenarnya sudah oke. Lampu berwarna kuning mampu menyinari seisi terowongan dengan baik.

Yang saya permasalahkan justru karena ketiadaan lampu yang menyala pada siang hari di dalam terowongan. Di dalam terowongan yang gelap, satu-satunya sumber cahaya yang bisa diandalkan di siang hari selain lampu kendaraan sendiri adalah cahaya matahari yang masuk ke dalam terowongan. Cahaya matahari ini masuk melalui pintu masuk dan satu lubang kecil yang berada di atas-tengah terowongan.

Nah, bagi pengendara motor seperti saya, tiap kali masuk ke dalam terowongan yang gelap setelah terbiasa dengan sinar matahari yang terik, saya seperti mengalami “buta” sesaat. Maka alangkah baiknya jika lampu di dalam terowongan juga dinyalakan di siang hari agar pengendara tidak mengalami buta sesaat saat tiba-tiba berpindah dari area yang terang (di luar terowongan) ke area gelap (dalam terowongan).

Baca Juga:

Jakarta Timur Layak Dimekarkan jadi Jaktim Utara dan Jaktim Selatan, Terlalu Banyak Perbedaan!

Jalan Raya Kalimalang Jaktim Banyak Berubah, tapi Tetap Saja Tidak Aman untuk Pejalan Kaki!

Penutup gorong-gorong ambles sehingga jalan jadi tidak rata

Keresahan saya selanjutnya saat melewati underpass Cawang terkait dengan penutup gorong-gorong yang terletak di muka terowongan. Jadi, penutup gorong-gorongnya sudah sedikit turun atau ambles. Posisi persisnya berada di ruas jalan sebelah kanan yang mengarah ke utara.

Mungkin penyebab amblesnya penutup gorong-gorong ini karena kendaraan-kendaraan berat yang lewat di underpass. Buat yang belum tahu, underpass Cawang Jakarta Timur ini juga dilewati bus Transjakarta dan kadang truk besar. Saya rasa jika hal ini dibiarkan terus akan berbahaya bagi pengendara yang melintas. Penutup gorong-gorong yang ambles ini membuat jalan jadi nggak rata. Saya sendiri tiap lewat sini selalu beralih ke jalur sebelah kiri karena lebih aman.

Kalau bisa, penutup gorong-gorong di underpass ini diperbaiki supaya nggak ambles lagi. Tujuannya supaya pengendara yang melintas bisa melintasi jalanan yang datar dan terhindar dari kecelakaan akibat permukaan jalan yang nggak rata.

Begitulah keresahan saya mengenai kondisi underpass Cawang di Jakarta Timur beserta solusi yang bisa saya tawarkan. Saya berharap pemprov DKI dan dinas terkait bisa menyadari kekurangan yang ada di terowongan ini. Apalagi mengingat underpass Cawang cukup ramai dilewati pengguna jalan. Semoga saja upaya perbaikan dan pengelolaan terowongan menjadi lebih optimal bisa segera dilakukan. Pengendara yang lewat sini pun merasa aman dan nyaman.

Penulis: Muhammad Arifuddin Tanjung
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Kelebihan yang Membuat Jakarta Timur Tidak Bisa Dipandang Sebelah Mata.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 November 2023 oleh

Tags: CawangJakarta Timurterowonganunderpass Cawang
Muhammad Arifuddin Tanjung

Muhammad Arifuddin Tanjung

Seorang sosialis yang percaya bahwa kemanusiaan hanya bisa tegak jika kita berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah. Pemula yang haus akan ilmu.

ArtikelTerkait

Jakarta Timur Kota Tawuran, Perlu Punya 9 Nyawa untuk Hidup di Kota Ini Mojok bassura jaktim

Jakarta Timur Kota Tawuran, Jangan Sekolahkan Anak di Sini kalau Mau Selamat

6 Februari 2024
Jakarta Timur Kota Tawuran, Perlu Punya 9 Nyawa untuk Hidup di Kota Ini Mojok bassura jaktim

Betapa Konyolnya Tawuran di Bassura Jaktim, Sore-sore Tawuran, Situ Nggak Punya Kegiatan yang Lebih Berguna?

10 Juli 2024
Penderitaan Warga Cibubur: Transportasi Umum Sulit, Krisis Identitas pula

Penderitaan Warga Cibubur: Transportasi Umum Sulit, Krisis Identitas pula

6 Februari 2024
3 Flyover di Jakarta Timur yang Sering Disalahgunakan untuk Pacaran

3 Flyover di Jakarta Timur yang Sering Disalahgunakan untuk Pacaran

5 November 2023
Jakarta Timur, Tempat Terbaik untuk Tinggal di Jakarta (Foto milik penulis) rawamangun

Jakarta Timur Tidak Hanya Rawamangun, Ada Tempat Lain yang Juga Layak Jadi Tempat Main  

28 September 2025
Mal Jakarta Timur seperti dari “Planet yang Lain” Dibanding Mal Jakarta Selatan Mojok.co

Mal Jakarta Timur seperti dari “Planet yang Lain” Dibanding Mal Jakarta Selatan

10 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pantai Semilir Tuban, Tetap Menawan di Tengah Kepungan Industri

Pantai Semilir Tuban, Tetap Menawan di Tengah Kepungan Industri

9 Juli 2026
Freelancer in this economy: nggak bisa pilih-pilih kerjaan, upah nggak seberapa dan cuma numpang lewat Mojok.co

Freelancer in this economy: nggak bisa pilih-pilih kerjaan, upah nggak seberapa dan cuma numpang lewat

10 Juli 2026
Tugu Jogja Kini Lebih Menyenangkan ketimbang Malioboro (Unsplash)

Orang yang Foto di Tugu Jogja Itu Bukan Norak, Hampir Semua Pelancong Pernah Melakukannya

7 Juli 2026
Menikmati hari Minggu di Sewon Alternatif wisata underrated Jogja (Unsplash)

Menikmati hari Minggu di Sewon: Alternatif wisata underrated Jogja

12 Juli 2026
Pengalaman Menjadi Penulis Novel Online Lebih dari 3 Tahun: Kalah sama Cerita Panas, Karier Jalan di Tempat

Pengalaman Menjadi Penulis Novel Online Lebih dari 3 Tahun: Kalah sama Cerita Panas, Karier Jalan di Tempat

9 Juli 2026
8 keresahan guru agama, pekerjaan tidak maksimal karena dianaktirikan Kemendikdasmen Mojok.co

8 keresahan guru agama, pekerjaan tidak maksimal karena dianaktirikan Kemendikdasmen 

11 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.