Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Tutorial Bertani di Situbondo, Mulai dari Harga Sewa Lahan sampai Pengelolaannya

Firdaus Al Faqi oleh Firdaus Al Faqi
12 Oktober 2023
A A
Tutorial Bertani di Situbondo, Mulai dari Harga Sewa Lahan sampai Pengelolaannya

Tutorial Bertani di Situbondo, Mulai dari Harga Sewa Lahan sampai Pengelolaannya (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya punya beberapa teman di Situbondo yang seringkali punya keinginan untuk terjun untuk ikut bertani. Mereka sering nanya, dan saya seolah dapat tugas wajib untuk menjelaskannya. Meskipun saya bukan petani tulen, tapi paling tidak ada satu dua hal yang bisa saya ketahui dari profesi ini.

Biar nggak nanya-nanya mulu dan saya nggak capek jawabnya, saya bikin tutorial yang nggak lengkap-lengkap banget biar jadi semacam buku panduan sebelum menjalani profesi yang penuh lumpur dan emang lumpur beneran ini. Terutama, bagi orang Situbondo yang mau jadi petani.

Teman-temanku, begini tutorialnya.

Sewa lahan di Situbondo

Yap, di tahap pertama harus sewa lahan dulu. Soalnya jarang banget ada anak muda yang langsung diberi kepercayaan untuk mengelola lahan sendiri dan lebih banyak lagi anak muda nggak dapet warisan sawah yang bisa dikelola sendiri.

Jadi buat yang masih muda dan belum dapet sawah warisan, saya saranin untuk sewa lahan aja. Di Situbondo, sebatas pengalaman saya, harga sewa lahannya nggak mahal-mahal banget.

Untuk empat petak lahan yang masing-masing petaknya seluas 1000 meter persegi, harga sewanya Rp3 jutaan aja untuk sekali tanam atau 3-4 bulan. Tapi, jangan nyediain Rp3 jutaan aja karena banyak pemilik lahan di Situbondo yang ogah menyewakannya dalam sekali tanam. Paling minim 3 kali musim tanam.

Jadi paling nggak, buat modal sewa lahan sediain kurang lebih Rp9-10 juta. Ini udah jadi estimasi modal paling aman buat sewa lahan.

Cari panglako alias buruh tani

Saya tahu, yang mau ikut bertani itu kadang cuma mau untungnya aja dan enggan buat panas-panasan membalik tanah sendiri.

Baca Juga:

Situbondo, Bondowoso, dan Jember, Tetangga Banyuwangi yang Berisik Nggak Pantas Diberi Respek

Nasib Sarjana Musik di Situbondo: Jadi Tukang Sayur, Bukan Beethoven

Hal yang paling krusial selain sewa lahan adalah “panglako” atau buruh tani yang bakal membajak, menanam, sekaligus merawat tanaman yang nantinya bakal dipilih. Saran saya, cari buruh yang ada di sekitar lokasi lahan yang disewa. Tujuannya biar nggak perlu modal transport dan biar bayarnya nggak kemahalan. Di Situbondo banyak kok.

Buat biayanya, biasanya sehari saya hitung rata-rata Rp35.000-50.000. Biar lebih mudah, tinggal kalikan dengan satu musim tanam yakni 3-4 bulan. Hasilnya jadi Rp3.150.000-4.500.000.

Ini cuma estimasi aja. Biaya buat buruh ini nggak bakal dipake semua. Tapi paling nggak, sediain aja dulu segitu.

Pilih komoditas yang cocok di Situbondo

Nah, kalau buruhnya udah nemu, selanjutnya tinggal pilih komoditas yang mau ditanam. Kalau di Situbondo, umumnya komoditas yang dipilih itu kalau nggak jagung, padi, cabai, dan bawang. Ini yang paling banyak saya temukan.

Gimana nentuin komoditasnya? Pertimbangkan aja budget yang dimiliki. Biar lebih jelas, gini aja:

Jagung cocok buat yang punya budget Rp5-10 juta. Padi cocok untuk yang punya budget sama kek jagung. Cabe, cocok kalau punya budget Rp10-25 jutaan. Bawang, cocok untuk yang budgetnya di range Rp25-50 jutaan.

Oh iya, range budget ini nggak include dengan sewa lahan di Situbondo, ya. Soalnya biaya di atas ini untuk kebutuhan operasional mulai dari beli pupuk dan bayar buruh tani untuk mengelola lahan dari awal sampai panen.

Penggunaan pupuk

Kalau penggunaan pupuk, biasanya tiap komoditas itu berbeda-beda. Jika menanam padi dan jagung, mending pakai pupuk subsidi aja. Lebih murah meskipun kadang dapetnya sulit dan ngerusak tanah. Ya, mau nggak mau emang harus pakai pupuk kimia. Soalnya mau mbonek bertani organik juga percuma. Soalnya nggak jauh dari lahan yang kamu sewa, rata-rata masih pakai pupuk kimia, tanamanmu akan terpengaruh juga. Kata mahasiswa pertanian emang gitu, saya udah nanya soalnya.

Itu kalau padi dan jagung. Kalau milih cabai dan bawang? Jauh lebih baik untuk pakai pupuk non-subsidi. Harganya lebih mahal, tapi kalau bertaninya MaxWin, kembalinya berkali-kali lipat.

Belum tahu milihnya? Ya belajar, dong. Banyak kok petani di komoditas yang sama dan bakal share ilmunya. Kan di Situbondo juga banyak. Bisa belajar dari YouTube juga.

Cari pembeli sendiri

Ini dikit aja sih saran, mending cari pembeli sendiri. Di Situbondo itu banyak banget tengkulak untuk berbagai komoditas di atas, kadang ya nguntungin, tapi seringnya sih nggak.

Maka dari itu, saya saranin buat cari sendiri aja. Cara nyarinya tuh gampang. Coba sering-sering kumpul dengan petani di dekat lahan yang disewa. Bisa juga dengan datang ke tempat penggilingan padi dan jagung. Di sini biasanya nyebut tempat itu sebagai ‘selep’.

Nah, si pemilik ‘selep’ itulah yang bakal memborong komoditas pertanian milikmu yang udah panen.

Selamat mengadu nasib!

Yap, cuma itu aja yang perlu ‘dikantongin’ waktu mau bertani di Situbondo. Kalau total biayanya tentu bervariasi. Jika dihitung dengan sewa lahan, sekali tanam paling nggak kamu harus modal Rp6-50 jutaan.

Dengan range biaya ini, kamu udah bisa menanam komoditas pilihan dalam empat petak sawah dalam satu kali musim tanam. Kalau keuntungannya, beda-beda juga. Tergantung cara perawatan dan nasibmu.

Jika nasib baik ya bisa buat makan bahkan foya-foya, kalau nasibnya kurang baik ya bersyukur aja, paling nggak sudah mencoba. Semoga beruntung!

Penulis: Firdaus Al Faqi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Situbondo, Tempat Tinggal Terbaik dan Kota Sederhana yang Saking Sederhananya, Nggak Ada Apa-apa di Sini

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Oktober 2023 oleh

Tags: Petanisitubondotutorial
Firdaus Al Faqi

Firdaus Al Faqi

Sejak lahir belum pernah pacaran~

ArtikelTerkait

Sejarah dan Misteri Jurang Tangis, Saksi Bisu Pembantaian Paling Mengerikan di Indonesia

Sejarah dan Misteri Jurang Tangis, Saksi Bisu Pembantaian Paling Mengerikan di Indonesia

29 Oktober 2022
Pupuk Subsidi Makin Langka, Petani Makin Merana

Pupuk Subsidi Makin Langka, Petani Makin Merana

4 November 2022
Tidak Ada Hujan di Situbondo

Tidak Ada Hujan di Situbondo

29 Maret 2023
Kalau Pemerintah Sudah Buntu Meregenerasi Petani, Bikin Aja Reality Show-nya! terminal mojok.co

Kalau Pemerintah Sudah Buntu Meregenerasi Petani, Bikin Aja Reality Show-nya!

21 Desember 2020
Kopi Argopuro, Kopi Situbondo Primadona Pasar Internasional

Kopi Argopuro, Kopi Situbondo yang Jadi Primadona Pasar Internasional

24 Juni 2023
Misteri Gunung Raung dan Kisah Seram Kerajaan Macan Putih

Misteri Gunung Raung dan Kisah Seram Kerajaan Macan Putih

2 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bagi Orang Bengkel, Honda Beat Adalah Motor Paling Masuk Akal yang Pernah Mengaspal MOJOK.CO

Bagi Orang Bengkel, Honda Beat Adalah Motor Paling Masuk Akal yang Pernah Mengaspal

28 Januari 2026
6 Waktu dan Cara yang Tepat Membunyikan Klakson di Jogja, Sebuah Panduan untuk Pengendara Luar Mojok.co

6 Waktu dan Cara yang Tepat Membunyikan Klakson di Jogja, Sebuah Panduan untuk Pengendara Luar

26 Januari 2026
Ayam Geprek Sejajar dengan Gudeg Jogja Menjadi Kuliner Khas (Wikimedia Commons)

Mengapresiasi Ayam Geprek Sebagai Kuliner Khas Sejajar dengan Gudeg Jogja

26 Januari 2026
Kawali, Kecamatan Istimewa di Kabupaten Ciamis yang Jarang Dilirik. Hanya Dilewati Wisatawan yang Fokus ke Pangandaran

Kawali, Kecamatan Istimewa di Kabupaten Ciamis yang Jarang Dilirik. Hanya Dilewati Wisatawan yang Fokus ke Pangandaran

26 Januari 2026
Perlintasan Kereta Volvo Pasar Minggu Memakan Banyak Korban: Bukan Salah Setan!

Perlintasan Kereta Volvo Pasar Minggu Memakan Banyak Korban: Bukan Salah Setan!

27 Januari 2026
Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan Padahal Tarif Mahal, Bukan Bebas Hambatan Malah Jadi Terhambat

Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan padahal Tarif Mahal~

30 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Album “Pamitan” Megadeth Jadi Eulogi Manis dan Tetap Agresif, Meskipun Agak Cringe
  • Perempuan Surabaya Beramai-ramai Ceraikan Suami, karena Cinta Tak Lagi Cukup Membayar Tagihan Hidup
  • Salah Kaprah Soal Tinggal di Perumahan, Padahal Lebih Slow Living-Frugal Living Tanpa Dibebani Tetangga ketimbang di Desa
  • Sebagai “Alumni” KA Airlangga, Naik KA Taksaka Ibarat “Pengkhianatan Kelas” yang Sesekali Wajib Dicoba Untuk Kesehatan Mental dan Tulang Punggung 
  • Memfitnah Es Gabus Berbahaya adalah Bentuk Kenikmatan Kekuasaan yang Cabul
  • Waste to Energy (WtE): Senjata Baru Danantara Melawan Darurat Sampah di Perkotaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.