Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Kemungkinan Kenapa Banyuwangi Tidak Diajak Kerja Sama oleh Tiga Kabupaten Tetangganya

Hilmi Baskoro oleh Hilmi Baskoro
18 Oktober 2025
A A
4 Kemungkinan Kenapa Banyuwangi Tidak Diajak Kerja Sama oleh Tiga Kabupaten Tetangganya

4 Kemungkinan Kenapa Banyuwangi Tidak Diajak Kerja Sama oleh Tiga Kabupaten Tetangganya

Share on FacebookShare on Twitter

Kabupaten Banyuwangi mungkin sering merana bertetangga dengan Situbondo, Bondowoso, dan Jember. Pasalnya, baru-baru ini tiga kabupaten itu sepakat menandatangani kerja sama tentang “Penyelenggaraan Pemerintahan, Pembangunan, Kemasyarakatan, dan Pelayanan Publik Terintegrasi Berbasis Aglomerasi”.

Kerja sama itu katanya perluasan dari kerja sama Selingkar Ijen, agar tidak hanya mencakup bidang pariwisata belaka. Pada Agustus lalu, salah satu pemberitaan sempat menyebut Banyuwangi termasuk bersama ketiga kabupaten itu. Namun, Banyuwangi kemudian justru hilang, sesuai dengan beberapa pemberitaan setelahnya.

Sebenarnya, ditinggalkannya Banyuwangi tidak selaras dengan semangat aglomerasi, yang jadi fokus utama dalam kerja sama itu. Gotong royong regional sepantasnya melibatkan berbagai pihak secara menyeluruh. Apalagi Banyuwangi punya peran penting di kawasan ini. Baik sebagai pintu gerbang laut dan udara di ujung timur Jawa, maupun jaringan rantai pasok berbagai komoditas.

Ya, gimana lagi, emang nggak wajib sih ngajak Banyuwangi

Jika mengacu pada UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dan peraturan turunannya, yakni PP Nomor 28 Tahun 2018 tentang Kerja Sama Daerah, MoU ketiga kabupaten itu tampaknya masuk kategori kerja sama sukarela, bukan kerja sama wajib. Jadi memang tidak masalah Banyuwangi ditinggalkan.

Melalui beberapa pemberitaan sebulan belakangan, Sekretaris Daerah Bondowoso telah mengklarifikasi bahwa Bondowoso, sebagai inisiator kerja sama ini, tetap berkomunikasi intensif dengan Banyuwangi. Dia juga mengakui kerja sama ini hanya sebagai permulaan. Tujuannya justru untuk mengejar ketertinggalan yang sudah jauh dari Banyuwangi.

Namun, kurang rasanya jika tidak mengira-ngira alasan lainnya mengapa Banyuwangi nggak join circle ini. Mari kita main tebak-tebakan saja.

“Luka” lama Tiga Serangkai kepada Banyuwangi

Sebenarnya saya mumet ngebahas “konflik-konflik” tiga kabupaten itu dengan Banyuwangi. Tapi ayo nyoba bersabar. Pertama, tentu saja yang paling terkenal dan alot: sengketa kawasan Ijen antara Bondowoso dan Banyuwangi. Untungnya, selain sudah klir berkat putusan di pengadilan, proyek geopark menyatukan kembali keduanya demi visi pengakuan UNESCO, dan yang paling penting, pelestarian alam yang berkelanjutan.

Kedua soal Baluran. Beberapa bulan lalu, Bupati Situbondo menengarai, selama ini persona Taman Nasional Baluran identik dengan Banyuwangi, padahal terletak di wilayah Situbondo. Meskipun Pemkab Banyuwangi tidak menanggapi secara resmi pernyataan itu, netizen di media sosial otomatis nyerocos. “Salah sendiri enggak dipromosiin dengan baik,” kata salah satu dari mereka.

Baca Juga:

Sisi Gelap Jalan Pantura Situbondo: Gelap, Banjir, dan Jalan Berlubang Bikin Jalan Ini Begitu Gawat!

Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

Ketiga, persaingan Bandara Notohadinegoro dan Bandara Banyuwangi. Lagi-lagi kepala daerah pelakunya. Bupati Jember menyebut tiket pesawat Jember-Jakarta (PP) lebih murah dibanding bandara sekitar. Tanpa nyebut namanya, netizen juga sudah tahu kalau yang dimaksud adalah Bandara Banyuwangi. Sialnya, Bupati Jember mengiyakan bahwa jika ingin dapat sorotan, kadang menyenggol tetangga itu perlu.

Bisa saja, riwayat konflik-konflik itu masih meninggalkan rivalitas yang kuat antara ketiga kabupaten itu dengan Banyuwangi. Mereka hanya mencoba memberi “pelajaran”  kepada Banyuwangi. Siapa yang tahu, kan.

Perbatasan yang menantang

“Kulon gunung, wetan segoro/lor lan kidul alas angker”, ucap sepetik lirik lagu “Umbul-umbul Blambangan”. Lirik itu menggambarkan perbatasan-perbatasan Banyuwangi.

Dan itu nyata. Di antara Banyuwangi dan Bondowoso, terhampar kawasan bekas letusan Gunung Ijen Purba yang menjulang tinggi lagi membentang luas. Situbondo-Banyuwangi dipisahkan jalur darat puluhan kilometer yang berkelok-kelok tajam di belantara hutan Baluran. Sementara dengan Jember, ada jalur pegunungan Gumitir yang selama ini banyak makan korban kecelakaan kendaraan.

Alhasil, Banyuwangi rada sulit diakses pakai jalur darat oleh ketiganya. Dari Jember bisa saja pakai kereta api, tapi untuk kerja sama seperti ini, jalur darat tetap lebih baik. Dari Situbondo sebenarnya bisa lewat laut, tapi itu jauh lebih ribet daripada menembus Baluran. Dan tidak ada konektivitas melalui udara di empat kabupaten ini. Masalah perbatasan ini memang berpotensi menghambat jalannya kerja sama.

Positif thinking, mungkin karena beda tujuan

Sekali lagi, mungkin, poin-poin yang disepakati oleh ketiga kabupaten itu tidak selaras dengan program yang sudah, sedang, atau akan Banyuwangi jalankan. Sebab setiap kabupaten punya tujuan masing-masing. Perbedaan pendapat atau gagalnya negosiasi bisa saja terjadi. Sehingga Banyuwangi menolak ajakan mereka (kalau memang ketiganya sempat ngajak sih).

Namun, melihat program-program dalam kerja sama itu, semuanya tampak bagus dan sangat bisa berpotensi menguntungkan bagi siapa pun yang gabung kerja sama. Tapi, ya balik lagi, tetap butuh persetujuan tanpa paksaan.

Banyuwangi Terlalu Lambat (?) 

Ada fakta menarik. Sebenarnya, pada 2021 lalu, sewaktu menghadiri serah terima jabatan kepala daerah di Banyuwangi, Gubernur Jawa Timur Khofifah bilang, Banyuwangi harus segera memulai kerja sama Selingkar Ijen. Landasannya adalah Perpres Nomor 80 Tahun 2019 Tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan, Kawasan Bromo-Tengger-Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan. Selingkar Ijen didapuk menjadi pendukung empat kawasan itu.

Tapi, Bumi Blambangan tak kunjung meneken kerja sama layaknya MoU yang sekarang. Mungkin saja ketiga kabupaten itu sudah greget karena tidak segera mulai. Makanya memulai tanpa ngajak-ngajak.

Eks Keresidenan Besuki bisa jadi branding bersama

Empat kabupaten ini dulu pernah tergabung dalam Keresidenan Besuki. Karena keresidenan sudah dihapus, sekarang perlu menambah kata “eks” untuk menyebutnya. Namun, semangat keresidenan tampaknya tidak bisa hilang begitu saja. Buktinya Bupati Bondowoso sadar bahwa kabupaten di kawasan ini perlu bersatu, sehingga menginisiasi aglomerasi.

Semua masalah pasti ada solusinya. Meskipun ada kompleksitas hubungan antarempat kabupaten itu, semua bisa dibicarakan lagi. Kalaupun ini masalah konektivitas, tol Probowangi dan Jalur Lintas Selatan bisa menjadi solusinya. Begitu juga dengan branding bersama Eks Keresidenan Besuki sebagai potensi ekonomi besar di wilayah ujung timur Jawa sebagai penyangga Bali.

Penulis: Hilmi Baskoro
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Gunung Ijen Sebaiknya Masuk Daerah Kabupaten Bondowoso ketimbang Kabupaten Banyuwangi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Oktober 2025 oleh

Tags: Banyuwangibondowosojemberkerja samasitubondo
Hilmi Baskoro

Hilmi Baskoro

Manusia yang sering beli buku tapi nggak langsung dibaca.

ArtikelTerkait

Pantai Papuma Memang Indah, tapi Orang Jember Malas Berwisata ke Sana Mojok.co

Jatuh Cinta Berkali-kali pada Jember, meski Sensasi Hidup di Kota Ini Begitu Nano-nano

8 Desember 2024
3 Kafe di Situbondo yang Cocok buat Buka Laptop Berjam-jam, Freelancer Merapat!

3 Kafe di Situbondo yang Cocok buat Buka Laptop Berjam-jam, Freelancer Merapat!

3 Oktober 2023
5 Rekomendasi Tempat Berburu Takjil di Banyuwangi, Kulinernya Dijamin Endes!

Plis Banget, Banyuwangi Bukan Kota Santet dan Nggak Perlu Nanya Hal Itu, kayak Nggak Ada Bahasan yang Lain Aja!

16 Juli 2023
Cuan Investasi Tanah di Bondowoso Lebih Menggiurkan Dibanding Investasi Emas Mojok.co

Cuan Investasi Tanah di Bondowoso Lebih Menggiurkan Dibanding Emas

21 Mei 2025
Wedang Cor, Seduhan Tapai Pelengkap Nongkimu di Jember terminal mojok

Wedang Cor, Seduhan Tapai Pelengkap Nongkimu di Jember

10 Oktober 2021
Nyatanya, Beralih dari Kendaraan Konvensional ke Kendaraan Listrik Tak Semudah Itu mobil listrik jember

Kalian Orang Jember dan Tertarik Beli Mobil Listrik? Sebaiknya Jangan Gegabah, Tahan Dulu Keinginan Anda

7 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co

Warga Depok Habiskan Hampir 2 Juta Rupiah per Bulan Cuma buat Kerja di Kawasan Senayan, Dedikasinya Tinggi!

16 April 2026
5 Makanan Khas Semarang yang Nikmat tapi Tersembunyi (Wikimedia Commons)

5 Makanan Khas Semarang yang Nikmat tapi Tersembunyi, Wajib Kamu Coba Saat Berwisata Supaya Lebih Mengenal Sejarah Panjang Kuliner Nikmat Ini

21 April 2026
Warga Bantul Iri, Pengin Tinggal Dekat Mandala Krida Jogja (Wikimedia Commons)

Saya Mengaku Iri kepada Mereka yang Tinggal di Dekat Stadion Kridosono dan Stadion Mandala Krida Jogja

16 April 2026
Motor Bagus Sebanyak Itu di Pasaran dan Kalian Masih Memilih Beli Motor Honda BeAT? Ya Tuhan, Seleramu lho yamaha mio m3

Setia Bersama Honda Beat Biru 2013: Motor yang Dibeli Mertua dan Masih Nyaman Sampai Sekarang, Motor Lain Mana Bisa?

17 April 2026
Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

21 April 2026
Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak Mojok.co

Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak

17 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • WNA Malaysia Pilih Lanjut S2 di UNJ, Penasaran Ingin Kuliah di PTN karena Dosen Indonesia yang “Unik”
  • Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga
  • Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!
  • Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran
  • Lulusan SMK Kerja di SPBU Diremehkan, Malah Jadi Tempat Ngutang buat Kuliah Anak Saudara karena Dikira Punya Segepok Uang
  • Supra Fit: Motor Honda yang Nggak Bisa Saya Banggakan Bahkan Sempat Bikin Kecewa, tapi Justru Paling Berjasa Sampai Sekarang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.