Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

50 Kosakata yang Sering Digunakan Suku Osing Banyuwangi dalam Percakapan Sehari-hari

Fareh Hariyanto oleh Fareh Hariyanto
27 Maret 2022
A A
50 Kosakata yang Sering Digunakan Suku Osing Banyuwangi dalam Percakapan Sehari-hari Terminal Mojok

50 Kosakata yang Sering Digunakan Suku Osing Banyuwangi dalam Percakapan Sehari-hari (Muhammad Solikin/Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Suku Jawa bukanlah satu-satunya suku yang mendiami Pulau Jawa. Sunda, Baduy, Betawi, dan Osing adalah beberapa suku lain yang juga berasal dari pulau ini. Osing merupakan sub-suku Jawa yang berasal dari Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Suku Osing menjadi salah satu suku besar di Banyuwangi selain Jawa dan Madura yang juga mendominasi.

Melansir dari jurnal berjudul Kajian Bahasa Osing dalam Modernitas karya Andhika Wahyudiono, Osing berasal dari kata using yang dalam bahasa Bali berarti tidak. Keberadaan Suku Osing di Banyuwangi tak bisa lepas dari Kerajaan Blambangan dan peristiwa Puputan Bayu di Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Salah satu daerah di Banyuwangi yang ditempati oleh Suku Osing adalah Desa Kemiren, Kecamatan Licin, Banyuwangi.

Sebagai perantau yang tinggal di Banyuwangi, tentu ada beberapa kosakata baru yang biasa digunakan Suku Osing dalam percakapan sehari-hari dan terdengar asing di telinga pendatang seperti saya. Berikut beberapa daftar kosakata yang biasa digunakan dan bisa dipelajari jika Anda berkesempatan mengunjungi Bumi Blambangan.

#1 Ampet/juwut

Ampet atau juwut berarti ambil.

#2 Siro

Memiliki arti Anda.

#3 Raino bengi anane sun mung ngangen

Memiliki arti setiap malam saya hanya bisa berharap.

#4 Antem

Memiliki arti hajar. Ini merupakan kata kerja dalam bahasa Osing.

#5 Byapak

Memiliki arti bapak. Merupakan kalimat sapaan untuk bapak.

Baca Juga:

Alasan Kenapa Saya Tidak Betah Tinggal di Demak

Magetan dan Magelang: Dua Kota Beda Provinsi yang Sering Bikin Lidah Terpeleset dan Dompet Tersesat

#6 Belog

Memiliki arti bodoh sekali. Biasa digunakan untuk mengungkapkan kebodohan seseorang.

Rumah tradisional Suku Osing Banyuwangi (Shutterstock.com)

#7 Byaen

Memiliki arti saja, untuk mengungkapkan suasana atau sifat yang acuh akan sesuatu.

#8 Byek!

Memilih arti wah! Merupakan ungkapan untuk keheranan akan sesuatu.

#9 Delengen tah

Memiliki arti lihatlah. Biasa digunakan untuk menyuruh seseorang melihat sesuatu.

#10 Digu beloko moring yah

Memiliki arti “begitu saja marah”. Biasa digunakan untuk menggoda atau meledek seseorang.

#11 Dyamar

Memiliki arti lampu. Sedangkan untuk lampu lentera dalam bahasa Osing disebut “dyamar telempek”.

#12 Eman

Artinya sayang. Biasanya digunakan untuk menyatakan perasaan sia-sia jika dibuang misalnya.

#13 Emong

Memiliki arti tidak mau atau menolak sesuatu.

#14 Endane?

Memiliki arti masa? Biasa digunakan untuk ekspresi kaget.

#15 Garu

Artinya sisir rambut.

#16 Gathak

Gathak berarti sombong, atau bisa juga disebut dengan anggak.

#17 Gemerosak

Artinya suara yang mengagetkan.

#18 Genten

Memiliki arti ganti. Untuk menyatakan gantian biasanya memakai kata gentenan.

#19 Gulakane

Berarti nanti malah. Kata ini untuk menyatakan keraguan atau perasaan was-was.

#20 Juglangan

Artinya lubang yang besar. Sedangkan untuk lubang yang kecil adalah jelowokan.

#21 Jumbleng

Artinya gelap. Merupakan kondisi di mana ruangan dalam kondisi yang gelap gulita.

#22 Kacangan

Biasa digunakan untuk menyebut penakut.

#23 Kang ilik

Artinya kakak.

#24 Kerahang

Artinya rakus atau tamak.

Salah satu tempat wisata di Banyuwangi, Pantai Pulau Merah (Shutterstock.com)

#25 Lucau

Berarti lucu.

#26 Masio

Artinya walau.

#27 Mbok

Sapaan untuk perempuan yang lebih tua atau kakak perempuan.

#28 Mengan

Artinya main.

#29 Mijo

Artinya meja.

#30 Mlencung

Kata kerja dalam bahasa Osing yang berarti lompat.

#31 Muko/mauko

Berarti tadi. Digunakan untuk mengungkapkan keterangan waktu yang baru saja terjadi.

#32 Ndol

Berarti menggelikan atau memuakkan. Digunakan untuk mengeskpresikan suasana yang geli dan jijik pada sesuatu.

#33 Ondok

Memiliki arti tangga.

#34 Papak

Artinya tumpul. Untuk menyebut benda yang tidak tajam.

#35 Penging

Memiliki arti jangan. Biasa digunakan untuk melarang agar tidak melakukan sesuatu.

#36 Tambeng

Berarti nakal. Digunakan untuk menyebut seseorang yang nakal atau memiliki sifat nakal.

#37 Tending

Artinya tanduk.

#38 Using tah?

Berarti masa iya? Biasa digunakan untuk mengekspresikan kekagetan.

#39 Wadon

Memiliki arti wanita.

#40 Welas

Memiliki arti cinta atau sayang.

Kawah Ijen (Unsplash.com)

#41 Wero/werok

Memiliki arti luas.

#42 Gedigi

Memiliki arti begini.

#43 Sing nduwe isin

Artinya tidak punya malu.

#44 Kelendi

Artinya bagaimana.

#45 Apuwo

Artinya kenapa.

#46 Ojo

Artinya jangan.

#47 Sing tau

Artinya tidak pernah.

#48 Sepuro

Artinya meminta maaf.

#49 Weruh dewek

Memiliki arti tahu sendiri.

#50 Dienggo paran?

Memiliki arti dibuat apa?

Demikianlah 50 kosakata yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari Suku Osing. Tentu masih banyak lagi kosakata lainnya yang bisa kalian dengarkan saat main ke Banyuwangi. Ayo, agendakan berkunjung ke Banyuwangi. Panorama Ijen dan Kampung Kemiren serta keramahan warga aslinya akan Anda jumpai di sini.

Penulis: Fareh Hariyanto
Editor: Intan Ekapratiwi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 Maret 2022 oleh

Tags: Banyuwangijawa timurkamus terminalkosakatasuku osing
Fareh Hariyanto

Fareh Hariyanto

Perantauan Tinggal di Banyuwangi

ArtikelTerkait

Saya Hanya Bilang Manukan sebagai Daerah Ternyaman di Surabaya, Bukan Sempurna

Saya Hanya Bilang Manukan sebagai Daerah Ternyaman di Surabaya, Bukan Sempurna

17 April 2023
Kecamatan Jambangan, Kecamatan Paling Sukses di Surabaya (Unsplash)

Enaknya Tinggal di Jambangan, Kecamatan Paling Sukses di Surabaya

26 Desember 2023
Sudah Saatnya Jember Punya Jalan Tol, agar Kabupaten Ini Nggak Semakin Tertinggal

Sudah Saatnya Jember Punya Jalan Tol, agar Kabupaten Ini Nggak Semakin Tertinggal

19 Juli 2024
Surabaya, Tempat Tinggal Terbaik di Indonesia Hingga Kini (Unslash)

Setelah Berkeliling Indonesia dan Tinggal di Kota-Kota Besarnya, Saya Bersyukur Pernah Tinggal di Surabaya

14 Maret 2024
Kalau Mau Menua dengan Tenang Jangan Nekat ke Malang, Menetaplah di Pasuruan!

Kalau Mau Menua dengan Tenang Jangan Nekat ke Malang, Menetaplah di Pasuruan!

15 Desember 2025
Jember dan Banyuwangi Patah Hati 21 Tahun karena Pemerintah (Unsplash)

Jalur Selatan Jember: Mega Proyek JLS Mangkrak 21 Tahun yang Memupus Impian Indah Bersama Banyuwangi

18 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Rahasia yang Perlu Diketahui sebelum Membuka Warung Madura, Eksklusif dari Juragannya Langsung usaha warung

Punya Usaha Warung di Desa Harus Siap dengan Risiko Banyak Orang Ngutang yang Entah Kapan Dibayarnya

9 Juni 2026
Lampung Bukan Tempat Merantau untuk Orang Lemah

Lampung Itu Nama Provinsi, Bukan Nama Kota. Pas SD Pernah Belajar IPS Nggak sih?

8 Juni 2026
Selempang Cum Laude untuk Wisuda: Penting, tapi Tidak Sepenting Itu biaya wisuda, malang, kampus di malang

Dulu Wisuda Milik Sarjana, Kini Dirayakan di Setiap Jenjang, dan Itu Tak Masalah, tapi Ada yang Lebih Penting

8 Juni 2026
Prinsip Dasar Pelayanan di Kantor Desa: Kalau Bisa Lama, Kenapa Harus Cepat?

Prinsip Dasar Pelayanan di Kantor Desa: Kalau Bisa Lama, Kenapa Harus Cepat?

11 Juni 2026
Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan  Terminal

Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan 

8 Juni 2026
4 Cara Menikmati Wisata Semarang Secara Gratis (Unsplash)

Panduan Wisata Gratis di Semarang: 4 Cara Menikmati Kota Atlas Tanpa Perlu Pusing Mikir Tagihan

8 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.