Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

Ferika Sandra oleh Ferika Sandra
2 Februari 2026
A A
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Mal Tunjungan Plaza (TP) jadi daya tarik tersendiri bagi orang Surabaya maupun pendatang. Bagaimana tidak, mal terbesar kedua di Indonesia ini dibangun tepat di jantung kota Surabaya. Enam bangunan utama megah yang saling terhubung membuat mal ini sulit diabaikan keberadaannya. 

Sekalipun kalian bukan penggemar mal, pasti ada saja kepentingan atau urusan yang membuat kalian mau tidak mau harus ke Tunjungan Plaza Surabaya. Saya misalnya, saya bukan penggemar mal, tapi berkali-kali menginjakkan kaki di Tunjungan Plaza karena berbagai alasan. Dan, tiap kunjungan meninggalkan kesan yang sama, bingung dan tersesat. Enam bangunan yang saling terhubung itu memang mirip labirin yang siap menyesatkan siapa saja yang masuk ke dalamnya. 

Muter-muter di Tunjungan Plaza Surabaya demi janjian

Saat pertama kali mengunjungi Tunjungan Plaza Surabaya, saya muter-muter dari TP 1 hingga TP 6 demi menemukan titik janjian dengan teman. Pada saat itu pengetahuan soal mal ini benar-benar nol besar. Bahkan, ketika ditanya soal pintu masuk oleh driver ojek online, saya cuma bisa terdiam tidak paham. Tunjungan Plaza Surabaya punya terlalu banyak pintu, terlalu banyak lobby, dan terlalu sedikit kepastian.

Saya datang dengan persiapan lebih matang di kunjungan ke-2. Saya buka Google lalu mencari tenant merek tertentu yang ada di TP, di sana sudah tertera alamat lengkapnya. Dengan penuh percaya diri menuju TP. Sesampainya di sana, saya dihantam kenyataan pahit, tenant yang saya tuju sudah pindah. Hari sial tidak mengenal tanggal memang.

Nah, kunjungan ke-3 akan terjadi saat Big Bad Wolf Books (BBW) yang digelar di TP 3 pada 3–8 Februari 2026 mendatang. Mau tidak mau, saya harus kembali masuk ke mal labirin ini. Semoga di kunjungan itu saya tidak menyasar lagi ya. 

Satpam adalah penyelamat, tapi keberadaannya sulit ditemukan

Beberapa kali menginjakkan kaki di Tunjungan Plaza Surabaya, saya menyadari satu hal. Satpam di TP itu unik. Ketika tidak dibutuhkan mereka ada, tapi ketika saya butuh bertanya atau tersesat, keberadaannya sulit ditemukan. Mungkin karena gedungnya terlalu luas ya, satpam atau petugas lain jadi terasa sulit ditemukan. 

Saya bahkan sempat mengamati pola gerak satpam Tunjungan Plaza. Siapa tahu ada strategi tertentu seperti shift rahasia, titik teleportasi, atau sistem spawn acak seperti di game. Tapi, hasilnya nihil. Tidak ada satpam yang benar-benar standby di titik paling krusial, entah dekat eskalator dan pertemuan antargedung Tunjungan Plaza. Akibatnya, pengunjung yang butuh bantuan justru berjalan lurus penuh keyakinan dan tahu-tahu sudah nyasar jauh. 

Pengelola Tunjungan Plaza kasihanilah orang-orang seperti saya

Saya yakin orang macam saya yang selalu tersesat di Tunjungan Plaza itu banyak sekali. Jadi, tolonglah pengelola mal kasihani kami. Sebab, sebagai tempat yang ikonik di Surabaya, pasti ada saja alasan atau kesempatan yang mau tidak mau membuat saya harus ke sana. Entah butuh barang tertentu, acara, atau bertemu kawan. Secerdik apapun menghindari TP, pasti ada saja alasan untuk ke sana.

Baca Juga:

Surabaya Barat: kota dalam kota yang bikin warga aslinya jadi tamu

Pucang Surabaya, kawasan di kota pahlawan yang tak pernah kenal tidur

Jadi, sebagai orang yang kerap nyasar, saya ada sedikit usul nih. Pertama, soal visibilitas. Kostum satpam Tunjungan Plaza terlalu nyaru. Warna hitam atau coklat gelap di tengah lautan pengunjung berpakaian netral itu sama saja seperti main petak umpet. Tolong, pakai rompi cerah kek. Kuning, orange, atau apa pun yang bisa langsung tertangkap mata. Demi apapun, mata saya capek nyari satu-satu. Astaga.

Kedua, soal pusat informasi. Saat ini pusat informasi hanya ada di lantai Upper Ground (UG). Ini jelas petaka bagi pengunjung pemula. Orang yang sudah tersasar biasanya juga sedang lelah, panik, dan ingin cepat keluar. Menyuruh mereka turun ke UG dulu hanya untuk bertanya arah itu kejam. Akan jauh lebih manusiawi jika pusat informasi juga ditempatkan di lantai tengah, atau minimal di beberapa titik strategis.

Ketiga, soal peta. Tunjungan Plaza butuh peta yang benar-benar ramah manusia. Denah yang bisa dibawa, atau peta digital interaktif yang mudah dibaca, bukan yang bikin dahi mengernyit. Jujur saja, denah digital di situs resmi Tunjungan Plaza belum cukup membantu orang awam seperti saya. Terlalu teknis, kurang intuitif, dan tidak ramah bagi pengunjung yang datang dengan niat sederhana tidak ingin tersesat di mal.

Intinya …

Tunjungan Plaza itu megah, ramai, dan hidup. dan justru karena itu, ia butuh sistem navigasi yang lebih berpihak pada manusia biasa. Bukan semua pengunjung adalah warga Surabaya sejati. Ada yang datang dari luar kota, ada yang baru pertama kali, ada pula yang datang dengan kondisi lelah dan kepala penuh.

Jadi, untuk pengelola Tunjungan Plaza, ini adalah surat cinta dari pengunjung yang terlalu sering nyasar. Tolong bantu kami menemukan arah dan satpam tanpa harus merasa seperti sedang ikut escape room gratis di tengah mal ya. 

Penulis: Ferika Sandra
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Hal-hal yang Harus Diketahui Calon Perantau sebelum Pindah ke Surabaya agar Tidak Terjebak Ekspektasi.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Februari 2026 oleh

Tags: mal surabayaMal Tunjungan PlazaSurabayaTPTunjungan PlazaTunjungan Plaza Surabaya
Ferika Sandra

Ferika Sandra

Seorang pustakawan dari Kota Malang yang mencoba menulis untuk menertibkan pikiran. Gemar dengan isu-isu literasi dan kebudayaan.

ArtikelTerkait

Karang Taruna Bangkalan, Bikin Ketuanya Merasa Gagal (Unsplash)

Karang Taruna, Satu-satunya Organisasi di Bangkalan yang Bikin Ketuanya Merasa Gagal Jadi Pemimpin

13 Februari 2024
Jalan Panggung, Sisi Lain Surabaya yang Tidak Pernah Saya Duga Mojok.co

Jalan Panggung, Sisi Lain Surabaya yang Tidak Pernah Saya Duga

9 Desember 2025
Sidoarjo dan Surabaya Isinya Salah Paham, Bikin Kecewa Saja (Unsplash)

Kebohongan Surabaya yang Bikin Sidoarjo Kelihatan Terbelakang Padahal Lebih Lengkap Sebagai Sebuah Daerah

21 Januari 2026
Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

29 April 2026
Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co Surabaya

Malang Memang Sekarang Panas, tapi Tetap Lebih Nyaman daripada Merantau di Surabaya 

8 Juli 2026
Kos di Surabaya Begitu Mahal, untuk Dapat Kamar Mandi Dalam Minimal Harus Keluar 1 Juta Rupiah

Kos di Surabaya Begitu Mahal, untuk Dapat Kamar Mandi Dalam Minimal Harus Keluar 1 Juta Rupiah

19 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman transit di Changi Airport Singapura jadi tak terlupa karena bisa ikut tur gratis hingga dikira TKI Mojok.co

Pengalaman transit di Changi Airport Singapura jadi tak terlupa karena bisa ikut tur gratis hingga dikira TKI 

13 Juli 2026
Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng Mojok.co

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

16 Juli 2026
Terminal Bungurasih Momok bagi Pengguna Jalan Raya Waru Sidoarjo, Macet Ora Umum! Mojok terminal bungurasih surabaya

Waru Sidoarjo, kecamatan penuh keistimewaan dan kemudahan, paling top di Sidoarjo!

17 Juli 2026
Berhentilah Percaya Stigma Buruk Jalur Pantura Subang, Kawasan Ini Bukan Cuma soal Warung Remang-remang

Berhentilah percaya stigma buruk jalur pantura Subang, kawasan ini bukan cuma soal warung remang-remang

13 Juli 2026
Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak Mojok.co

Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak

17 Juli 2026
Stadion Gajayana Malang tempat potensial yang bernasib sial Mojok.co

Stadion Gajayana Malang tempat potensial yang bernasib sial

13 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.