Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tradisi Ater-ater di Momen Ramadan yang Menguntungkan Sekaligus Merugikan. #TakjilanTerminal18

Mohammad Maulana Iqbal oleh Mohammad Maulana Iqbal
21 April 2021
A A
Tradisi Ater-ater di Momen Ramadan yang Menguntungkan Sekaligus Merugikan. #TakjilanTerminal18
Share on FacebookShare on Twitter

Mungkin tulisan ini sedikit kontroversial, menyinggung beberapa pihak dan mungkin beberapa pembaca akan sedikit kurang terima mengenai pendapat saya tentang suatu tradisi tertentu, yakni tradisi ater-ater. Namun, itu hak setiap orang untuk tidak sepakat atau sepakat dengan apa yang akan saya utarakan ini. Dan, tentu saja hak saya juga untuk berpendapat mengenai suatu tradisi yang mungkin sedikit mengganjal bagi saya.

Jadi, jangan kaget, ya.

ADVERTISEMENT

Sebelum lebih jauh membahasnya, saya akan memberi tahu sedikit mengenai apa itu ater-ater. Tradisi ater-ater menjadi tradisi beberapa masyarakat Jawa, salah satunya di daerah saya di Gresik bagian pinggiran. Ater-ater merupakan tradisi mengantarkan sekaligus memberi makanan atau sembako kepada sanak keluarga maupun tetangga yang dilakukan di momen Ramadan.

Ater-ater sendiri di daerah saya biasanya diberikan kepada tetangga dan sanak keluarga yang masih memiliki orang tua yang telah berumur lanjut. Untuk waktunya sendiri biasanya dilakukan sebelum atau di awal bulan Ramadan.

Tradisi ater-ater ini tentu saja sangat menguntungkan bagi pihak yang menerima. Siapa sih yang nggak untung ketika mendapatkan suatu pemberian? Terlebih, tradisi ater-ater ini juga dapat meningkatkan kualitas kedekatan sekaligus silaturahmi antar keluarga dan tetangga, dapat saling berbagi, dapat menumbuhkan jiwa sosial setiap manusia, dan masih banyak lagi keuntungan lainnya.

Itu masih keuntungannya, ya.

Namun, percayalah bahwa ater-ater ini merupakan sebuah tradisi atau budaya yang ada di masyarakat. Sedangkan tradisi itu sendiri memiliki sifat yang mengikat para pelakunya, yakni masyarakat itu sendiri. Layaknya sebuah hukum yang harus dipatuhi. Jika enggan mematuhi, maka bersiaplah dengan berbagai sanksi yang menghantui, hihihi.

Nah, oleh karena itu juga, bagi mereka yang mempunyai materi ataupun tidak, tetap harus melakoni tradisi ater-ater ini, walaupun dengan jumlah yang sedikit. Jika tidak mau melakukan, maka konsekuensinya akan mendapatkan sanksi sosial seperti gunjingan, cemoohan, cibiran, maupun cangkem elek dari masyarakat. Entah itu datang dari keluarga sendiri maupun tetangga. Tentunya kalian tahu, kan, gimana pedesnya cangkem elek para tetangga itu?

Baca Juga:

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli

Kasihan nggak, sih? Kalau orangnya memang nggak mampu gimana? Masa iya harus dipaksa melakoni tradisi ater-ater ini? Tapi, kalau nggak melakoni, nanti malah dirasani sekampung raya. Angel wes, angel, angel temen tuturanmu, angel temen tuturanmu~

Oh iya, asal kalian tahu juga bahwa tradisi ater-ater ini bersifat timbal balik. Kalau dalam bahasa ilmiahnya layaknya di kampus-kampus itu, berarti tradisi ater-ater ini bersifat “resiprositas”.

ADVERTISEMENT

Maknanya bahwa mereka, para pihak penerima yang menerima ater-ater, juga harus sekaligus menjadi pihak pemberi yang memberi sesuatu kepada pihak pemberi awal. Wujud pemberiannya sendiri bebas, nggak harus sembako atau makanan juga, kok. Terkadang beberapa masyarakat ada yang membalas pemberian dengan memberi uang.

Lah, berarti sama saja, dong? Memberi tapi malah diberi.

Ya, memang begitu prinsip resiprositas berlaku, alias timbal balik.

Namun, ada fakta tragis pula di sisi lain mengenai hukum timbal balik dalam saling memberi ini. Kalau memiliki kemampuan untuk membalas pemberian, mungkin nggak jadi masalah.

Nah, yang bermasalah adalah ketika pihak penerima ini nggak memiliki kemampuan untuk membalas pemberian yang diterimanya. Apalagi kalau si pemberinya nggak woro-woro dulu ketika ater-ater, ujug-ujug langsung memberi begitu saja. Lah, apa nggak syok pihak penerimanya? Pasalnya, harus cari sesuatu yang akan diberikan sebagai balasan kepada pihak pemberi awal. Iya, kalau ada, lah kalau nggak ada?

Inilah yang dikatakan Mancel Mauss, seorang sosiolog sekaligus antropolog, bahwa resiprositas itu dapat menjadi beban tersendiri bagi mereka yang melakoninya. Niatnya memang baik, sih, hanya saja ketika menjadi budaya atau tradisi, maka itu akan menciptakan kekangan tersendiri bagi masyarakat.

Memang nggak apa-apa ketika nggak membalas pemberian seseorang dalam tradisi ater-ater, dan itu hak setiap orang. Tapi ya gitu, siap-siap saja kupingnya panas menerima cangkem-cangkem elek para tetangga dan keluarga.

*Takjilan Terminal adalah segmen khusus yang mengulas serba-serbi Ramadan dan dibagikan dalam edisi khusus bulan Ramadan 2021.

ADVERTISEMENT

BACA JUGA Buku Agenda Ramadan, Membuat Saya Pernah Dikatain Kafir. #TakjilanTerminal10 dan tulisan Mohammad Maulana Iqbal lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 22 April 2021 oleh

Tags: ater-aterBudayabulan ramadanmasyarakat jawaTakjilan Terminaltradisi
Mohammad Maulana Iqbal

Mohammad Maulana Iqbal

Lulusan Magister Sosiologi yang doyan ngulik isu konflik, identitas dan dinamika sosial. Selain menjadi kapitalis toko fotocopy, sehari-hari juga disibukkan dengan kegiatan membaca, menulis dan riset. Sedang berkeringat melahirkan komunitas riset.

ArtikelTerkait

mukena adalah budaya indonesia bukan islam mojok

Mukena Adalah Budaya Indonesia, Bukan Syariat Islam

11 Januari 2021
puasa beduk belajar puasa setengah hari mojok

Puasa Beduk, Cara Efektif Mengajari Puasa untuk Pemula. #TakjilanTerminal11

18 April 2021
Serial Omar Adalah Teman Sahur Terbaik! #TakjilanTerminal09

Dibanding Acara Komedi Joget-joget, Serial ‘Omar’ Adalah Teman Sahur Terbaik! #TakjilanTerminal09

17 April 2021
Kegiatan Upin Ipin dan Anak-anak Kampung Durian Runtuh Selama Bulan Ramadan Mojok.co

Kegiatan Upin Ipin dan Anak-anak Kampung Durian Runtuh Selama Ramadan

9 Maret 2025
Penyebutan Perempuan dalam Masyarakat Jawa dan Makna Filosofis di Baliknya

Penyebutan Perempuan dalam Masyarakat Jawa dan Makna Filosofis di Baliknya

27 April 2020
4 Elemen Penting dalam Memilih Snack untuk Sajian Hajatan. Butuh Trik Khusus terminal mojok.co

4 Elemen Penting dalam Memilih Snack untuk Sajian Hajatan. Butuh Trik Khusus

25 November 2020
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

iPhone HP bapak-bapak? Bapak-bapak nggak mampu beli iPhone! (Unsplash)

Kok bisa iPhone disebut hp bapak-bapak? Padahal banyak bapak-bapak yang nggak mampu beli iPhone

21 Agustus 2026
Gara-gara industri, matcha kini jadi overrated (Unsplash)

Matcha layak dicintai, hanya saja industri membuatnya jadi overrated

23 Agustus 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Keresahan dosen UIN saat melihat mahasiswanya sendiri memvonis kampusnya “tidak Islam-Islam amat”

27 Agustus 2026
Seminar perencanaan keuangan nggak guna selama nggak punya duitnya Mojok.co

Seminar perencanaan keuangan nggak guna selama nggak punya duitnya

24 Agustus 2026
Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah miskin, saya begitu benci dengan keadaan itu, dan tak pernah ingin jadi miskin lagi

23 Agustus 2026
Ngeri! Rekening Bank Mandiri bisa diblokir atas permintaan aparat (Unsplash)

Rekening Bank Mandiri hilang sekali klik sukses melahirkan rasa takut karena pemblokiran tanpa proses hukum bisa menimpa siapa saja

24 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.