Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Jadi Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya

Intan Permata Putri oleh Intan Permata Putri
23 Februari 2026
A A
Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya Mojok.co

Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Toyota Fortuner salah satu SUV yang desainnya menyita perhatian. Di jalan tol hingga parkiran mal kendaraan ini begitu mudah dikenali. Bagaimana tidak, bodi Toyota Fortuner besar dan ground clearance-nya tinggi. Gagah deh pokoknya. 

Sayangnya, tampang yang keren dan kenyamanannya tercoreng oleh tindak-tanduk pengemudi yang arogan di jalanan. Tidak semua pemilik Toyota Fortuner ya, tapi kebanyakan seperti itu. Dan jujur saja, pengalaman pribadi saya membuat pandangan ini semakin sulit untuk dibantah.

Baca juga Toyota Fortuner, Mobil yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan Jogja.

Pengalaman buruk dengan pengemudi Toyota Fortuner

Saya dan teman sedang berkendara sekitar jam 11 malam. Saya hendak putar balik sebelum flyover. Posisinya memang agak sulit dan saya tidak langsung diberi jalan oleh kendaraan lain. Ya sudah, saya mengalah. Tidak masalah. Saya tunggu momen yang lebih aman.

Tiba-tiba sebuah Fortuner berhenti tepat di depan mobil saya. Bukan sekadar lewat berhenti. Pengemudinya turun dan langsung melontarkan kata-kata kasar. Nada bicaranya tinggi, emosinya tidak terkontrol. Seolah saya melakukan kesalahan fatal.

Yang membuat saya semakin heran, dia menyebut-nyebut “bawa Interpol.” Saya benar-benar bingung. Interpol adalah lembaga kerja sama kepolisian internasional yang mengurus koordinasi lintas negara, bukan atribut untuk menakut-nakuti orang di jalan karena urusan putar balik tengah malam.

Saya mencoba tetap tenang, tapi situasi malah memburuk. Mobil kami di-brake check beberapa kali, direm mendadak di depan kami. Bahkan, pengemudi Toyota Fortuner tadi sempat mencoba menyerempet. Itu bukan lagi adu argumen. Itu sudah masuk kategori tindakan membahayakan.

Sebagai pengemudi, tentu saya marah. Tapi, rasa takut saya mengalahkan marah pada saat itu. Saya takut kalau pengendara di belakang saya nggak siap. Bukan tidak mungkin bisa terjadi tabrakan beruntun dengan satu rem mendadak. 

Baca Juga:

Suzuki Jimny Jangkrik hingga Toyota Yaris Bakpao, 6 Julukan Mobil Paling Aneh Terinspirasi dari Bodi yang Unik

Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai

Saya sempat meminta untuk menepi dan bicara baik-baik. Responsnya malah agresif, mobil kami benar-benar terserempet. Akhirnya saya memilih masuk ke area perumahan demi menghindari eskalasi lebih jauh.

Baca juga Toyota Fortuner Nggak Senyaman yang Saya Kira karena Kenyamanan Tetap Milik Innova.

Sikap arogan yang membuat mobil terlihat murahan

Di titik itu saya sadar, masalahnya bukan pada spesifikasi mesin maupun harga mobil Toyota Fortuner. Masalahnya adalah mentalitas pengemudi. Ada semacam ilusi kekuasaan ketika seseorang duduk di balik kemudi mobil besar. Posisi duduk jadi lebih tinggi, bodi kendaraan lebih lebar, suara mesin lebih dalam. Semua itu bisa memberi rasa dominan. Tapi kalau tidak diimbangi kedewasaan, rasa dominan itu berubah jadi superioritas semu.

Ironisnya, orang yang paling ingin terlihat berkuasa sering kali paling rapuh emosinya. Disalip LCGC tersinggung. Tidak diberi jalan langsung tersulut. Seolah harga diri ditentukan oleh siapa yang lebih dulu melaju.

Padahal semakin mahal kendaraan, seharusnya semakin tinggi standar etika pengemudinya. Mobil mahal mestinya mencerminkan kedewasaan, bukan kompensasi ego.

Kalau memang sukses dan berkuasa, tunjukkan lewat cara lain yang lebih elegan dong. Jangan malah arogan dan sesuka hati di jalanan. Bukannya semakin disegani, kalian malah dipandang sebelah mata. Toyota Fortuner semahal dan sekeren apapun jadi nggak ada nilainya, jadi terlihat murahan karena sikap pengemudinya.  

Penulis: Intan Permata Putri
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Februari 2026 oleh

Tags: FortunermobilpengemudiSUVtoyotatoyota fortuner
Intan Permata Putri

Intan Permata Putri

Mahasiswa semester akhir Institut Teknologi Sumatera yang sedang tertarik dengan isu-isu sosial dan lingkungan. Pernah nulis di Wattpad.

ArtikelTerkait

Nissan X-Trail T31: Mobil Bongsor dengan Tingkat Kenyamanan yang Paripurna terminal mojok.co

Nissan X-Trail T31: Mobil Bongsor dengan Tingkat Kenyamanan yang Paripurna

7 Desember 2020
4 Spare Part Motor yang Sering Hilang saat Sedang di Parkiran Sing Numpak Motor i Ngopo, Toh? Wis Ngerti Udan Kok Ora Mantolan?

Sing Numpak Motor i Ngopo, Toh? Wis Ngerti Udan Kok Ora Mantolan?

4 Januari 2020
garansi mesin oli mesin dikuras pakai solar mesin mobil mojok

Sebenarnya Bahaya Nggak sih Flushing Oli Mesin Menggunakan Solar?

6 November 2020
Tukang Parkir Amanah Masih Ada kok, Jangan Buru-buru Benci Pekerjaan Ini Mojok.co

Tukang Parkir Amanah Masih Ada kok, Jangan Buru-buru Benci Pekerjaan Ini

12 Januari 2024
Toyota Vios, Mobil Andal yang Terjebak Label "Mobil Taksi"

Toyota Vios, Mobil Andal yang Terjebak Label “Mobil Taksi”

16 Desember 2025
Toyota Sienta, Mobil yang Nggak Cocok untuk Antar Anak ke Sekolah

Toyota Sienta, Mobil yang Nggak Cocok untuk Antar Anak ke Sekolah

23 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri

Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

27 April 2026
10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata Mojok.co

Kebumen: Banyak Pantainya, tapi Belum Jadi Primadona Wisata Layaknya Yogyakarta

21 April 2026
Purwokerto Dipertimbangkan Orang Kota untuk Slow Living, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru Mojok.co

Purwokerto Jadi Tempat Slow Living Orang Kota, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru

22 April 2026
Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja (Unsplash)

Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja

27 April 2026
Satria FU Sudah Tak Pantas Disebut Motor Jamet, Yamaha Aerox lah Motor Jamet yang Sebenarnya

Alasan Mengapa Satria FU Masih Digandrungi ABG di Madura, Membuat Pria Lebih Tampan dan Bikin Langgeng dalam Pacaran

23 April 2026
3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung, Iri kepada Kota Bandung Mojok.co

3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung Iri pada Kota Bandung

27 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Alifa Moslem Babypreneur Daycare Jadi Penyelamat Orang Tua yang Harus Kerja dan Jogja yang Minim Ruang Bermain Anak
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang
  • Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.