Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Toyota Fortuner Nggak Senyaman yang Saya Kira karena Kenyamanan Tetap Milik Innova

Muhammad Yusuf oleh Muhammad Yusuf
7 Juni 2021
A A
Toyota Fortuner Nggak Senyaman yang Saya Kira karena Kenyamanan Tetap Milik Innova MOJOK.CO

Toyota Fortuner Nggak Senyaman yang Saya Kira karena Kenyamanan Tetap Milik Innova MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pelajaran pertama, jangan terlalu kampungan ketika kamu punya kesempatan naik Toyota Fortuner karena boleh jadi itu menjadi pengalaman terburuk.

Tak ada yang menyangkal betapa mewahnya Toyota Fortuner. Yah, paling tidak menurut ibu saya, yang teman-teman di kantornya banyak pakai mobil ini. Buat keluarga kami yang nggak ngerti otomotif dan nggak punya kendaraan roda empat juga, Fortuner selalu terlihat memukau karena kegagahannya. Termasuk saya.

Iklan

Nggak heran sih. Fisiknya kekar, desainnya modern, dan interiornya futuristis. Semacam mobil yang bikin jutaan calon mertua bergetar hatinya. Dan sudah barang tentu, mobil ini dijual dengan harga yang nggak murah.

Sepanjang kemunculannya di Indonesia, Toyota Fortuner sendiri sudah mengalami beberapa facelift hingga memasuki model All New. Kenaikan harganya juga cukup signifikan. Toyota Fortuner generasi pertama untuk tipe tertingginya di jual dengan harga Rp351 juta. Seri terbaru di 2021 dengan varian yang sama, dibanderol dengan harga Rp675 juta.

Bagi saya yang pengendara roda dua dan lebih terbiasa menumpangi mobil sejuta umat macam Avanza dan kawan-kawannya tentu selalu menanti kesempatan untuk menumpangi Fortuner yang punya label SUV terpopuler. Ekspektasi itu tak lepas dari kesan maupun pengalaman orang-orang yang pernah memiliki, maupun dari para die hard Toyota Fortuner sendiri dari.

Kesempatan yang telah saya nanti-nanti itu datang juga. Berawal dari ngopi di Lembang bersama beberapa kawan dari zaman ngampus setelah menghadiri pernikahan salah satu teman kuliah. Salah seorang kawan saya mengajak beberapa teman dari daerahnya untuk ikut ngopi.

Selain pengin jalan-jalan mencicipi kuliner Bandung, rupanya mereka juga berencana untuk nge-camp di suatu tempat. Dan yang paling penting, salah satu dari mereka mengendarai Toyota Fortuner keluaran 2012 bermesin diesel!

Jiwa kampungan saya pun seketika terpanggil. Tanpa tedeng aling-aling, saya langsung masuk ke mobil dan memutuskan duduk di bangku baris ketiga. Namun entah bagaimana ceritanya. Impresi yang saya rasakan ketika masuk kabin mobil tidak sesuai dengan harapan.

Yang langsung terasa adalah sesaknya kabin mobil ini. Tadinya saya berpikiran bahwa mobil seri SUV macam Toyota Fortuner mempunyai kabin yang luas. Nyatanya, kabin Fortuner itu luasnya hampir tidak jauh berbeda dengan Toyota Avanza. Belum lagi, karena mobil ini adalah sebuah SUV, posisi duduk di bangku baris ketiga terbilang tinggi.

Postur badan saya cuma 168 sentimeter, yang sebetulnya nggak tinggi-tinggi amat. Namun, posisi duduk saya masih terasa rada jongkok. Kawan saya pun langsung berinisiatif memajukan kursi baris kedua guna menambah kelegaan ruang kaki di baris ketiga.

Makasih, lho, tapi ya hampir nggak menambah ruang buat kaki saya. Akhirnya setelah saya hitung-hitung, jarak antara lutut dengan bangku baris kedua hanya sekitar 4 jari saja. Artinya, nyaris tidak ada bedanya sebelum bangku dimajukan.

Sejujurnya, saya langsung merasa nelangsa sendiri ketika dihadapkan pada kenyataan yang tidak sesuai harapan. Maksud saya, bagaimana bisa mobil di kelas SUV ini punya luas kabin yang tidak beda jauh dengan kelas di bawahnya. Bahkan kalau boleh jujur, lebih lega naik Suzuki APV atau Kijang Kapsul LGX.

Saya pikir permasalahan hanya sebatas kelegaan ruang kaki di baris ketiga. Hal berikut yang kemudian saya rasakan yaitu masalah visibilitas dari bangku ketiga yang pas-pasan. Setelah mobil melaju, kabin langsung terasa begitu sempit setelah saya melihat ke luar dari kaca baris ketiga yang luasnya termakan oleh tebalnya bagian pilar C dan membuat saya tiba-tiba merasa klaustrofobia di dalam mobil sebesar itu.

Posisi duduk di bangku baris ketiga yang tinggi memaksa saya harus menundukkan kepala jika ingin melihat ke bagian depan mobil. Dan tentu saja itu membuat leher saya makin pegal ketika saya harus mengobrol dengan orang-orang yang berada di baris tengah dan yang paling depan. Karena aneh juga kalau saya harus ngobrol tanpa menghadap ke posisi di mana kawan saya duduk.

Ketidaknyamanan itu semakin menjadi-jadi ketika mobil melibas jalanan bergelombang dan berlubang. Bantingan suspensinya bikin badan sakit. Saya tidak menyangka bahwa Toyota Fortuner ini punya karakter suspensi yang keras dan bikin punggung saya sakit. Bahkan tidak jarang sampai mengocok perut dan bikin kepala saya kejeduk. Bukannya lebay, saya sampai beberapa kali merasa kesemutan dan keram duduk di dalam mobil itu. Serius.

Pahitnya pengalaman menumpangi mobil mewah hari itu membawa pelajaran penting buat saya. Pelajaran pertama, jangan terlalu kampungan ketika kamu punya kesempatan menaiki mobil mewah karena boleh jadi itu menjadi pengalaman terburuk di hidup kamu.

Kedua, kalau kamu belum pernah naik mobil mewah, jangan terlalu berharap bahwa setiap mobil itu sempurna karena masing-masing mobil punya kelebihan dan kekurangan. Ketiga, kalau kamu punya kesempatan untuk duduk di posisi yang lebih lega, jangan sesekali menempati bangku yang paling sempit.

Mobil mewah buat jiwa kampungan saya nyatanya gagal memberikan kenyamanan. Kabin sempit, gampang limbung, bikin mual, mahal lagi. Kadang saya mikir, kenapa ya masih ada yang beli Fortuner kalau bisa dapat kenyamanan dari Avanza atau Innova?

Iklan

BACA JUGA Debat Toyota Fortuner vs Mitsubishi Pajero di Rute Situbondo-Jember dan pengalaman menyebalkan bersama kendaraan lainnya di rubrik OTOMOJOK.

Terakhir diperbarui pada 7 Juni 2021 oleh

Tags: avanzainnovasuvtoyota fortuner
Muhammad Yusuf

Muhammad Yusuf

Kaum rebahan profesional. Tinggal di Bandung.

Artikel Terkait

Innova Reborn: Mobil Keluarga yang Paling Punya Adab (Wikimedia Commons)

Ketika Bapak Semakin Ngotot Membeli Innova Reborn untuk Jadi Mobil Keluarga, Anak-anaknya Khawatir Hidup di Desa Jadi Cibiran Tetangga

4 April 2026
Calya, Mobil Toyota yang Ganggu Kewarasan Logika Saya MOJOK.CO

Derita Toyota Calya Adalah Penderitaan yang Mengobrak-abrik Kewarasan Logika Saya padahal Ia Adalah Pahlawan Finansial Keluarga Kelas Pekerja

24 Maret 2026
Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
Innova Zenix Wujud Kebodohan Finansial- Terbaik Tetap Reborn MOJOK.CO

Mendewakan Innova Zenix Adalah Kesesatan Finansial, Wujud Kebodohan Struktural yang Sangat Hakiki karena Tetap Kalah Aura Dibanding Innova Reborn

10 Maret 2026
Innova Reborn Terlahir Jadi Mobilnya Orang Bodoh dan Pemalas (Wikimedia Commons)

Bapak Rela Jual Tanah demi Membeli Innova Reborn Setelah Tahu Bahwa Reborn Bukan Sekadar Mobil Terbaik 2025, tapi Investasi yang Nggak Bisa Rugi

25 Februari 2026
Toyota Avanza Perusak Gengsi, Gak Waras Gak Berani Beli MOJOK.CO

Toyota Avanza Bekas Perusak Gengsi, tapi Orang Waras Pasti Tidak Ragu untuk Membeli Mobil yang Ramah Ekonomi Keluarga Ini

24 Februari 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Sikap-sikap sederhana ke pelayan rumah makan atau restoran yang seharusnya jadi kewajaran MOJOK.CO

Sikap-sikap Sederhana ke Pelayan Rumah Makan atau Restoran yang Kita Abaikan karena Ego, Padahal Bermakna Memanusiakan

20 Agustus 2026
Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
Tercatat 1 juta lulusan S1 (sarjana) jadi pengangguran hingga terjebak pinjol karena hidup konsumtif MOJOK.CO

Banyak Lulusan S1-S3 Nganggur Bukan Cuma karena Lapangan Kerja, Tapi Ada Juga Dua Masalah yang Jarang Disadari

19 Agustus 2026
InJourney Bangun Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Wujud Kepedulian kepada Warga di Sekitar Destinasi Wisata.MOJOK.CO

InJourney Bangun Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Wujud Kepedulian kepada Warga di Sekitar Destinasi Wisata

18 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026
TPU Farm: Ketika Kematian Menumbuhkan Kehidupan MOJOK.CO

TPU Farm: Ketika Cabai Tumbuh di Area Makam

17 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.