Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Topi Tersayang: Atribut Ikonik yang Wajib Dimiliki Generasi 90-an Pada Masanya

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
27 April 2021
A A
Topi Tersayang_ Atribut Ikonik yang Wajib Dimiliki Generasi 90-an Pada Masanya terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Generasi 90-an selalu punya banyak hal untuk diromantisisasi. Film yang ditonton dan musik yang didengar pada masanya hanya menjadi sebagian kecil di antaranya. Tentu kita semua juga nggak akan lupa dengan salah satu benda/atribut yang hype pada masanya, lekat dengan generasi 90-an, bahkan wajib dimiliki biar nggak dibilang ketinggalan zaman: topi Tersayang.

Topi Tersayang bisa beken pada masanya karena judul sinetron yang sama, Tersayang. Adalah Anjasmara yang berperan sebagai Dion dan Jihan Fahira sebagai Mayang, yang mempopulerkan topi ini.

Sulit dimungkiri bahwa topi ini sangat, sangat, sangat hype pada masanya. Hampir semua orang di lingkungan sekitar saya, memiliki topi yang punya ciri khas dua bunga mawar merah di bagian depannya, yang ditimpa dengan tulisan “Tersayang”. Awal mula kemunculannya, topi ini tersedia dalam dua warna, yakni pink dan biru, sesuai yang digunakan oleh Dion dan Mayang pada sinetron Tersayang.

Ajaibnya, topi ini dimiliki oleh banyak kalangan. Baik tua, muda, maupun anak-anak, pasti punya topi ini. Pada masanya, kalau punya topi Tersayang ini, rasanya sudah jadi seseorang yang paling trendy aja gitu di lingkungan sekitar.

Meski sudah sekitar 20 tahun berlalu, sampai dengan saat ini, topi Tersayang masih memiliki kenangan tersendiri bagi generasi 90-an. Ada yang masih menyimpannya meski sudah usang dan berdebu. Ada pula yang masih berusaha mencari sebagai bahan koleksi sekaligus kenang-kenangan.

Kalaupun niat membeli, di banyak toko online di beberapa platform e-commerce juga banyak yang jual, sih. FYI, saat ini harganya kisaran Rp35 ribu hingga Rp190 ribuan. Tergantung kualitas yang ditawarkan.

Jika diingat kembali, hype dan minat yang tinggi akan topi Tersayang dari banyak kalangan, nggak terlepas dari sinetron Tersayang yang memperkenalkan dan hampir selalu menampilkan topi ikonik ini. Dion dan Mayang, di beberapa adegannya, secara kompak dan manis memakai topi bergambar bunga mawar merah secara bersamaan.

Bahkan, saya masih ingat betul salah satu adegan yang terbilang berkesan saat menonton Tersayang dan melibatkan topi yang sangat ikonik ini. Adegan saat Dion mengantarkan Mayang ke rumah, lalu ketika Dion ingin pulang, topi Tersayang kepunyaannya yang berwarna biru tertinggal di kamar Mayang yang berada di lantai 2. Sebelum Dion meninggalkan rumah, dari lantai 2, Mayang memanggil Dion dan langsung melemparkan topi tersebut tepat di kepala Dion. Warbyasa, warbyasa. Bisa pas gitu, yak. Wqwqwq.

Baca Juga:

Preman Pensiun 9 Sebaik-baiknya Sinetron Ramadan, Bikin Saya Nonton TV Lagi 

5 Alasan yang Membuat Sinetron Indonesia Semakin Membosankan. Produser dan Sutradara Perlu Lebih Kreatif!

Btw, jika di antara kalian ada yang lupa atau sanksi dengan adegan tersebut, bisa cek di YouTube dengan mengetik, “Adegan Tersayang Mayang melempar topi ke Dion.” Ada beberapa sugesti video yang muncul dan bisa kalian telusuri satu per satu.

Ya, bisa dikategorikan sebagai simbol kasmaran dan kasih sayang pada masanya lah. Makanya, nggak heran jika pada masanya, muda-mudi generasi 90-an banyak yang memiliki topi couple ini sebagai salah satu outfit item kembaran dengan pasangannya masing-masing. Biar terlihat sweet aja gitu~

Meski begitu, topi ini nggak mesti dimiliki atau dipakai oleh mereka yang sedang kasmaran, kok. Saya, misalnya, yang dibelikan topi Tersayang oleh Ibu saat kelas 4 SD, tepatnya pada tahun 2000, karena memang lagi ngetren. Mungkin kala itu Ibu berpikir biar saya nggak kalah hype dengan anak-anak lainnya. Apalagi banyak teman seumuran saya yang kala itu memakai topi serupa. Saat ke pasar, main, bahkan ke sekolah pun selalu ada yang menggunakan topi Tersayang.

Berkat sinetron Tersayang dan topinya yang sangat ikonik itu, generasi 90-an jadi punya sesuatu yang bisa dikenang di zaman sekarang. Soal alur cerita dalam setiap episodenya, boleh jadi banyak orang sudah lupa. Apalagi, setiap tahunnya, selalu ada sinetron baru. Wajar saja jika ingatan sebagian penonton memudar karenanya. Namun, nggak dengan topi Tersayang yang beken itu dan masih dikoleksi oleh sebagian orang hingga saat ini.

Melalui sinetron sekaligus topi Tersayang, secara tak langsung kita juga diingatkan bahwa untuk menjadi hype bahkan dikenang, nggak perlu memaksakan sesuatu. Justru hal sederhana yang relate dengan cerita sehari-hari, tanpa melebih-lebihkan beberapa peristiwa yang terjadi, bahkan tanpa diniatkan untuk hype dan viral, malah akan memberi kesan tersendiri dalam jangka waktu yang panjang—khususnya bagi para penonton setianya.

Sumber Gambar: YouTube MVP Hits

BACA JUGA Minyak Rambut Urang-Aring Adalah Penyelamat Rambut Anak Generasi 90-an dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 April 2021 oleh

Tags: generasi 90-anSinetronsinetron indonesiatersayangtopi
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Preman Pensiun 9 Sebaik-baiknya Sinetron Ramadan, Bikin Saya Nonton TV Lagi Mojok.co

Preman Pensiun 9 Sebaik-baiknya Sinetron Ramadan, Bikin Saya Nonton TV Lagi 

9 Maret 2025
anti drakor

Emak-Emak Pencinta Drakor VS Emak-Emak Anti Drakor

28 Agustus 2019
sinetron tukang ojek pengkolan lama-lama membosankan mojok.co

Lama-lama Sinetron ‘Tukang Ojek Pengkolan’ Membosankan Juga

26 Juli 2020
Mahfud MD Sebetulnya Juga Nonton Sinetron Kelucuan Pejabat Indonesia dan Ia Salah Satu Tokoh Utamanya terminal mojok.co

Mahfud MD Sebetulnya Juga Nonton Sinetron Kelucuan Pejabat Indonesia dan Ia Salah Satu Tokoh Utamanya

19 Juli 2021
Gara-gara Sinetron 'Di Sini Ada Setan', Lagu ‘Antara Ada dan Tiada’ Berubah Jadi Lagu Horor terminal mojok.co

Gara-gara Sinetron ‘Di Sini Ada Setan’, Lagu ‘Antara Ada dan Tiada’ Berubah Jadi Lagu Horor

12 Juli 2021
Syuting di Eropa Nggak Bikin Sinetron Indonesia Naik Kelas

Syuting di Eropa Nggak Bikin Sinetron Indonesia Naik Kelas

12 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Hal yang Tidak Orang Katakan Soal Beasiswa LPDP Mojok.co

5 Hal yang Orang-orang Jarang Katakan Soal Beasiswa LPDP

10 Januari 2026
6 Mitos Tentang Solo yang Ternyata Beneran Ada (Unsplash)

6 Mitos Tentang Solo yang Ternyata Beneran Ada

10 Januari 2026
Daihatsu Ceria, Mobil Mungil yang Bikin Pengemudinya Benar-benar Ceria  Mojok.co

Daihatsu Ceria, Mobil Mungil yang Bikin Pengemudinya Benar-benar Ceria 

8 Januari 2026
Made, Desa Hidden Gem di Wilayah Paling Barat Surabaya. Masih Asri dan Hijau!

Made, Desa Hidden Gem di Wilayah Paling Barat Surabaya. Masih Asri dan Hijau!

10 Januari 2026
Banyu Urip, Kelurahan Paling Menderita di Surabaya (Unsplash)

Banyu Urip Surabaya Kelurahan Paling Menderita, Dibiarkan Kebanjiran Tanpa Menerima Solusi Sejak Dulu

10 Januari 2026
Omong Kosong Rumah di Desa dengan Halaman Luas Pasti Enak (Unsplash)

Punya Rumah di Desa dengan Halaman Luas Itu Malah Menjadi Sumber Keresahan, Hidup Jadi Nggak Tenang

8 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • “Suka Duka Tawa”: Getirnya Kehidupan Orang Lucu Mengeksploitasi Cerita Personal di Panggung Komedi demi Mendulang Tawa
  • Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan
  • Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa
  • Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah
  • 5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku
  • Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.