Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Luar Negeri

Tips Jitu Menjadi Pendamping Hidup Seorang Mahasiswa S3 yang Dapat Beasiswa ke Luar Negeri

Arum Puspitorukmi oleh Arum Puspitorukmi
26 Mei 2021
A A
Tips Jitu Menjadi Pendamping Hidup Seorang Mahasiswa S3 yang dapat beasiswa ke luar negeri terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

“Aduh, Bund… Selamat, yaaa, suaminya dapat beasiswa untuk sekolah ke luar negeri. Asyik, nih, bisa jalan-jalan ke Eropa. Jangan lupa kalau pulang bawain oleh-oleh parfum Dior atau tas Longchamp ya, Bund. Mumpung murah-murah, kan, di sana? Jangan cuma cokelat aja. Bosen saya…”

Kalimat-kalimat yang tak jarang saya dengar saat itu. Padahal dalam hati saya ingin berkata, “Haduh, kok ya sudah sampai sana mikirnya? Visa saja belum tentu dapat, kok sudah ngimpi mau jalan-jalan dan belanja? Belanjain kamu, milih pula, kok pedenya setengah mampus.”

Mendapat beasiswa itu baru awal dari sebuah perjalanan ya, Adik-adik. Masih banyak rentetan perjuangan yang nggak muncul di permukaan. Ngertinya jalan-jalan saja. Cari kos-kosan saja belum dapat, mana di sana nggak semudah di Indonesia. Asal dapat yang kosong, bayar, sudah beres.

Dengan kesadaran penuh, saya sebagai support system memerintahkan otak saya agar selalu ingat bahwa jangan sampai saya sebagai pendamping suami—alih-alih membantu meringankan beban di pundaknya—malah justru menambah beban pikirannya.

Dalam situs pencarian, banyak ditemukan berbagai macam tips meraih beasiswa, strategi memilih jurusan yang diminati, atau bahkan cara hidup di sebuah kota bagi mahasiswa baik di dalam maupun luar negeri. Tapi ada satu yang terlewat, bagaimana kiat-kiat menjadi pendamping hidup pasangan yang sedang mengambil program pendidikan. Padahal perannya amat vital, namun tak jarang lepas dari pengamatan.

Bagaimana dengan saya yang kebetulan pernah menjadi anak sekolah juga? Seharusnya sedikit banyak tahu rasanya. Selain itu, saya belajar banyak dari Ibu yang juga diberi kesempatan mendampingi Bapak ketika menjadi mahasiswa S3 di penghujung masa pensiunnya. Sabar adalah kunci. Eits, nggak cuma itu, berikut tips berdasarkan pengalaman saya menjadi pendamping hidup seorang mahasiswa yang mendapat beasiswa ke luar negeri:

#1 Luruskan niat

Sebenarnya nggak cuma kuliah di luar negeri saja, mau di mana dan ngapain saja pun kita harus kembali ke niat awal. Sekolah untuk menimba ilmu dan target utamanya adalah selesai. Baik penerima beasiswa maupun bukan, bahkan di dalam atau di luar negeri bagi saya sama saja.

Seingat saya, selama mendampingi suami sekolah S3, doa yang saya panjatkan hanya “cepat lulus, cepat pulang, gek ndang genti gawean.” Usai menerima beasiswa, pilihannya hanya ada dua: berjalan kalau perlu berlari untuk menyelesaikan atau jalan di tempat menikmati euforia sampai lupa tujuan utama. Hidup itu banyak godaan. Kalau nggak kuat iman, ya jangan heran kalau nantinya nggak sesuai harapan. Ingatlah untuk selalu kembali meluruskan niat.

Baca Juga:

5 Syarat “Terselubung” Beasiswa LPDP yang Jarang Orang-orang Bahas

4 Hal yang Cuma Ada di Kampus Indonesia, Kampus Turki Nggak Punya

#2 Belajar untuk lebih memahami diri sendiri sekaligus pasangan

Proses dalam membina rumah tangga termasuk di dalamnya agar lebih memahami diri sendiri berbarengan dengan memahami pasangan. Siap telinga dan pundak untuk mendengar keluh kesah pasangan. Banyak juga yang nggak mampu menyelesaikan pendidikan dengan berbagai macam latar belakang problematika. Bahkan kasus bunuh diri juga nggak sedikit, lho. Kira-kira apa yang mereka butuhkan agar dapat terhindar dari hal demikian, ya? Tentu saja pasangan hidup yang juga harus belajar untuk memahami.

“Wah, pasangan saya lagi butek, butuh refreshing, nih.” Ya kita sebagai pasangan harus mengerti. Minimal nggak nambahin masalah, deh. Itu sudah bagus banget.

#3 Tidak pernah menyuruh untuk mengerjakan disertasi

Lho gimana, sih? Orang sekolah kok nggak boleh ngerjain disertasi? Gimana mau lulus? Sebentar, Sayang, mahasiswa S3 itu harusnya sudah dewasa. Bahkan saat ia memutuskan untuk mengambil program doktoral pun sudah paham konsekuensinya. Ya harus bertanggungjawab mengerjakan disertasi, to? Saya pikir hal itu sudah ada di dalam pikirannya.

Saya memang nggak pernah “menyuruh” suami saya untuk ini dan itu. Sebagai gantinya, saya menciptakan suasana yang nyaman serta menjamin perutnya kenyang agar dia dapat berkonsentrasi mengerjakan disertasi. Ini saya ingat-ingat betul lantaran saya adalah seorang ibu-ibu yang rawan cerewet. Alih-alih membantu, malah bikin pasangan tambah pusing gara-gara dicerewetin. Sudah bisanya cuma nyuruh-nyuruh, nggak bantuin, eh, malah ngirimin tangkapan layar keranjang belanja daring yang lagi diskon. Gimana disertasi bisa cepat selesai, Bund? Hahaha…

Pernah lihat linimasa mahasiswa yang sedang belajar ke luar negeri? Tampak seru dan menyenangkan, kan? Sayangnya kita nggak tahu apa yang ada di dalam hati dan pikiran mereka. Mungkin rindu kampung halaman atau stres banyak tugas kuliah? Bahkan bisa jadi sedang putus cinta dengan kekasihnya yang berada di belahan dunia lain. Kita nggak pernah tahu…

Kalaupun bukan keluarga kita, minimal kasih dukungan laaah ke mereka. Baik yang sedang bersekolah maupun pendamping hidupnya. Menjadi pendamping hidup mahasiswa S3 itu ya sama beratnya dengan yang sekolah. Ha mbok kiro ora po? Kene yo meh kenthir je… Hahaha.

BACA JUGA 8 Alasan Membenci Mahasiswa Ambis. Makanya Jangan Saklek! dan tulisan Arum Puspitorukmi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2022 oleh

Tags: beasiswaHubungan Terminalkuliah di luar negeripasangan hidup
Arum Puspitorukmi

Arum Puspitorukmi

Ibu rumah tangga rasa mahasiswi.

ArtikelTerkait

4 Alasan Beasiswa Kurang Mampu Kerap Salah Sasaran beasiswa KIP Kuliah

Mahasiswa Medioker, Mahasiswa yang Mustahil Dapat Beasiswa

16 Juni 2023
Beasiswa LPDP Diskriminasi yang Dialami Awardee Dalam Negeri (Unsplash.com)

Beasiswa LPDP: Diskriminasi yang Dialami Awardee Dalam Negeri yang Nggak Pernah Diajak Debat di Twitter

2 Agustus 2022
Panduan Menjalin Hubungan Harmonis ala Pasangan Winter Garden dalam Drakor Hospital Playlist Season 2 terminal mojok

Panduan Menjalin Hubungan Harmonis ala Pasangan Winter Garden dalam Drakor ‘Hospital Playlist’ Season 2

4 Juli 2021
Sulitnya Mahasiswa Kelas Menengah yang Tak Pintar-pintar Amat Mendapatkan Beasiswa di Indonesia Terminal Mojok middle class

Sulitnya Mahasiswa Kelas Menengah yang Tak Pintar-pintar Amat Mendapatkan Beasiswa di Indonesia

8 Januari 2021
Cerita Saya Berhasil Lolos Beasiswa S2 Pemerintah Turki setelah Gagal 3 Kali Berturut-turut

Cerita Saya Berhasil Lolos Beasiswa S2 Pemerintah Turki setelah Gagal 3 Kali Berturut-turut

13 Agustus 2024
flanella

Panduan Menjadi Seorang Pelarian yang Baik

30 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

1 Februari 2026
Air Terjun Tretes Wonosalam, Bukti Jombang Nggak Miskin Wisata Alam Mojok.co

Jombang Lantai 2: Sebutan Baru Wonosalam buat Menantang Pacet di Wisata Pegunungan

27 Januari 2026
5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata (Gil Ribeiro via Unsplash)

5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata

30 Januari 2026
Cara Pilih Kursi Kereta Api Paling Enak, Jangan Asal supaya Nggak Menyesal Mojok.co

Cara Pilih Kursi Kereta Api Paling Nyaman, Jangan Asal supaya Nggak Menyesal

29 Januari 2026
Toyota Raize: Kerap Diejek LCGC Dikasih Turbo, padahal Mobil Ini Kuat, Bertenaga, dan yang Paling Penting, Irit!

Toyota Raize: Kerap Diejek LCGC Dikasih Turbo, padahal Mobil Ini Kuat, Bertenaga, dan yang Paling Penting, Irit!

26 Januari 2026
4 Tips Berburu Diskon Pakai ShopeeFood Deals biar Tetap Kenyang Tanpa Merasa Ditipu

4 Tips Berburu Diskon Pakai ShopeeFood Deals biar Tetap Kenyang Tanpa Merasa Ditipu

27 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.