Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tipe-tipe Netizen di Info Cegatan Jogja Saat Menanggapi Postingan

Fatony Royhan Darmawan oleh Fatony Royhan Darmawan
21 November 2020
A A
Tipe-tipe Netizen di Info Cegatan Jogja Saat Menanggapi Postingan terminal mojok.co

Tipe-tipe Netizen di Info Cegatan Jogja Saat Menanggapi Postingan terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Siapa yang nggak tahu grup Info Cegatan Jogja? Grup dengan lebih dari 1 juta anggota itu menjadi salah satu grup Facebook terbesar di Indonesia. Grup yang menjadi tempat berkeluh kesah, mengeluarkan unek-unek, mencari orang hilang, barang hilang, hingga kisah inspiratif anggota-anggotanya. Dulu saya bergabung ke grup Info Cegatan Jogja ketika saya masih duduk di bangku SD. Sungguh sudah lama sekali, mungkin sekitar 7 tahun berlalu hingga kini saya sudah duduk di bangku perkuliahan.

Dulu grup Info Cegatan Jogja masih relatif sepi. Interaksinya nggak seintensif sekarang. Kebanyakan diisi postingan kecelakaan selain itu, ya sesuai namanya: info cegatan. Saat itu justru informasi kecelakaan amat sangat dicari. Kolom komentar hampir nggak bisa, nggak sepi. Pasti ramai. Namun, cara orang berkomentar nggak sebar-bar sekarang.

Zaman berkembang begitu pesat. Saya sangat menyimak dan menikmati dinamika pernetizenan yang ada di dalam grup dari tahun ke tahun. Utamanya cara orang menanggapi postingan. Bagaimana orang berdebat hingga perkelahian di kolom komentar menjadi hiburan tersendiri. Saat ini hampir seluruh kasta, kalangan, dan profesi ada di Info Cegatan Jogja. Tak heran bila cara menanggapi postingan pun berbeda-beda. Ada yang ngawur hingga teramat kurang ajar. Berikut tipe-tipe netizen yang ada di Info Cegatan Jogja.

#1 Tukang Maido

Tukang maido ini adalah tipe netizen yang penuh keragu-raguan atau ketidakpercayaan apa pun postingannya. Pokoknya mereka mudah mencela orang lain, tanpa dia tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sayangnya spesies tukang maido ini banyak dijumpai di postingan yang penuh kegentingan dan kegawatdaruratan.

Saya pernah menjumpai dalam sebuah postingan pengawalan ambulance. Jadi ada pengendara motor yang membuka jalan untuk ambulance yang tengah merujuk pasien dari satu RS ke RS lain di Jogja. Dan dengan entengnya si tukang maido tadi berkomentar.

“Rasah sok-sok an dadi pahlawan kesiangan, lha wong ambulance ki duwe hak sepenuhnya atas jalan raya apabila kondisi darurat dengan kode lampu dan bunyi… lha kok ndadak ngawal barang… itu artinya nguyahi segoro, Bro.…”

Sontak saja saya ingin tertawa sekaligus bercampur kesal. Bagaimana nggak, lha wong orang yang melakukan hal baik kok ya masih saja dicela. Lagian netizen spesies ini nggak pernah ngaca seberguna apa dirinya itu. Seenggaknya si pengawal ambulance tadi hidupnya lebih berfaedah daripada si tukang maido ini, bukan?

#2 Suka suuzan

Nah untuk tipe netizen yang ini nggak kalah jancok sama si tukang maido tadi. Apa pun postingan baik itu berguna, penting, genting, atau yang nggak penting sekalipun selalu dianggap salah olehnya. Ini membuat saya bertanya-tanya sebenarnya dia ini di dunia nyata punya masalah apa, to?!

Baca Juga:

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Netizen Indonesia Memang Paling Nggak Sopan, di Tengah Kabar Duka Masih Ada yang Bacot Ngeributin Agama Kiki Fatmala

Saya pernah mendapati postingan seseorang menolong pengendara motor yang sedang kebanan (bocor ban). Orang itu sengaja membawa si pengendara yang ban motornya bocor tadi ke bengkel miliknya. Kebetulan ia juga menjajakan es buah di samping bengkelnya. Dan dengan mudahnya ada seseorang menanggapi dengan berkomentar.

“Nek kui mung tambal ban thok ngono aku lagi salut.. Lha kui karo bakul es. Paleng yo ben karo nuku es e… he… he… he… Cuma berpendapat….”

Komentar itu mendapat 502 balasan. Dilihat-lihat brengsek sekali, bukan? Siapa yang nggak muntab? Bayangkan saja ada orang yang berbuat baik alih-alih mendapat apresiasi justru masih ada saja prasangka liar semacam ini.

#3 Tukang klarifikasi

Mengontrol jari-jemari di media sosial amatlah penting. Kalau ngawur, asal njeplak, dan sampai menyinggung perasaan orang lain dan ia nggak terima, Anda bisa masuk dalam kelompok tukang klarifikasi. Biasanya diawali kalimat “Mohon itikad baiknya”. Sering kali saya menjumpai postingan klarifikasi, meminta maaf bahkan nggak jarang berakhir ada hitam di atas putih lengkap dengan materai 6000-nya.

Eh, tapi nggak selamanya tukang klarifikasi ini negatif. Ada kalanya malah diperlukan dan ditunggu-tunggu. Seperti saya bilang di awal tadi bahwa Info Cegatan Jogja ini penghuninya dari berbagai kasta, kalangan, dan profesi.

Yang saya tahu di Info Cegatan Jogja ada Pak Kabid Humas Polda DIY, Yuli Yanto, yang aktif. Terkadang kita sangat kita tunggu klarifikasi dari blio kalau ada masalah. Toh, biasanya permasalahan di grup Info Cegatan Jogja nggak jauh-jauh dari dunia perlalulintasan. Jadi ya rasa-rasanya memang pas banget dengan bidangya blio, Kabid Humas Polda DIY.

Di salah satu postingan misalnya ada yang memosting.

“Semoga bermanfaat, untuk pengendara motor yang melintasi pertigaan Colombo-Gejayan, hati-hati nggih, petugas lagi butuh asupan gizi. Alasan dari pihak berwenang karena menerobos lampu. Lha wong, kuning pas garis kok isih wae muni abang, salam aspal gronjal, Lur.”

Nah, ini adalah contoh postingan yang mengandung bensin karena terdapat diksi “asupan gizi”. Benar saja nggak lama Pak Yuli Yanto menulis klarifikasi, “Menilang karena lampu bangjo itu bukan urusan ASUPAN GIZI, tapi menjaga pelanggar dan orang lain untuk tidak kecelakaan.”

Jadi, kira-kira di grup Info Cegatan Jogja kalian termasuk yang mana, Slurrr? Atau malah belum gabung sama sekali? Saran saya gabung, deh, buat hiburan. Ini seriusan. Orang-orang semacam ini hanya ada di Info Cegatan Jogja. Sebagai netizen saya sih milih netral sambil ikut keplok-keplok kalau ada keributan di kolom komentar. Salam aspal gronjal, Lur.

BACA JUGA Kiat-Kiat Mengobati Patah Hati di Kota Jogja dan tulisan Fatony Royhan Darmawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 November 2020 oleh

Tags: Info Cegatan JogjaNetizen
Fatony Royhan Darmawan

Fatony Royhan Darmawan

Seorang mahasiswa yang hobi main Pro Evolution Soccer level beginner dan suporter klub liga 3 yang hampir bubar.

ArtikelTerkait

Warung Madura Dianggap Menjajah Jogja, Guyonan Paling Lucu Abad Ini

Warung Madura Dianggap Menjajah Jogja, Guyonan Paling Lucu Abad Ini

6 Maret 2023
netizen

Ngerasani Netizen, Ngerasani Diri Sendiri

12 Juni 2019
Pelecehan Seksual pada Anak Itu Tak Pernah Sepele dan Tak Akan Pernah Sepele!

Pelecehan Seksual pada Anak Itu Tak Pernah Sepele dan Tak Akan Pernah Sepele!

1 Juli 2022
Kirana

Wejangan Hidup Ala Kirana Larasati yang Patut Ditiru Oleh Netizen

17 Oktober 2019
5 Hal yang Selalu Ada di Warung Madura dan Tidak Disadari Pelanggan

Menjawab Gosip Netizen Perihal Warung Madura

24 Juli 2022
4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang Mojok.co

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

9 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bukan Jakarta, Tempat Paling Cocok untuk Memulai Karier Adalah Cilegon. Ini Alasannya!

Bukan Jakarta, Tempat Paling Cocok untuk Memulai Karier Adalah Cilegon. Ini Alasannya!

5 Januari 2026
5 Mitos Kebumen yang Bikin Orang Luar Mikir Dua Kali sebelum Berkunjung

5 Mitos Kebumen yang Bikin Orang Luar Mikir Dua Kali sebelum Berkunjung

5 Januari 2026
Grand Livina Bukan Mobil Lemah, Ia Adalah Bukti Kenyamanan Sejati Memang Butuh Ongkos dan Keringat

Grand Livina Bukan Mobil Lemah, Ia Adalah Bukti Kenyamanan Sejati Memang Butuh Ongkos dan Keringat

5 Januari 2026
Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet Mojok.co

Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet 

10 Januari 2026
5 Hal yang Tidak Orang Katakan Soal Beasiswa LPDP Mojok.co

5 Hal yang Orang-orang Jarang Katakan Soal Beasiswa LPDP

10 Januari 2026
Sales: Pekerjaan yang Tidak Pernah Dicita-Citakan, tapi Sulit untuk Ditinggalkan

Sales: Pekerjaan yang Tidak Pernah Dicita-Citakan, tapi Sulit untuk Ditinggalkan

8 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja
  • Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.