Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kiat-Kiat Mengobati Patah Hati di Kota Jogja

Imam Rosyadi Araiyyi oleh Imam Rosyadi Araiyyi
7 Januari 2020
A A
Kiat-Kiat Mengobati Patah Hati di Kota Jogja
Share on FacebookShare on Twitter

Semua penyakit pasti ada obatnya, termasuk patah hatimu yang nggak seberapa itu. Jadi gini, kata salah satu penyair, “Semua cinta akan ada akhirnya, kecuali cinta dari ibumu.” Itu artinya, kalau patah hatimu karena dicoret dari kartu keluarga, baru deh kamu boleh menangis gulung-gulung. Kalau patah hati karena diputusin pacar mah pasti ada gantinya, percaya deh. Dia akan melupakan kamu baik cepat atau lambat, yang jelas itu akan terjadi. Seromantis apa pun kamu dulu dengan dia, akan terasa biasa saja kalau sudah tidak ada ikatan lagi. Oleh karena itu, jangan terlalu meromantisasi patah hatimu nanti malah jadi kesedihan yang akut. Untuk cah-cah melankolik pemula yang sedang patah hati, bisa nih baca tips saya untuk mengobati patah hati kalau kamu kebetulan lagi di Jogja.

Satu: Ciblon di Kids Fun atau Jogja Bay

Nggak usah malu kawan-kawan, salah satu untuk mengatasi dan mengobati patah hatimu adalah dengan ber-cosplay menjadi anak-anak. Nggak usah malu juga kamu renang di kolam berombak Jogja Bay sambil teriak-teriak nggak jelas asal jangan sampai nangis saja sih. Setelah puas renang dan mencoba wahana seluncuran, coba perhatikan anak-anak yang sedang riang bermain, tanpa beban dan cuma hahahihi sambil disuapin Pop Mie.

ADVERTISEMENT

Coba telisik ke masa lalumu saat masih anak-anak, cinta cuma sekadar soal ketakutan memegang tangan karena mitosnya bakal hamil atau ke-GR-an saat diciye-ciyein. Itu doang masalah percintaan saat masih anak-anak. Sementara kalau pas masih cinta monyet ketakutan muncul kalau HP sedang dipegang orang tua. Jadinya SMS-nya begini, “JgN BlZ dLu eAa,,,sOalNy Hp dIbAwA IbuQ..Lov U.” Aaahhh indahnya masa itu.

Saat gede dan dewasa gini, ketakutan cinta lebih tinggi levelnya. Semisal takut telat mengucapkan selamat makan, bobo, ibadah, atau ketakutan kalau pacar sedang marah. Sebenarnya itu masih di taraf yang biasa saja, tapi bagi cah bucin melankolik, ketakutan di atas sungguh sangat menyeramkan.

Dua: Bikin Puisi di Parkiran Abu Bakar Ali

Kalau yang ini sih jarang ada orang yang ngelakuin. Edan po bersedih ria di parkiran yang banyak orang? Tapi nggak apa-apa, Dab. Kalau kamu kebetulan adalah cah literasi merangkap cah senja, bisa deh nyoba bikin suatu karya puisi di sana sambil melihat ramainya Malioboro dan kereta yang lewat di bawahmu. Tumpahkan saja semua di sana, niscaya puisi yang kamu buat menjadi unik dan memiliki esensi patah hati yang sempurna. Mungkin puisi yang tercipta akan seperti ini:

Senja tenggelam di Malioboro

Kereta hanyut di bawahnya dan di jendela dirimu melambai ke arahku

Rel kereta membawamu jauh

Baca Juga:

Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk banyak pelajar 

Aku diam dan menyentuh atap parkiran Abu Bakar Ali Malioboro, tapi sayang aku tidak mampu

Tinggiku cuma 175 cm

Jogja, 6 Januari 2020.

Oh ya, kamu jangan kemaleman ya kalau semisal nanti jadi bikin puisi di sini. Nanti dikira mau berbuat yang tidak-tidak.

Tiga: Menyapu dan Membersihkan Sampah di Malioboro

Untuk tips saya yang ini sih positif banget. Beberapa waktu yang lalu, banyak yang ngeluh tentang sampah di Malioboro saat liburan natal dan tahun baru kemarin. Nah, kamu bisa nyoba deh ikut membersihkan sampah-sampah yang ada di sana. Untuk apa? Gini saya jelaskan.

Kenanganmu dengan pacarmu yang sudah mutusin kamu kan pasti banyak tuh. Bayangin seluruh sampah yang kececeran di Malioboro adalah kenanganmu dengannya, mau nggak mau kalau mau move on kan harus membersihkan kenangan Sebagai sebuah pengibaratan, jadi kamu harus membersihkan sampah-sampah tersebut sampai tempatnya bersih supaya kamu akan bisa dengan congkak bilang, “Dasar sampah tidak berguna, aku telah melupakanmu.”

Jangan sesekali membersihkan kamar mandimu saat kamu sedang patah hati, nanti lantainya licin dan kamu bisa kepleset karena air matamu yang terus mengucur di lantai. Dengan kamu ikut berpastisipasi membersihkan area Malioboro, kamu akan mendapatkan apresiasi dari pemerintah sekaligus membersihkan kenanganmu yang nggak guna itu. Tambahan lagi kamu juga berpotensi viral, kalau saat membersihkan sampah tersebut sambil menangis dan nyanyi lagunya Didi Kempot.

Cukup itu dulu saja tips yang bisa saya berikan. Kamu mau setuju atau nggak, mau ngelakuin atau nggak, itu mah terserah kamu sih. Tapi yang pasti, gini lho, Dab. Kalau kamu sedang patah hati di Jogja dan kebetulan berusaha healing dengan cara keliling Jogja untuk mengobati rasa sedihmu, kamu jangan sesekali berhenti di zebra cross pas sedang lampu merah. Kalau kamu nekat nanti masuk ICJ alias Info Cegatan Jogja. Udah patah hati eh viralnya nggak ada baik-baiknya buat pencitraan.

BACA JUGA Nggak Usahlah Ndakik-Ndakik Bicarain Romantisasi Jogja atau tulisan Imam Rosyadi Araiyyi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2020 oleh

Tags: JogjaMalioboroPatah HatiPuisi
Imam Rosyadi Araiyyi

Imam Rosyadi Araiyyi

Sedang mobat-mabit di Yogyakarta tapi bisa ditemui di akun twitter @Araimerahhh.

ArtikelTerkait

Kuliah di Jogja Adalah Perjalanan Hidup yang Paling Saya Syukuri surabaya

Kuliah di Jogja Adalah Perjalanan Hidup yang Paling Saya Syukuri

1 Oktober 2022
Jetis Jogja dan Jetis Bantul: Dua Daerah Berbeda dengan Nama dan Nasib yang Mirip Mojok.co

Jetis Jogja dan Jetis Bantul, Dua Daerah Berbeda dengan Nama dan Nasib yang Mirip

24 Oktober 2025
Pangukan, Padukuhan Asri di Sleman yang Cocok untuk Menghabiskan Masa Pensiun

Pangukan, Padukuhan Asri di Sleman yang Cocok untuk Menghabiskan Masa Pensiun

2 Juli 2023
3 Kuliner Jogja yang Laris Manis di Daerah Asalnya, tapi Kurang Laku di Malang Mojok.co

3 Kuliner Jogja yang Gagal Menggoyang Lidah Orang Malang

1 Agustus 2024
Derita Mahasiswa Manado yang Tersiksa Kuliah di Kota Jogja (Unsplash)

Derita Mahasiswa Manado Penghuni Kosan Tanpa AC di Tengah Panasnya Kota Jogja yang Menusuk Sampai Lapisan Kulit Paling Dalam

20 April 2024
Sudah Saatnya Jogja Meninggalkan Kata “Istimewa” dan Kembali ke “Berhati Nyaman” Mojok.co

Jogja Tidak Lagi Pantas Menyandang Status Istimewa. Saatnya Kembali ke Jogja Berhati Nyaman

13 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

10 Agustus 2026
Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

6 Agustus 2026
Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

Cor dak malam hari itu bukan karena tukangnya gabut, tapi ada alasan ilmiah yang valid

9 Agustus 2026
Fenomena “makan” tabungan yang ramai di medsos kini saya alami sendiri, betapa menyesakkan hidup di tengah ketidakpastian Mojok.co

Fenomena “makan” tabungan yang ramai di medsos kini saya alami sendiri, betapa menyesakkan hidup di tengah ketidakpastian

8 Agustus 2026
Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

6 Agustus 2026
Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama Mojok.co

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama

6 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.