Tipe-tipe Narasumber Acara Talk Show di Televisi – Terminal Mojok

Tipe-tipe Narasumber Acara Talk Show di Televisi

Artikel

Tak banyak talk show yang benar-benar talk show di televisi Indonesia. Banyak acara penuh gimmick yang mengaku sebagai talk show alias pencitraan saja. Pada akhirnya, hal yang saya takutkan adalah ketika banyak orang menganggap jika talk show seperti itu. Ada banyak keanehan yang terjadi perihal acara-acara tersebut. Mulai dari gimmick yang lebih banyak daripada obrolan dengan narasumber, host yang lebih banyak aksi daripada ngurusi bintang tamu, pertanyaan yang nggak nyambung dan full of julid, pemilihan narasumber yang absurd, dan masih banyak lagi.

Titik sentral di sebuah acara talk show adalah pembicaraan antara host dan bintang tamu. Apa yang dibahas, bagaimana host mengorek informasi, dan apa jawaban dari narasumber adalah kunci dari sebuah talk show. Namun sayangnya, beberapa acara talk show di televisi Indonesia kelewat berani dan kadang tak tepat dalam menghadirkan narasumber. Berikut beberapa tipe narasumber talk show.

#1 Ahli yang tak dianggap

Misalnya, suatu ketika sedang terjadi kasus tertentu, kemudian seorang ahli diminta hadir sebagai narasumber di sebuah talk show. Tepat dong memilih seorang ahli? Iya, memang tepat, tapi hanya sekali dua kali ditanya perihal bidang keahliannya, eh malah dilanjut joget, gimmick lagi. Sampai mengajukan pertanyaan ke narasumber ahli ini kelewat ngawur dan melenceng jauh alias wagu. Entah memang bodoh atau pura-pura biar lucu. Pokoknya narasumber tipe ini nggak bakal kepakai ilmunya di acara beginian, deh.

Baca Juga:  Derita Punya Rambut Beruban sejak Usia Muda

#2 Artis pendatang baru

Entah untuk promosi atau apa, tapi akan selalu ada bintang tamu beginian yang nggak ada sangkut pautnya dengan tema yang tengah dibahas dalam talk show. Terkadang “narasumber” tipe ini datang hanya sebagai pemanis, diam saja di pojokan sofa. Contohnya saat kasus kecelakan pesawat, eh narasumber yang didatangkan seorang penyanyi pendatang baru. Lah, terus apa hubungannya? Apa karena doi pernah naik pesawat? Promosinya itu loh, maksa banget!

#3 Lagi viral alias artis wanna be

Viral lagi joget, viral karena video lucu, viral karena absurd, dan viral lainnya yang semacam itu. Mungkin kebanyakan dari mereka nggak berekspektasi untuk jadi artis waktu bikin konten, tapi kalau mau diundang ke suatu acara ya mungkin pengin beken. Nggak salah sih, itu hak yang punya gawe. Tapi, mbok ya jangan dieksploitasi berlebihan lah.

Seperti saat kasus kecelakaan pesawat kemarin, ada TikTok viral dari orang yang nggak jadi naik pesawat tersebut, yang nggak penting amat menurut netizen. Tapi nggak apa-apa, itu bentuk rasa syukur yang membuncah dibikin dalam format TikTok. Yang harus diperhatikan adalah narasumber viral yang masih anak-anak. Kasihan. Tentu ada dalih membantu perekonomian, membantu cari rezeki, tapi ya gitu bercandaannya kadang merendahkan dan sering bawa-bawa masalah fisik. Tentu saja bakal ada pernyataan bahwa yang diundang fine-fine saja, semua senang, kan acaranya menghibur. Soal komentar “joget doang masuk TV” saya rasa kurang tepat. Kan memang di TV isinya kebanyakan joget. Ya, kan?

Baca Juga:  Perdebatan Film Dua Garis Biru dan Haruskah Karya Seni Memiliki Pesan Moral?

#4 Dua pihak yang tengah berseteru

Katakanlah sekalian diadu, biar rating tambah moncer. Entah itu gimmick atau beneran (kayaknya sih nggak mungkin), orang lagi ribut baiknya nggak usah nongol di acara TV lah. Nggak baik ditonton khalayak penikmat talk show. Apa jangan-jangan memang itu yang dicari? Soalnya formulanya diulang terus, sih. Berarti kan rating aman kalau ada wong gelud. Tentu saja ada istilah mendamaikan dan memediasi, kurang baik apa acara ini coba? Terus kan nanti viral di medsos dan trending di YouTube, talk show-nya jadi tambah beken. Sehingga banyak orang dan anak-anak yang menganggap acara begini bermutu kelas wahid. Lanjutkan, my pren, berikanlah informasi dan hiburan!

#5 Ahli yang lebih dianggap alias paranormal

Apa pun yang dibahas, tipe narasumber satu ini nggak bisa dipisahkan dari sebuah talk show di televisi. Mau perceraian, bencana alam, kasus narkoba, apa pun itu selalu ada ahli klenik, ahli ramal, orang yang punya indra keenam yang selalu dimintai pendapat dan pandangan. Pokoknya, tanpa dukun acara jadi hampa. Yang paling nyebelin, tiap kejadian harus ada penjelasan kleniknya, atau dipaksakan begitu biar ramai. Ahli beginian bakal ditanya terus dan nggak masalah kalau pertanyaannya nggak nyambung sama tema, yang penting mistis~

#6 Narasumber air mata

Narasumber terakhir ini bisa datang dari kalangan manusia viral atau artis yang lagi punya masalah, entah masalah beneran atau pura-pura bermasalah saja. Host talk show bakal mengorek informasi, pokoknya berusaha sekuat tenaga supaya narasumber tipe ini nangis, deh. Kalau nggak berhasil, dicoba lagi di segmen berikutnya. Entah memang host-nya yang hebat, atau narasumbernya yang gampang mencurahkan air mata, segmen nangis bakal selalu berhasil. Beberapa artis malah sudah nangis sejak segmen pertama, dilanjut nyanyi dan joget lagi. Saat segmen terakhir, nangis lagi, dong! Terus si host bakal mengeluarkan kata-kata mutiara dan menguatkan hati sang bintang tamu. Kita semua pun terharu, Cuk!

Baca Juga:  Bukan Ajang Pamer, #Favoritebookchallenge Itu Usaha Menebar Gemar Membaca

BACA JUGA Ini Talkshow dan Akhir Titi Mangsa Tayangan Komedi dan tulisan Bayu Kharisma Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.