Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sapa Mantan

Tidak Mudah Meminta Putus Pasangan yang Pacaran Beda Agama

Atanasius Rony Fernandez oleh Atanasius Rony Fernandez
8 Juli 2019
A A
pacaran beda agama

pacaran beda agama

Share on FacebookShare on Twitter

Pada suatu ketika seorang keluarga menasihati saya untuk putus dengan pacar yang berbeda agama dengan saya. Atau jika tidak putus, saya diminta mengajak pacar saya menikah dan memeluk agama saya. Dua pilihan yang sulit, kami sudah pacaran selama hampir empat tahun. Kami saling mencintai sekaligus mencintai agama kami masing-masing. Jika sudah begitu, meminta kami putus bukanlah sebuah perkara yang gampang. Ini tentang perasaan, akan sulit untuk dimengerti.

Agama senantiasa menjadi satu hal yang sensitif di Indonesia. Banyak hal yang dikaitkan dengan agama, terlebih lagi kalau itu berkaitan dengan percintaan. Dua orang yang pacaran beda agama akan diserbu banyak pertanyaan. Misalnya tentang siapa yang akan ikut agama siapa? Apakah kalian direstui keluarga? Kenapa kalian pacaran padahal sudah tahu beda agama? Dan banyak pertanyaan sejenis lainnya.

Sebagai pasangan yang berbeda agama, berbagai pertanyaan tidak bisa dicari jawaban dengan cepat. Orang banyak seringkali akan menyarankan untuk putus agar ke depan tidak ribet dengan persoalan berbeda keyakinan itu. “Kalian kan bisa putus, itu jalan terbaik.” Kalimat itu dengan mudah keluar dari mulut orang lain ketika saya meminta pendapat.

Permasalahannya tidak semudah itu. Mungkin ada pasangan yang enteng saja memilih untuk putus dengan pacarnya yang berbeda agama. Namun, setiap pasangan memiliki jalan cinta yang berbeda.

Cinta itu buta, kata banyak orang. Cinta bisa tumbuh dari perasaan yang disemai oleh berbagai tindakan dari dua orang. Kita bisa jatuh cinta pada seseorang yang kita lihat baik hati. Atau dari bagaimana ia memanjakan pasangannya, dari tutur katanya yang lembut, hanya sekadar dari tatapan matanya, atau bahkan dari isi kantongnya. Alasan itu bisa macam-macam. Rasa cinta itu terus tumbuh di dalam diri pasangan dan terkadang mengabaikan banyak hal, termasuk agama pasangannya.

Ketika rasa cinta itu semakin menguat seiring berjalannya waktu, keinginan berpisah semakin menipis. Waktu membuat pasangan semakin mengenali diri masing-masing. Semakin tahu mana yang tidak disukai pasangan dan mana disukai. Kondisi itu membuat pasangan semakin nyaman dan enggan untuk berpisah. Apalagi harus mencari kekasih baru yang berusaha dimengerti mulai dari nol lagi.

Di saat seperti itulah, ketika semuanya terlihat berjalan baik-baik saja, timbullah suara-suara orang di luar pasangan itu mengingatkan bahwa mereka berbeda agama, dan harus mengambil keputusan: memilih satu agama atau berpisah. Menikah beda agama tidak bisa dilakukan di semua daerah dan tentu saja restu keluarga tidak akan mudah diberikan.

Rasa cemas mulai menghantui, usia semakin bertambah, tuntutan untuk segera menikah dan membangun keluarga yang harmonis dalam naungan agama, kian memburu. Perasaan galau terus menghantui. Dorongan-dorongan dari keluarga untuk putus bukanlah saran yang tepat di situasi ini. Karena perasaan cinta bukanlah sebuah hal yang mudah untuk diabaikan.

Baca Juga:

3 Ide Pacaran Unik yang Hanya Ada di Bantul, Dijamin Nggak akan Terlupa

Jangan Jatuh Cinta dengan Orang Kabupaten Semarang, Kamu Nggak Akan Kuat!

Kita berhak jatuh cinta kepada siapapun, tidak mengenal suku, agama, rasa, ataupun status sosial. Namun kita juga berada pada lingkungan sosial yang memiliki nilai dan norma yang berlaku. Agama menjadi salah satu norma yang melekat di kehidupan masyarakat Indonesia. Indonesia memiliki enam agama yang dipercayai secara resmi.

Seperti yang ditulis di atas, persoalan agama sangatlah sensitif. Satu orang yang berpindah agama saja bisa memberikan dampak ikutannya yang beraneka ragam. Ada penyambutan penuh kebahagian, di lain pihak ada perasaan sinis pada keputusan sulit itu.

Bagi saya atau mungkin pasangan pacaran beda agama lainnya akan sukar menentukan langkah selanjutnya pada hubungan kami. Pasangan pacaran beda agama tidak akan nyaman dengan saran-saran penuh penghakiman dari banyak orang tentang hubungan itu. Kami butuh didengar, dan membutuhkan saran-saran positif dari orang terdekat.

Memutuskan berhenti atau terus berjalan sejujurnya terus menerus menghantui pasangan yang berbeda agama. Penghakiman dari orang lain akan membuat pasangan kian terusik. Sebaiknya orang terdekat hadir menguatkan diri kedua orang itu. Ini soal krusial dalam hidup mereka. Dibutuhkan penguatan pada setiap keputusan yang hendak diambil, berikanlah saran dengan cara yang baik bukan melalui penghakiman bahwa saran yang diberikan merupakan pilihan terbaik.

Jika pun nantinya harus berpisah atau ada satu orang yang ikut agama pasangannya, percayalah itu merupakan pilihan terbaik bagi mereka. Sebelum sampai ke keputusan akhir itu, biarkanlah pasangan pacaran beda agama menikmati rasa cinta mereka, jangan terus menerus merecoki persoalan agama kepada mereka. Percayalah mereka terus memikirkan itu sembari menimbang-nimbang pilihan paling baik nantinya.

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2022 oleh

Tags: hubungankebebasan beragamaPacaranpacaran beda agamapenikahan beda agamaputusin aja
Atanasius Rony Fernandez

Atanasius Rony Fernandez

Jurnalis yang tinggal di Mataram, Lombok. Sesekali menulis karya sastra. Tertarik pada isu kesenian, sosial, dan kuliner. Penggemar AS Roma dan musik metal.

ArtikelTerkait

beda agama

Jangankan Cinta Beda Agama, Cinta Yang Satu Agama Itu Tak Semudah Yang Kamu Kira

11 Juni 2019
Pacaran kok Tuker-tukeran Media Sosial, Situ Waras?

Pacaran kok Tuker-tukeran Media Sosial, Situ Waras?

13 Mei 2022
diajak susah

Logika Terbalik Lelaki: Ingin Dapat Pasangan yang Bisa Diajak Susah

8 Agustus 2019
hari kebangkitan mantan

(Bukan) Hari Kebangkitan Mantan

21 Mei 2019
Kasta Kentut dalam Hubungan Asmara

Kasta Kentut dalam Hubungan Asmara

31 Januari 2024
warisan balas budi kepada orang tua mojok

Kita Tidak Perlu Sok Dewasa di Depan Orang Tua

24 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lebaran Kedua Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati Mojok.co

Lebaran Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati

19 Maret 2026
Kontrakan di Jogja itu Ribet, Mending Sewa Kos biar Nggak Ruwet, Beneran   pemilik kos

4 Kelakuan Pemilik Kos yang Bikin Jengkel Penyewanya dan Berakhir Angkat Kaki, Tak Lagi Sudi Tinggal di Situ

13 Maret 2026
Tips Membuka Bisnis Rental Mobil Selama Lebaran untuk Pemula, Alias Nggak Usah!

Tips Membuka Bisnis Rental Mobil Selama Lebaran untuk Pemula, Alias Nggak Usah!

14 Maret 2026
Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons)

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

19 Maret 2026
Honda Stylo Motornya Orang Kaya Waras yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT dan Scoopy Mojok.co

Honda Stylo Motornya Orang Kaya yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT atau Scoopy

13 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa
  • Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin
  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.